Bertitel “SULUK: Journey to Indepth Memory”, pelukis asal Banjarmasin, Hajriansyah, menggelar pameran tunggal karya-karya lukisnya. Bertempat di Kampung Buku, Banjarmasin, pameran mulai dibuka Sabtu, 24 Oktober 2020, pukul 20.30 Wita. Dibuka setiap hari dari pukul. 16.000-22.00 Wita, berlangsung hingga tanggal 8 November 2020.

Pameran tunggal SULUK: Journey to Indepth Memory dikelola dengan kerjasama Kampung Buku dan NSA Project Movement. Selain itu, untuk dokumentasi dan katalog karya dikerjakan oleh Bias Studio Banjarmasin. Cara kerja kolektif ini juga melibatkan banyak pelukis atau perupa dan seniman lintas sektor lainnya.

Ada sekitar 15 lukisan yang akan dipamerkan dengan bercorak gaya ekspresionisme. Mengenai tajuk SULUK: Journey to Indepth Memory, Hajrisyah menjelaskan bahwaSuluk adalah sebuah perjalanan batin atau rohani. Subyeknya biasa disebut salik.

“Istilah suluk biasa dipakai dalam perbincangan spiritualitas atau mistik Islam, atau tasawuf. Saya sendiri memasuki dunia semacam ini kurang lebih 10 tahun yang lalu, melalui seorang syekh tarekat,” ujar Hajri kepada asyikasyik.com, Jumat (23/10/2020).

Diceritakan, muncul keinginan pameran tunggal tiga tahun terakhir yang lalu. Lalu Hajriansyah pun mulai perlahan-lahan menyusun kembali kenangan-kenangan yang pernah menghampiri benak terdalamnya. Ketika beberapa hari terakhir menjelang pameran ini, bersama kawan seniman yang membantu terselenggaranya pameran, pertanyaan akan kenangan itu semakin kuat dan mendalam.

Ketika teman Hajriansyah bertanya, apa makna, apa peristiwa, yang melatarbelakangi lukisan ini dan itu, Hajriansyah tak mampu mengingat lebih jauh. “Yang jelas, setiap lukisan lahir dari suatu problem tertentu, kenangan yang tak mampu dijelaskan karena tumpukan memori bawah sadar yang begitu tebal beberapa tahun terakhir ini,” ucap hajriansyah.

Pameran tunggal hajriansyah ini tidak sekadar mempertontonkan garis dan titik atau pencampuran warna. Ada hal lain yang juga begitu kuat, yaitu tentang bagaimana akhirnya sebuah ruang pameran telah menembus batas-batas kewajarannya. Kampung buku yang notabenenya adalah ruang publik kemudian disulap menjadi ruang pameran lukis. Tentu saja pemilihan ruang ini tidak sembarangan karena ruang Kampung Buku ini adalah ruang ekpresi Hajriansyah sendiri baik dalam berdiskusi hingga melahirkan karyanya sendiri.

Pameran tunggal ini akan dibuka melalui program Bacangkurah LK3 yang disiarkan secara langsung melalui media sosial LK3 dan Kampung Buku. Kegiatan pameran ini akan menerapkan standar protocol Covid-19 yang berlaku. Karya-karya lukisan pada pameran ini juga diperjualbelikan dan bisa langsung berhubungan dengan pelukisnya di Kampung Buku.

Pada malam penutupan di tanggal 8 November 2020 akan dihibur oleh Dapur Teater Kalimantan Selatan. Narahubung pameran untuk informasi dan lain hal bisa kontak Novyandi (082196179916) Hajriansyah (085248955593) Iky (082155428481)[email protected]

 

Facebook Comments