Ini mie lejen sih. Entah apakah kalian ingat rasanya. Tapi kalau mengingatnya, rasanya bisa ingat kenangan-kenangan masa sekolah di tahun 90 an.

Iseng beli pulsa di warung, melihat tampilan mie ini didisplay. Mie yang tak pernah enak kalau dimasak sesuai dengan tutorial yang ada di bungkusnya.

Biasanya, kawan-kawan memakan ini sendiri. Dikocok-kocok dengang menggoyangkan bungkusnya. Setelah semua bumbu terasa rata tercampur. Mie dimakan dengan cara ‘dikipung’. Kalau ada kawan atau yang lain minta, bungkusnya digenggam erat. ya, taulah ya biar apa.

Setelah membayar, saya menuju rumah. Sampai di rumah membuat teh panas yang enak. Duduk di meja dapur dan membuka laptop, niatnya mie ini bisa menjadi   teman asyik membaca dan menulis.

Saya meremuknya dengan mudah, namun menyisakan sedikit bagian utuh agar setelah ditabur bumbu dan kecap masih menempel di beberapa bagian.

Setelah semua siap, saya mencoba mencicip, alangkah hilang semua kenangan-kenangan itu. Mungkin daya mendapatkan bad copy, padahal pada bagian expirednya masih akhir tahun ini. Mie sakura yang saya kira akan begitu dinikmati, ternyata alot ketiga dikunyah.

Ya sudah, tapi saya masih bisa membayangkan rasa yang dulu pernah ada. Dan itu tak bisa digantikan dengan merek lainnya.

Selain, sakura sebenarnya ada beberapa brand mie instan lain yang juga penung rasa kenangan. Semisal mie fajar, atau mie goreng sarimi baso. Dan brand-brand lainnya. Sebelum era mie sedap dan samyang menyerang negara ini.

Alhasil, mie sakura ini tak bisa dinikmati sepenuhya. Saya tak habis memakannya. Jadi ya, dibiarkan saja sisanya di atas meja. Kalau nanti ketemu mie instan sejenisnya, semoga tidak terbeli yang bad copy.

Kalau kamu, mungkin ada jajanan yang bisa mengingat hubungan dengan mantan? Atau yang bisa meruapkan ingatan di masa lalu! Boleh cerita di comment dong.

Facebook Comments