<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ESAI &#8211; asyikasyik.com</title>
	<atom:link href="https://asyikasyik.com/topik/esai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://asyikasyik.com</link>
	<description>Renyah dan Berfaedah...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Oct 2025 07:02:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://asyikasyik.com/wp-content/uploads/2019/12/cropped-asyikasyiklogo-1-1-32x32.png</url>
	<title>ESAI &#8211; asyikasyik.com</title>
	<link>https://asyikasyik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>DUA DUNIA YANG BERTEMU DI PERSIMPANGAN CINTA DAN DISIPLIN</title>
		<link>https://asyikasyik.com/dua-dunia-yang-bertemu-di-persimpangan-cinta-dan-disiplin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Edi Sutardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 07:02:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ESAI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=17765</guid>

					<description><![CDATA[DI RUANG panggung gelap, sebelum tirai terbuka, seorang aktor menahan napas. Dari dalam jiwanya getaran itu terus membuncah, sesuatu yang sukar untuk dijelaskan, antara gugup dan haru, antara cinta dan kewajiban. Di momen itu, dua dunia bersentuhan: seni sebagai cinta dan profesi sebagai disiplin. Teater, sejak awal, memang selalu hidup di antara keduanya. Ia lahir [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KOTAK PANDORA: GELISAH POLITIK KESENIAN</title>
		<link>https://asyikasyik.com/kotak-pandora-gelisah-politik-kesenian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zalyan Shodiqin Abdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2025 07:32:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ESAI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=17454</guid>

					<description><![CDATA[KEMUNCULAN  Sainul Hermawan di 2 Agustus tadi, nampaknya telah membuka kotak pandora: menguarnya narasi polarisasi seniman pada wacana publik—sejak itu&#8230;.Novyandi Saputra memilih bungkam. Diamnya Novy memunculkan pertanyaan: apakah ia tengah menahan diri, atau masih menunggu momen ngopi bareng? Sebab, jika kita telusuri keseluruhan esai Novy di asyikasyik.com, dia tidak perlu bersemedi. Tudingan Sainul justru terburu-buru: [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DEWAN KESENIAN DAN SEANDAINYA SAYA KEPALA DAERAH</title>
		<link>https://asyikasyik.com/dewan-kesenian-dan-seandainya-saya-kepala-daerah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nasrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 02:38:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ESAI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=17448</guid>

					<description><![CDATA[SAYA menikmati wacana tentang Dewan Kesenian (DK) Banjarbaru yang dipicu beberapa tulisan Noviyandi Saputera di asyikasyik.com. Sainul Hermawan mengkritik tulisan itu sebagai perkara tarang pada siang (Panggung Politik Kesenian, 2/8). Sebelumnya, Zalyan Sodiqin Abdi memantik dengan istilah “gesekan narasi” (Nyala Revolusi di Ibukota Banjarbaru Berapi-api, Banjarmasin Berani, 25/7). Novyandi Saputra secara defensif berkilah “bukan semata-mata [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DIALEK-TIKA BANJAR: BERPIKIR TERBUKA, YA!</title>
		<link>https://asyikasyik.com/dialek-tika-banjar-berpikir-terbuka-ya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hajrian Syah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2025 04:27:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ESAI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=17444</guid>

					<description><![CDATA[KETIKA menulis ini, pagi ini saya sedang di Jogja. Pelan dan pasti, kenangan akan &#8220;dialektika&#8221; tumbuh merayap di kepala. Beli buku, menghadiri pameran, diskusi, nonton orang debat berapi-api, menyimak resapan pengetahuan membasahi jiwa. Jogja yang lucu-lucu ketika asyik berbual kolektif, yang panas kepala ketika diskusi, dan suntuk &#8220;sergep&#8221; ketika bekerja atau berkarya. Itulah yang saya [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PANGGUNG POLITIK KESENIAN</title>
		<link>https://asyikasyik.com/panggung-politik-kesenian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sainul Hermawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2025 23:19:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ESAI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=17428</guid>

