“Penilaian sudah dimulai, karena peserta mengirim foto kegiatan mereka. Dan puncaknya penilaian pada malam 21 Ramadhan,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Ben pun menyebut konsep tahun ini masih tetap sama dengan tahun sebelumnya dengan menghiasi lingkungan komplek atau wilayah tempat tinggal warga di Banjarbaru.

Diketahui bahwa penilaian dewan juri akan membuat indikator dari segi artistik, kreativitas, dan kesesuaian tema.

“Penilaian dari Gapura, Lampion dan Tanglong, serta kesesuaian tema dalam waktu penilaian tiga hari ke depan,” ujarnya.

Ben berharap dengan adanya Festival Salikur ini kerekatan sosial antar warga dalam satu RT menjadi lebih tinggi.

“Saya harapkan ini terjadi sebuah kerekatan sosial yang lebih tinggi, sehingga mereka bisa bergotong royong dan saling membantu,” tandasnya.

Dan pada Festival Salikur 2023 juga dimeriahkan dengan lomba foto yang objeknya yakni Gapura, Tanglong, atau Lampion yang berada di lokasi lomba.

Ke delapan belas peserta Festival Salikur akan memperebutkan hadiah dengan total puluhan juta rupiah. Diketahui, juara 1 akan mendapatkan hadiah senilai (Rp.10 Juta), Juara 2 (Rp. 6 juta), Juara 3 (Rp. 5 juta).

Kata Ben, panitia juga mengadakan hadiah untuk 10 peserta terbaik yang masing-masing akan mendapat (Rp. 1,5 juta), kemudian 10 Peserta Favorit (Rp1 Juta). Yang istimewa dari Festival Salikur tahun ini adalah ada piala bergilir yang dibuat khusus, hasil karya siswa SMK Negeri 1 Banjarbaru.

Piala ini dibuat dengan metode ukir dari bahan kayu ulin dengan tinggi 1,5 meter.@

Facebook Comments