ARUH Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) adalah agenda sastra tahunan yang bergulir dari kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Kabupaten Kotabaru tahun ini mendapat giliran sebagai tuan rumah ASKS yang ke-15. Itu berarti sudah 14 kali diadakan, dan perhelatan ini sudah memasuki putaran ke-dua. Kotabaru, tahun 2006 pernah menjadi tuan rumah ASKS III, sudah 12 tahun yang lalu. Bagi peserta dari kabupaten/kota, aruh di Kotabaru memberikan kesan dan kenangan yang tak terlupakan. Bisa dikatakan sebagai penyelenggara ASKS yang paling terencana dan terlaksana dengan baik.

Sesungguhnya ASKS III Kotabaru lah yang menarik saya kembali dalam arusnya sastra, sehingga sejak itu saya kembali aktif berkarya setelah vacum hampir 13 tahun karena setelah lulus kuliah, saya fokus bekerja dan berkeluarga. ASKS III Kotabaru mempertemukan saya kembali dengan kawan-kawan semasa kuliah sama-sama mengikuti kegiatan-kegiatan sastra di Taman Budaya (dulu Gedung Olah Seni/GOS), bertemu sastrawan se daerah dan nasional. Waktu itu sastrawan/penyair nasional yang diundang adalah Sutardji Calzoum Bahri dan KH. D. Zawawi Imron.

Sejak saat itu saya kembali menggeluti sastra dengan mendirikan Sanggar Sastra Siswa Indonesia (SSSI) Kotabaru yang dalam peresmiannya tahun 2007, kami mengadakan workshop/pelatihan untuk siswa-siswi anggotanya. Kami mengundang pemateri Y.S. Agus Suseno dan Jamal T. Suryanata. Secara kebetulan saat itu penyair nasional Agus R. Sarjono dan penyair Jerman Martin Jankowsky berada di Banjarmasin dalam suatu acara. Dibantu Zulfaisal Putera, dua penyair ini hadir dalam peresmian SSSI Kotabaru. Kegiatan ini tentu saja didukung oleh sastrawan-sastrawan Kotabaru Eko Suryadi WS, Sulaiman Najam dll, bahkan mereka siap menjadi pembina.

Tahun 2008, SSSI Kotabaru mendapat dukungan dari Majalah Sastra Horison berupa buku-buku sastra, komputer dan printer yang diantar langsung ke Kotabaru oleh Pemimpin Redaksinya Jamal D. Rahman, dan itu adalah hadiah terindah. Namun sayang sekali, proposal kegiatan SSSI Kotabaru tidak mendapat sambutan dari pihak terkait waktu itu Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru, sehingga berjalan tertatih-tatih. Alhamdulillah tahun 2012 berkat dukungan dana dari SMKN 1 Kotabaru (unit kerja saya), SSSI Kotabaru mampu mewujudkan sebuah antologi puisi berjudul “Haru Biru Kotabaru” yang isinya adalah puisi-puisi anggota yang saya kumpulkan dan seleksi selama 7 tahun. Setelahnya, tahun 2015 untuk menandai ulang tahun ke-8 SSSI Kotabaru saya meluncurkan buku antologi puisi saya sendiri “Melintas Mega Jingga”. Tahun 2018 ini semoga antologi kedua saya “Wangi Hutan Selepas Hujan” akan terwujud.

Saya mengerti perhelatan ini dirancang oleh penggagasnya dengan tujuan yang mulia, yaitu bagaimana mempertemukan sastrawan/seniman semua elemen dalam satu kegiatan serta menjadi wadah kreativitas sastrawan/seniman. Oleh karena itu, sejak ASKS III Kotabaru, saya terlibat secara intens dalam setiap perhelatan di kabupaten/kota yang menyelenggarakannya, baik secara pribadi maupun bersama Dewan Kesenian Kotabaru serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotabaru.

Diawali pada tahun 2004, almarhum Boerhanuddin Soebely meluncurkan buku “ La Ventre da Kandangan”, buku yang berisi tentang perjalanan kesastraan tokoh dan karyanya warga Kandangan. Acara peluncuran buku tersebut ditandai sebagai Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) I.

