Itulah mengapa drama-drama fiksi yang diangkat menjadi tontonan selalu berhasil menyihir hati-hati para perempuan. Baik itu film, sinetron, atau variety show di tv. Mereka selalu membandingkan, atau memasangkan apa yang terjadi di layar segi empat itu terjadi dalam kehidupan nyata. Padahal gak gitu konsepnya, nona.

Kadang, untuk menuju pendewasaan, perempuan harus ditempa dengan rasa sakit yang bertubi-tubi. Atau rasa pedih yang cukup panjang. Tapi gak semua, sih. Hanya berlaku untuk mereka-mereka yang berhati baja. Dan faktanya, perempuan punya kadar waktu yang berbeda-beda menuju pendewasaaan berpikir. Dan gak bisa disamakan atau dinilai stereotip secara menyeluruh.

MUDAH JATUH, MUDAH LUPA

Apakah wanita akan cepat melupakan sesuatu yang menyakiti hatinya? Gak, justru ia akan mengingat sejarah-sejarah mengapa perihal yang menyakitkan sampai kepada dirinya. Justru, wanita akan mudah lupa bahwa pernah dalam kondisi begitu menyenangkan. Semisal jatuh cinta!

Mudah jatuh yang dipersoalkan di sini adalah mudah terpesona dengan pria-pria yang baik. Tapi sebentar saja. Sebab, terlalu baik tak akan menjadi hubungan yang baik. Sebaliknya, terlalu laki-laki terlalu ‘badboy’ juga gak akan membuat hubungan bertahan lama. Ya, kalau bisa ditengah-tengah, biar seimbang. Tuh, rumit, kan?

Sampai di sini, mungkin banyak yang bisa pahami. Atau ada yang sedang mengalami? Atau kamu sedang bingung bagaimana membuat wanita jatuh dalam rasa suka? Banyak sekali cara-cara atau tutorial menarik perhatian mereka para kaum hawa. Masalahnya adalah, kita kadang tak bisa mengontrol apakah ini keinginan pribadi, atau ada faktor lain di belakang sana. Wanita mudah jatuh, tapi mereka juga mudah lupa kalau sebelumnya pernah sayang.

Laki-laki yang pandai biasanya punya trik masing-masing untuk menghadapi wanitanya. Laki-laki yang bodoh punya caranya sendiri untuk menghadapi masalahnya. Laki-laki yang pintar pun punya cara jitu untuk meredakan amarah wanitanya. Masalahnya, kaum laki-laki sekali berbuat kesalahan, akan dinilai sama saja dengan laki-laki lainnya. Itu bukan perihal adil dan gak adil, tapi kodrat.

Finally, daripada merasa paling mengerti bagaimana perasaan perempuan, saya cenderung tidak melakukan apa-apa yang mereka inginkan. But, yang terpenting adalah, bertanggungjawab.

Artikel di atas masih bisa disalah-salahkan, jadi, silakan dikoment ya!

 

Facebook Comments