Seberapa besarkah Slank dapat mempengaruhi pemilih? Sebagai salah satu grup rock terbesar Indonesia yang memiliki basis pendukung paling solid di tiap kota, dari Sabang sampai Merauke, pandangan politik mereka sudah pasti menjadi acuan bagi jutaan Slankers yang memiliki hak pilih. Sebagian besar mereka adalah anak-anak muda yang bisa dikategorikan sebagai massa pemilih mengambang (swing voters)—sebuah kelompok yang tidak memiliki calon pilihan (capres) loyal, masih bisa berubah-ubah, dan itu sangat dipengaruhi oleh panutan atau idola mereka—dan Slank sudah pasti memiliki kekuatan untuk itu.

Dalam hal pencitraan, Jokowi memang sangat jago. Terbukti mulai saat mencalon Gubernur DKI hingga menjadi presiden pada Pilpres 2014. Hal itu tidak terlepas campur tangan anak-anak muda (di belakangnya) yang kreatif mendesain bentuk-bentuk kampanye—termasuk dengan membuat komik Jokowi.

Sekarang ini, pertarungan sesungguhnya adalah memperebutkan kelompok swing voters yang dalam Pilpres 2019 ini diperkirakan mencapai 40%. Mereka ini kebanyakan anak-anak muda millenials yang memang belum memiliki pilihan mantap terhadap salah satu pasangan capres—kalau orang dewasa cenderung sudah loyal terhadap salah satu capres, bahkan paling getol saling “serang” di media sosial.

Baru-baru ini, kita melihat bagaimana Jokowi mendekati (atau sengaja didekati) anak-anak muda dari kalangan selebrita. Yang belakangan cukup ramai di media sosial yakni postingan Boy William yang mengendarai mobil bersama Jokowi. Juga ada vlog bareng Ria Ricis dan Raffi Ahmad.

Bila Jokowi tampak gencar mendekati ikon-ikon idola anak muda, Sandiaga Uno sejauh ini masih terlihat lebih banyak dekat dengan emak-emak—yang dulu juga pernah dilakukan Jokowi. (Kalau Prabowo dan Ma’ruf Amin, ini hal lain, dan sepertinya memang bukan untuk gebyar-gebyar di ruang publik yang lebih terbuka dan luas).

Jokowi (dan atau tim suksesnya) terlihat sangat menyadari pentingnya merebut suara kaum muda—terbukti dengan pola-pola pendekatannya terhadap kalangan millenials, termasuk dengan hadir lewat layar di konser Slank kemarin itu. Semestinya, Sandiaga Uno (tak usah terlalu berharap kepada Probowo), juga bisa melakukan kampanye semacam itu—semisal nyanyi bareng Via Vallen—tapi saya tidak tahu, Sandiaga Uno bisa nyanyi apa nggak?@

Facebook Comments