Ia berharap pihak yang belum dibayarkan haknya dapat menunggu. Panitia ASKS Banjarmasin terus mengawal proses pencairan itu, dan berbagai upaya dengan terus menanyakannya.

“Kami juga berterima kasih kepada kawan-kawan yang sudah mau bersabar dan memaklumi keadaan ini,” tutur owner Kampung Buku itu.

Diskusi, bagian dari kegiatan ASKS XX Banjarmasin yang berlangsung 27-29 Oktober 2023.

Muhammad Daffa, pemenang juara 3 Manuskrip Puisi berjudul “Catatan Dari Pekarangan Acak”, turut mempertanyakan kenapa pembayaran hadiah lomba tak kunjung ditunaikan penyelenggara ASKS XX yang dana pelaksanaannya sangat besar, mencapai Rp 1 miliar lebih.

“Semestinya anggaran tersebut disisihkan sebagian besarnya untuk para pemenang, narsum, dan juri ASKS lebih awal di muka, sehingga kada (tidak) nunggak di akhir kayak ini. Jadinya kelimpungan sendiri kan?” katanya.

Sebagai pemenang, Daffa mewakili rekan juara lainnya meminta pihak dinas terkait agar melakukan klarifikasi kepada publik.

“Aku mewakili teman-teman yang juara hanya bisa berharap, semoga dinas bisa secepatnya menyelesaikan persoalan ini. Minimal bikinlah klarifikasi, apa kek gitu, biar ada titik terangnya,” ungkap penyair muda ini.

Daffa menegaskan, jangan terus-menerus sembunyi di balik alasan ini-itu. “Kami kesal dan capek juga jadinya. Kami menyelesaikan karya untuk perlombaan ASKS tidak sehari dua hari, jadi tolonglah dihargai jerih payah kami dengan sesegera mungkin menyelesaikan persoalan dana yang tak kunjung cair ini, jangan sembunyi lagi,” tegasya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudporapar Kota Banjarmasin Zulfaisal Putera ketika dikontak asyikasyik menyatakan tidak mau memberikan tanggapan sedikit pun kepada publik persoalan ini. Sebab menurutnya ini persoalan internal antara dinas dengan panitia ASKS XX.@

Facebook Comments