Serpihan kisah Zalecha ini sebelumnya ditulis Zein Basry lewat cerita pendek di tahun 2011. Kemudian serpihan yang lain ditulis bertahun kemudian. Ide novelet muncul dalam rangka menyatukan kisah (serpihan) yang sudah pernah ditulis lewat cerpen.

Muhammad Asrori, Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Banjarbaru mengapresiasi kedatangan narsumber karena menurutnya kegiatan ini bisa meningkatkan literasi para siswa dan memberikan inspirasi kepada penulis pemula.

Zein Basry memberikan 4 doorprize kepada  penanya terpilih

“Ketika ada pihak dari luar untuk menumbuhkan semangat pelajar dalam membuat tulisan kami sangat bangga. Kami juga memiliki bengkel sastra Sahara (Smasa Harat Sastranya) jadi siswa kami bisa menuliskan apapun karyanya” Ujar Asrori.

Festival ini adalah kali kedua yang diselenggarakan oleh kota berjuluk idaman tersebut lewat Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru. Rangkaian ini akan digelar selama 2 bulan, yakni September hingga Oktober mendatang. Oh ya, bagi yang berminat dengan buku Zalecha bisa menghubungi penerbit via ig zukzez.ekpress. Harga novelet karya Zein Basry ini dijual 45k.@

Facebook Comments