tiga keluarga burung kehilangan sarang
ketika tiga pijar api menghabiskan ladang

sekeluarga terbang jauh, menempuh nyeri gurun
sekeluarga menyusur timur dusun
mencari naung di bawah segerumbul bentul

sekeluarga lagi selalu muncul
ke rumah mimpi
mematuk-matuk jendela
dengan kidung berganti-ganti

kidung yang dulu mekar
dari bibir seorang biyung
jauh, jauh

sebelum sepasang matamu rabun
sebelum sepasang telingamu
hening kehilangan dengung

Ampenan, Oktober 2019


KUSIBUKKAN DIRIKU MENANAM

di musim yang remang
kusibukkan diriku menanam
agar matahari menjulur ke punggungku
seperti anakku, lentur dan riang
main kuda-kudaan

“ibu, ibu, ayo bergerak ke depan
bawa aku seperti kuda betulan”

tak seperti kupu-kupu yang mengusap sebentar
belalang tak gentar pada peringatan
ia lubangi rumpun serai, mawar
miana, portulaca juga mangkokan

musim yang kian remang
kutegakkan diri memandang bayang-bayang
matahari yang merapat
merambati duka-duka hangat

sedang dari timur, angin lembut terulur
mengatupkan beribu-ribu mata
begitu dekat
begitu dekat

Ampenan, 14 Juli 2021

Facebook Comments