Euphoria? Ya! Netizen kita merespon aksi Khabib seperti kecepatan cahaya. Sehari pasca peristiwa lompat Oktagon, netizen Indonesia ramai menyatakan dukungannya. Gak ada yang salah. Semua tetap berjalan mengasyikan.

Sebelum membahas semua itu, kita tarik sudut pandang dulu ya, gaes! Mari zoom out ke ruang lingkup yang… sedikit universal saya kira. Malam itu, pertandingan Khabib Nurmagomedov vs Conor McGregor yang dilaksanakan di T-Mobile Arena, Las Vegas Valley, Nevada, United States mendadak ricuh.

Pasca Khabib bak Singa lepas kandang, melompat keluar Oktagon, dan menyerang asisten lawannya karena upatan sara. Baik itu perihal agama, suku dan harga diri keluarga. Kami seumuran, (ya dia lahir setahun lebih dulu saja). Bedanya saya dengan Khabib, banyak! dari fisik sudah sangat jauh sekali, apalagi yang lainnya. Yang menyamakan konteks berkehidupan kita masyarakat dalam hal ini Indonesia sebagai mayoritas, adalah Islam.

Kasus UFC

Lalu, apa yang didapatkan Khabib atas aksinya malam itu? Sanksi tentu saja. Khabib Nurmagomedov terancam sejumlah sanksi akibat menyerang kubu McGregor pasca laga MMA UFC 229.

Peruntungan Khabib tipis, kemenangan yang ditutup dengan kerusuhan membuat nasib petarung Rusia itu menjadi tidak jelas. Why? Komisi Atletik Nevada menahan bayaran Khabib, yang dikabarkan mencapai US$ 2 juta atau sekitar Rp 30,5 miliar. Gelar juara milik petarung asal Rusia itu juga terancam dicopot UFC. Padahal menurut sudut pandang bela agama, bela negara, dan bela-bela yang lainnya, secara hakikat, Khabib sudah benar, kan!

Abdulmanap Nurmagomedov, ayah dari Khabib Nurmagomedov tidak memungkiri. Kericuhan yang terjadi pasca laga MMA melawan Conor McGregor dalam UFC 229 dipicu putranya. Ia menanggapi, dalam aturan, tindakan Khabib tidak dapat dibenarkan. Dalam satu pernyataan media disebutkannya, saaat ini, ia sebagai penanggung jawab menghadapi situasi yang sulit karena ulah anaknya.

“Saya sudah memarahi Khabib, dia merugikan diri sendiri karena tindakannya. Hukuman yang akan saya berikan jauh lebih berat ketimbang sanksi UFC dan Komisi Atletik Nevada,” ujar Abdulmanap tegas.

Meski sang Ayah bersikap demikian, tak dapat dipungkiri, Khabib hanya seorang anak yang mengambil sikap, tidak rela ayahnya dihina di depan publik, keyakinannya dicaci, dan harga dirinya diinjak. Secara kejiwaan, respon Khabib adalah perihal normal untuk anak seumuran dia.

“Bagi saya, disiplin adalah segala-galanya, dan tim saya terkenal dengan kedisplinannya. Khabib bisa bertarung habis-habisan di dalam oktagon, namun di luar oktagon situasinya lain. Ada penonton biasa, bahkan anak-anak, perempuan, dan orang-orang yang bukan lawan,” tambah ayahnya lagi. Abdulmanap menegaskan sebagai pemilik dan pemimpin tim dari Tim Nurmagomedov, dia bertanggung jawab terhadap aksi brutal anaknya tersebut.

Atas tindakan brutal Khabib dalam laga MMA, Komisi Atletik Nevada menahan bayarannya dan melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Dia terancam denda US$ 250 ribu atau sekitar Rp 3,8 miliar, skorsing hingga maksimal 15 bulan dilarang tampil di Amerika Serikat, gelar juaranya dicabut, serta bayaran sebesar hampir US$ 2 juta atau sekitar Rp 30 miliar yang ditahan Komisi Atletik Nevada, banyak, kan? Ya banyak lah.

