Kamis, 29 Juli 2021





CERPEN

AKU MENJEMPUTMU DI KURUSETRA

KURUSETRA tak ubahnya seperti tubuh seorang gembel tua—kotor dan kadang menakutkan. Ia menebar aroma busuk sepanjang hari. Aroma yang berasal dari tumpukan mayat-mayat manusia...

DIA SEORANG BOSUN

ALI MUNAWAR terbangun karena air liur yang merembes ke sudut bibirnya. Bibirnya bergerak-gerak dan menimbulkan suara seperti seorang anak yang sedang menyesap es mambo....

INI ADALAH CERPEN

Tuan penulis duduk memandang ke jendela yang kacanya tembus taman samping rumahnya yang tak lagi terawat setelah istrinya mati—tak lama setelah dia kembali dari...

SURAU USANG BANDARBAKAU

SUDAH beberapa kali Tok Wis mencoba menahan massa untuk tidak lekas percaya dengan segala bentuk tahayul semisal tuyul, kuntilanak yang mati beranak, dan omong...

CERPEN: DARI KRANGGAN KE KRAPYAK WETAN

KEADAAN sedang sulit. Masa pandemi Covid 19 yang sudah berlangsung lebih setahun, membuat Yuzak bagai terkepung musuh yang tidak kelihatan. Sebagaimana Yuzak, hampir semua...

CERPEN: BULAN DAN KEMBALI MELAUT

Gelap baru saja beranjak disertai derap langkah kaki yang beriringan di atas tanah berdebu ketika para nelayan menuju garis pantai tempat perahu-perahu kecil berbaris....

MENANGISI BATANG PISANG

“Kalau kamu gitu terus cepat kamu mati! Kamu kira mati itu enak!” Naq Nurnep tengah memasukkan beberapa pelepah kelapa kering ke dalam lubang tungku....

TANAH PERANG

“Sudah sekian lama kita berlayar, tapi kenapa lautan seperti masih menyimpan amarah, tak pernah kita temui keadaan laut sedang tenang.” “Barangkali laut juga ikut marah...

LELAKI, BUKU, DAN JUTAAN KATA DI MATANYA

Aku melirik arloji di pergelangan tangan. Sudah dua jam aku berada di tempat ini. Kuhidu udara. Meloloskan sekian banyak oksigen untuk memenuhi paru-paru. Wangi...

FAQIH YANG KESEPIAN

LELAKI muda itu berjalan sendiri, menyusuri trotoar pertokoan yang ramai sekali. Langkahnya cepat dan tegap. Pandangan ke jemari kaki menatap. Orang-orang yang berpapasan menyeruak...