“Olehnya kami ingin pada perhelatan ASKS oktober mendatang, sastrawan se-Kalimantan Selatan bisa mamugai gedung kesenian kami,” terang H. Fahmi Wahid selaku panitia sekaligus promotor utama ASKS ke-18.

Disampaikan pula oleh H. Fahmi Wahid yang dikenal sebagai penyair Indonesia bahwa tema sentral ASKS kali ini adalah Sastra Banjar. Artinya panitia menginginkan bahasa Banjar menjadi rajanya dengan mengangkat kearifan lokal Banjar, menukil kisah-kisah yang pernah lintas; mulut ke mulut dari para tetua lewat syair, puisi, kisah rakyat, dan pertunjukan.

Direncanakan pada puncak ASKS 2021 bisa menggali keestetikaan Sastra Banjar dan pengaruhnya di Nusantara. Bagaimana di luar Banjar (Kalimantan) memandang Sastra Banjar dan Bahasa Banjar itu sendiri. Lalu memahami akar-akar Sastra Banjar, awalnya dari mana? Tonggak Sastra Banjar dimulai sejak kapan? Hingga leksikostatistik Bahasa Banjar dan Melayu Nusantara sebagai perbandingan linguistik termasuk morfologi.

ASKS 2021 diinginkan bisa terlaksana secara luring, tatap muka langsung. Tetapi kondisi masih belum bisa dipastikan. Mekanisme khusus akan segera diinformasikan setelah panitia melakukan urun rembuk besar dengan jajarannya. Kita tunggu saja. @

Facebook Comments