Dalam rangkaian kegiatan International Mother Language day (IMLD) atau Hari Bahasa Ibu Internasional yang jatuh pada 21 Februari oleh Unesco. Tahun 2022 ini IMLD digelar di Bangladesh, India. Ada dua penulis Banjarbaru yang karyanya ikut pameran Language Exhibition.

Dua buku tersebut adalah cerita rakyat Asal Usul Tajau Pecah dan Beramban karya Aliansyah Jumbawuya dan komik anak bergenre fabel Irai karya Hudan Nur. Kedua buku tersebut adalah terbitan Balai Bahasa Prov. Kalsel yang dicetak terbatas.

Selain kedua buku itu, ada 7 buku cerita rakyat yang ditulis dalam bahasa Banjar dan Dayak kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan Inggris

Total buku yang ikut pameran tersebut berjumlah 9 buku. Kebetulan kesembilan buku tersebut diilustratori oleh Mika August yang juga dari Banjarbaru. Khusus komik Irai karya Hudan Nur, Mika mengaku kejar target selama 6 minggu. “Saya mengerjakan ilustrasi komik Irai sangat mengasyikkan. Hanya dalam waktu 6 minggu 4 seri Irai terselesaikan,” jelas Mika kepada redaksi.

Untuk 8 cerita rakyat sendiri, ketika ditanya cerita mana yang paling disukai saat membuat ilustratornya, Mika sumringah dengan tegas menjawab karya Aliansyah Jumbawuya, “Iya, aku membuat ilustrasi yang rata-rata 10 gambar di 8 buku cerita rakyat itu dengan pencarian ide yang tidak mudah. Cuma ada satu yang paling aku sukai yaitu saat mengerjakan ilustrasi buku Asal Usul Tajau Pecah dan Beramban.”

Kepala Balai Bahasa Prov. Kalsel juga turut bersyukur karya dari Kalimantan Selatan bisa ikut acara IMLD 2022, “Alhamdulillah kita bisa ikut dipamerkan di Language Exhibition for IMLD 2022 Unesco,” pungkas M.Luthfi Baihaqie.

Sebab tidak semua daerah lolos dan bisa ikut acara pamer karya bahasa ibu diajang IMLD 2022. Indonesia hanya beberapa daerah saja. Kalimantan Selatan turut bangga, khususnya 2 penulis Banjarbaru bisa ikut memamerkan [email protected]

 

Facebook Comments