“Agar mereka tahu bahwa bangsa kita sangat luar biasa, dengan nilai-nilai terdahulu. Terkait sesama saling bahu membahu tanpa memandang status sosialnya,” ungkap Bhante usai kegiatan itu.

Semua elemen bangsa, menurut Bhante, agar mengutamakan kepentingan semua pihak, bukan individu. Karena, kata dia, jika kepentingan orang lain terwujud maka kepentingan diri sendiri turut didapatkan. “Kalau cuma kepentingan diri kita saja, belum tentu memenuhi kepentingan orang lain. Dan orang banyak diluar sana,” tutur Pimpinan Vihara Dhammasoka itu.

Direktur LK3 Banjarmasin Abdani Solihin menyebut kegiatan rutininan ini merupakan langkah untuk mendekatkan masyarakat dengan nilai-nilai antar umat beragama.

“Biasa diadakan sebelum, sesudah atau pas momentum Hari Kemerdekaan RI. Selama 2 tahun ini, memang tidak melaksanakan kegiatannya. Baru tahun ini bisa terlaksana lagi,” kata Abdani.

Abdani merasa bersyukur dengan antusiasme peserta yang banyak hadir dari pelbagai elemen masyarakat. Mulai dari akademisi, aktivis mahasiswa, komunitas, LSM hingga yayasan sosial. “Ada dari Panti Asuhan Ar-risalah, Yayasan Anak Bangsa dan Komunitas Jelujur Banua Bewarna,” katanya.

Dari kegiatan ini, kata Abdani, upaya mendekatkan masyarakat untuk saling terjalin antar umat beragama. Karena, baginya sangat jarang masyarakat umum bersentuhan langsung dengan tempat-tempat peribatan agama lain.

“Sesuai tujuan dari FKUB Kalimantan Selatan, mendorong serta mengaplikasikan nilai moderasi antar umat beragama itu,” ungkap Abdani.

Di akhir acara dilakukan pemberian hadiah dan uang penghargaan terhadap pejuang terdahulu, dan sejumlah Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Kalimantan Selatan menerima dengan wajah tersenyum.@

Facebook Comments