Awalnya pameran ini direncanakan digelar bertiga yaitu; Djoko Pekik, Amrus Natalsya, dan Misbach Tamrin, namun pada 12 Agustus 2023 yang lalu Djoko Pekik telah duluan dipanggil Sang Pencipta. Olehnya pameran dilaksanakan dengan komposisi Dua Petarung yang tersisa.

Seluruh persiapan pameran Dua Petarung dilakukan secara swadaya dan swakelola Misbach Tamrin. Dimulai memilah lukisan, mendatangi karibnya Amrus Natalsya di Lido, Bogor, hingga packing lukisan-lukisan karya Amrus juga dilakoninya seorang diri. Beruntung sesampai di Yogyakarta, dirinya banyak dibantu Diah Yulianti, perupa asal Kalimantan Selatan yang bermukim di Yogyakarta.

Pada momentum tersebut juga digelar Diskusi Buku Realisme Revolusioner; Misbach, Amrus, Pekik karya Hajriansyah, penulis dan pelukis asal Banjarmasin.

“Setelah pameran di Yogyakarta, saya akan melanjutkan berpameran tunggal di Jakarta,” ungkap Misbach Tamrin yang lahir di Amuntai, Kalimantan Selatan pada 25 Agustus 1941.

Beberapa bulan yang lalu Misbach Tamrin telah menemui Dirjend Kebudayaan, Hilmar Farid di Jakarta dan menyampaikan keinginan untuk berpameran di Ibu Kota NKRI Jakarta sebelum berpindah ke Ibu Kota Nusantara ke Kalimantan Timur.

“Kedatangan saya waktu itu disambut baik oleh Hilmar Farid dan setelah kami berbincang ada opsi untuk melaksanakan pameran tunggal di Perpusnas RI, Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Direncanakan pameran akan dilaksanakan pada awal tahun 2024. Mohon doanya ya!” pungkasnya.@

Beberapa lukisan Misbach Tamrin pada Pameran Dua Petarung

Facebook Comments