Peran kepemudaan dan Pendidikan juga sangat besar. Tidak ada yang dapat melupakan keberadaan Hipindo, yang bergerak dalam kepemudaan, membentuk pemadam kebakaran pertama di Banjarmasin, dan bergiat dalam pendidikan dasar.

Dalam diskusi yang dihadir beberapa sejarawan tersebut, juga disampaikan bahwa yang mengenalkan penggunaan mata uang dalam perdagangan di tanah Banjar adalah warga Tionghoa. Sebelum dikenal mata uang, perdagangan dilakukan dengan cara barter, kemudian baru dikenalkan alat tukar, membantu memudahkan transaksi perdagangan.

Bukan hanya warga Tionghoa di Banjarmasin, juga terungkap yang tinggal di Tanah Laut dan Gunung Batu Besar, mereka waktu itu datang dengan berbagai kepentingan, terutama berburu emas, sehingga membentuk satu perkampungan yang dikenal dengan Cina Parit.

Diskusi yang sangat menarik tersebut dipandu oleh Noorhalis Majid, ia menyampaikan bahwa hasil diskusi ini akan menjadi awal untuk menggali lebih jauh, sehingga akan disusun satu buah buku sejarah tentang keberadaan warga Tionghoa di tanah Banjar. Juga akan dibuat satu film dokumenter, kerjasama dengan sineas banua, agar generasi muda lebih mengetahui peran dan kiprah warga Tionghoa.

“Jangan sampai kita buta akan sejarah, sehingga melupakan semua peran tersebut. Etnis lainnya tentu juga perannya sangat besar. Insya Allah setelah selesai menggali Tionghoa Banjar, akan dilanjutkan menggali peran etnis lainnya,” kata Noorhalis Majid.@

 

Facebook Comments