Foto bersama usai acara

Mengapa IHHCH ikut serta dalam acara ini? Direktur IHHCH Nofa Farida Lestari menjelaskan, “Dalam dua buku pertama yang ditulis Pak Ali, secara tak sengaja juga menceritakan sejarah masa lalu kota Jakarta, misalnya bagaimana suasana Bandara Kemayoran tahun 1967, jalan-jalan di kota Jakarta saat itu, dan sebagainya. Jadi selain novel-autobiografi, buku-buku Pak Ali ini juga sangat menarik sebagai catatan sejarah”.

Sementara itu Ketua Jagat Sastra Milenia Riri Satria menjelaskan, “Saya mengenal Pak Ali ketika sedang menempuh kuliah S3 di Paris, Prancis. Beliau yang menjemput saya di Bandara Charles de Gaule di Paris, mengajak keliling Paris dan Pak Ali yang menyetir mobil. Saat itulah saya mengetahui Pak Ali juga menuliskan novel-autobiografi tentang kisah hidup dirinya. Pada tahun 2017 ketika saya meluncurkan buku puisi saya berjudul Winter in Paris di Ubud Writers and Readers Festival 2017, Pak Ali juga hadir karena pas sedang berada di Indonesia. Hari ini, kami membuatkan acara ini untuk Pak Ali sebelum kembali ke Paris lusa”.

Kepala Museum Bahari Jakarta Mis’ari menyambut baik dan bahagaia dengan diselenggarakannya acara ini di Museum Bahari. “Museum Bahari terbuka untuk berbagai acara literasi dan sejarah, karena museum bukan hanya berkisah tentang masa lalu, namun menjadi tempat pembelajaran bagaimana kita menatap masa depan dengan mempelajari masa lalu”, demikian Mis’ari mengatakan dalam sambutannya.@

 

Facebook Comments