ASKS II tahun 2005 disambut oleh Abdul Karim, dari Tanah Bumbu, yang memasukkannya dalam agenda Mappanre Tasi. Selanjutnya Eko Suryadi WS menyambut ASKS III untuk diselenggarakan di Kotabaru. Y.S. Agus Suseno, Micky Hidayat dan Boerhanuddin Soebely adalah nama- nama terlibat dalam suksesnya Aruh Sastra.

Perjalanan ASKS seterusnya menjadi bukti keberpihakan Pemerintah Kabupaten/Kota melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata / Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.  ASKS IV Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara tahun 2007. ASKS V Kabupaten Balangan, tahun 2008. ASKS VI Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, tahun 2009. ASKS VII Tanjung, Kabupaten Tabalong tahun 2010. ASKS VIII Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah tahun 2011. ASKS IX Kota Banjarmasin, tahun 2012. ASKS X Kota Banjarbaru tahun 2013. ASKS XI Rantau, Kabupaten Tapin tahun 2014. ASKS XII Martapura, Kabupaten Banjar tahun 2015. ASKS XIII Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut tahun 2016.

Sejak ASKS XII  di Martapura (tahun 2015) dalam sidang pleno ada 3 kabupaten yang mengajukan diri menjadi tuan rumah di putaran kedua, yaitu Kandangan, Kotabaru dan Tanjung Tabalong. Keputusan sidang, menetapkan Kabupaten HSS menjadi penyelenggara ASKS XIV yang menjadi awal putaran kedua tahun 2017. Pada ASKS XIII di Pelaihari, dalam siding pleno kembali 3 kabupaten mengajukan diri menjadi tuan rumah, yaitu Kotabaru, Tanjung dan Tanah Bumbu. Setelah melalui perdebatan lumayan lama, akhirnya ditetapkanlah Kabupaten Kotabaru sebagai tuan rumah ASKS XV tahun 2018, Tanah Bumbu tuan rumah ASKS XVI tahun 2019 dan Tanjung tuan rumah ASKS XVII tahun 2020.

ASKS XV Kotabaru insya Allah akan diselenggarakan pada tanggal 6-10 November 2018. Nostalgia penyelenggaraan aruh di Kotabaru 12 tahun yang lalu kembali bergema. Alumni penyelenggara ASKS III Kotabaru beberapa sudah tiada (alm Eko Suryadi WS, alm Sulaiman Najam, alm Syukri Munas). Beberapa lagi juga tidak produktif dan tidak aktif dalam ASKS kabupaten/kota selanjutnya. Namun hal yang menggembirakan adalah saat ini banyak penulis-penulis muda Kotabaru yang bergiat di bidang sastra. Karya mereka terangkum dalam antologi bersama, di daerah maupun luar daerah (nasional).

Mencermati itu, panitia bertekad kuat untuk menyukseskan ASKS XV Kotabaru yang sebentar lagi dijelang. Agenda kegiatan sudah disusun, perlombaan sudah digelar, surat undangan sudah disebarkan ke kabupaten/kota. Boleh dikata persiapan aruh di Kotabaru sudah mencapai 80%. Kepanitiaan generasi kedua ini mendapat dukungan penuh dari Bapak Bupati Kotabaru, Pemerintah Daerah, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotabaru. Panitia pelaksana ASKS XV Kotabaru didominasi tenaga-tenaga muda yang aktif dan kreatif. Semangat bekerja sesuai pokjanya masing-masing untuk terselenggaranya Aruh Sastra.

Nostalgia lama ASKS III Kotabaru 2006 akan menjadi kenangan yang tak terlupakan. Nostalgia itu menjadi pedoman dalam melaksanakan kegiatan sekarang ini, dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Kami berdoa dan berusaha, semoga kali ini Kotabaru sukses menjadi penyelenggara AruhSsastra Kalimantan Selatan yang ke-15.

Hal yang benar-benar kau yakini pasti akan selalu terjadi, dan keyakinan akan suatu hal menyebabkan terjadi (Frank Lioyd Wright)[email protected]

Facebook Comments