					<description><![CDATA[SETELAH membaca beberapa esai Novyandi Saputra tentang Dewan Kesenian Banjarbaru (DKB) dengan suka cita, akhirnya saya menemukan satu alinea dari esainya yang dirilis pada 31 Juli 2025, yang bisa menjadi pintu masuk ke dalam gagasannya. Esai itu sebagai respons terhadap Zal dan Hajri. Bagi saya, esai terakhir itu sebagai rangkuman puncak dari esai-esai sebelumnya. Berikut [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SUNYI YANG TUMBUH DI ATAS ABU: PUISI KALIMANTAN, DAN LUKA YANG TAK SELESAI</title>
		<link>https://asyikasyik.com/sunyi-yang-tumbuh-di-atas-abu-puisi-kalimantan-dan-luka-yang-tak-selesai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Iqbal]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2025 03:15:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ESAI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=17404</guid>

					<description><![CDATA[AKU membaca dua puisi itu pada sebuah siang yang gerah, dengan langit keruh laksana wajah yang terlalu lama menahan air mata. Judulnya “Di Mana Kau Ibnu Hajar”. Puisi ini merupakan panggilan lirih yang mengembara dari halaman kertas ke udara yang pekat asap. Di sebelahnya, puisi lain berbunyi: “Gambut”. Keduanya ditulis oleh YS Agus Suseno (1964-2024), [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KAOS YANG TIDAK BERKATA-KATA, TAPI MENGETAHUI SEGALANYA</title>
		<link>https://asyikasyik.com/kaos-yang-tidak-berkata-kata-tapi-mengetahui-segalanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Iqbal]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2025 02:09:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ESAI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=17392</guid>

					<description><![CDATA[PALANGKA Raya di suatu sore nan lambat. Kota ini lebih sering bicara lewat rintik hujan dan gemerisik angin kemarau nan panjang ketimbang kata-kata. Aku duduk di teras rumah, mengenakan kaos oblong biru yang mulai memudar warnanya. Tak ada yang istimewa dari kaos ini. Tak berlabel, tak bergambar, tak punya cerita yang bisa dijual. Namun setiap [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UPAYA MEMBUMIKAN CERITA</title>
		<link>https://asyikasyik.com/upaya-membumikan-cerita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Benny Arnas]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Feb 2025 18:12:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ESAI]]></category>
		<category><![CDATA[BENNY ARNAS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=16601</guid>

					<description><![CDATA[KITA mulakan tulisan ini dari pertempuran laut terbesar pertama yang terekam dalam sejarah; Pertempuran Salamis. Dua kekaisaran besar—Persia dan Yunani—terlibat dalam kecamuk yang terletak di selat sempit yang memisahkan Pulau Salamis dan Pelabuhan Pireus. Perang yang berlangsung pada 28 September 480 SM itu akhirnya dimenangkan oleh Yunani melalui tipu daya, suatu kualitas yang selalu dibangga-banggakan kaum [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TRAGEDI SAMPAH, ANOMALI PERILAKU</title>
		<link>https://asyikasyik.com/tragedi-sampah-anomali-perilaku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Noorhalis Majid]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Feb 2025 09:07:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ESAI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=16620</guid>

					<description><![CDATA[SEPERTI halnya rokok, semua yang merokok tahu bahaya merokok. Di bungkusnya ada gambar menakutkan, seorang yang lehernya bolong karena merokok, atau tubuh tinggal tengkorak dimakan bahaya rokok. Sekali pun demikian, orang tetap saja merokok. Artinya, jangan kira yang merokok tidak paham bahaya merokok. Demikian halnya kejahatan, jangan kira pelaku kejahatan tidak tahu bahwa berbuat jahat [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GUS MIFTAH DAN DAKWAH YANG MERENDAHKAN: SEBUAH KRITIK DARI PERSPEKTIF TEOLOGI ANTROPOSENTRIS</title>
		<link>https://asyikasyik.com/gus-miftah-dan-dakwah-yang-merendahkan-sebuah-kritik-dari-perspektif-teologi-antroposentris/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhel Fikri]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Dec 2024 03:50:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ESAI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=16355</guid>

					<description><![CDATA[DAKWAH, sebuah kata yang begitu sering kita dengar, namun terkadang maknanya terasa begitu jauh dari realitas. Bukankah seharusnya dakwah menjadi oase penyejuk, menyampaikan ajaran agama dengan kelembutan dan kebijaksanaan? Namun, menyaksikan fenomena Gus Miftah, saya merasa ada yang tersendat dalam pemahaman kita tentang dakwah. Candaannya yang kerap kali merendahkan martabat individu, seperti kasus pedagang es [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