Sementara lawannya, Conor McGregor kebagian jatah lebih besar, yakni 3 juta USD atau setara Rp45.7 Miliar. Dalam pernyataan media, Komisi Olahraga Nevada berkata kepada Presiden UFC, Dana White, mereka bakal menahan bayaran Khabib hingga penyelidikan usai. Sedangkan McGregor, sudah merancang pertarungan UFC di kandangnya, Dublin, Republik Irlandia. Bisa dibayangkan berapa uang yang akan mengalir untuk siaran pertandingan itu sedunia? Gila, gak tuh!

Euphoria Dalam Keislaman

Islamophobia? Tentu, itu terjadi di United States. Terlebih setelah pernyataan Donal Trump melarang migrasi muslim masuk ke negaranya. Kecaman dan protes tak terbendung. Kejadian-kejadian menyisakan komunitas muslim sebagai minoritas terpinggirkan. Meski secara penyebaran dan perkembangan, justru jauh di atas rata-rata.

Khabib terang-terangan menyatakan ketaatannya dalam Islam di delik publik. Kecintaan Nurmagomedov kepada Islam dan negarnya inilah yang seakan tidak bisa ditawar lagi. Sikap itu, membuatnya tak mampu menahan emosi menghadapi provokasi kubu McGregor. Menurutnya, McGregor dan rekan-rekannya telah menghina agamanya, orang tua, dan negaranya.

Penolakannya terhadap whiskey dari McGregor, kebanggaan memuji Tuhan (Alhamdulillah) di tempat maksiat terbesar di dunia (Las Vegas) pasca mengalahkan McGregor menambah lagi rasa geram para pembenci, dan soal bagaimana Negara memperlakukan keluarganya.

Aksi brutal yang ditunjukkan Khabib, seperti menunjukkan lagi satu tokoh heroik dalam komunitas islam. Dan terbesar responnya adalah Indonesia! Apa yang anda (muslim) lakukan ketika anda berada di posisi Khabib? Marah, ngamuk! Mau gigit kawat octagon? Whatefer lah! Semua bisa menjadi apa saja saat emosi membuncah. Dan Khabib menunjukkan taringnya.

Jika menengok riwayat pembentukan karakter, Khabib dididik bertarung sejak kecil oleh Ayahnya. Ia juga bergulat dengan anak beruang tingginya mungkin setara dengan tinggi badannya (1997). Delapan tahun di bawah asuhan ayah Abdulmanap Nurmagomedov, ia tumbuh dalam lingkungan yang memang menjunjung tinggi nilai keislaman. Rekor kemenangan 27 pertarungan tanpa kalah menjadi catatan baru dalam sejarah atlet muslim yang juara dalam olahraga lintas ilmu bela diri khas UFC berbasis di Amerika Serikat.

Fakta Khabib Lainnya

Khabib pernah memprotes EA Sport lantaran membuat karakternya pada game yang melakukan selebrasi tanda salib ketika memenangkan pertandingan.

“Saya Muslim. Dan saya tidak dibaptis. Tolong @EASPORTSUFC perbaharui selebrasi kemenangan saya. Saya punya banyak fans Muslim dan Anda harus menghargai itu,” tulisnya di akun twitter.

***

Khabib Nurmagomedov, menuai pujian, dibicarakan publik lintas elemen. Memuji untuk menjadikannya sebagai pelajaran. Melalui komunikasi non verbal di depan kamera, Khabib tegaskan dia bukanlah apa-apa, melainkan Tuhan yang maha kuasa. Ia, seolah berdakwah dan menyampaikan soal ketahuidan kepada dunia. Tentang telogi dan kebesaran Tuhan.

Netizen kita di Indonesia bahkan lebih galak dari Komisi Atletik Nevada. Masyarakat kita terkhusus di Indonesia mengambil peran kuat dalam hal bela-bela. Apa-pun itu, apalagi agama. Menggigit pakai gigi graham. Dan itu gak salah. Inti dari semua ini bukanlah apa yang telah dilakukan Khabib atas keyakinan dan negaranya, melainkan apa yang sudah kamu lakukan untuk keyakinan dan [email protected]

Facebook Comments