terkadang seseorang kehabisan judul, mencarinya ke sana-ke mari, untuk sekadar menamai sebuah puisi baru yang akan melipat dan menyembunyikan dirinya di rimbun padang kata-kata. semakin dalam, semakin cahaya. mesti pandai menyamar; tiada dikenali siapapun bahkan oleh burung-burung yang betah bersarang di puisinya sendiri selama ini. demikianlah rahasia bercakap paling abadi, seutas ucap tanpa bunyi. kata-kata yang mati lalu tumbuh kembali. sebab mempelajari dan mencintai kalimat efektif, kini seseorang itu selalu merasa asing setiap kali memasuki pintu puisi. maka, ia pun mulai mahir menyusun ruang, sedikit demi sedikit, untuk nyenyak dan tidak memikirkan judul apa yang seharusnya layak diberikan untuk puisi ini.

Ciputat, 2021


MULA-MULA SEBUAH TEORI

mula-mula ia mencintai konsep dan teori besar; bahasa telah berubah menjadi hewan buas di dalam kepalanya. ia melihat langit begitu rumit dan tidak lagi sederhana. padahal, ia ingin sekali melihat langit seperti cara melihat seorang anak kecil yang lugu dan tidak memiliki penafsiran apa-apa.

mula-mula ia mencintai pengetahuan, sampai ia lupa mengajarkan seorang anak kecil bahwa alif adalah alif; bahwa alif adalah sungai panjang yang bermuara di lubuk matanya.

Ciputat, 2021

Facebook Comments