Dengan literasi itu, Laila berpandangan bahwa kelompok teman tuli dan disabilitas akan berkembang sesuai kemampuan dan hasil bahan bacaannya tersebut. Bahkan, menurutnya bisa berdampak ke masyarakat di Kalimantan Selatan dengan segala potensi yang mereka punya.

“Kemampuan literasi digital juga perlu dan sangat menjanjikan buat mereka berkembang nantinya,” ungkap Laila, tersenyum.

Kabid Pelayanan dan Dispersip Kalsel, Wildan Akhyar sebagai bentuk komitmen pihaknya untuk memberikan kesejahteraan bagi teman tuli.

“Kami melihat teman tuli ini perlu diberikan sosialisasi, terkait literasi mereka agar lebih maksimal dan maju,” kata Wildan.

Bahkan, menurutnya perpustakaan itu merupakan wadah untuk para penyandang disabilitas agar bisa menambah pengetahuan melalui buku yang telah disediakan.

“Kamipun nanti akan menambah buku yang diperlukan untuk mereka,” tandasnya. @

Facebook Comments