<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PUISI &#8211; asyikasyik.com</title>
	<atom:link href="https://asyikasyik.com/topik/sastra/puisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://asyikasyik.com</link>
	<description>Renyah dan Berfaedah...</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Jun 2024 11:22:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://asyikasyik.com/wp-content/uploads/2019/12/cropped-asyikasyiklogo-1-1-32x32.png</url>
	<title>PUISI &#8211; asyikasyik.com</title>
	<link>https://asyikasyik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>UPACARA TEPUNG TAWAR, TALANG MAMAK; PUISI-PUISI RAUDAL TANJUNG BANUA</title>
		<link>https://asyikasyik.com/upacara-tepung-tawar-talang-mamak-puisi-puisi-raudal-tanjung-banua/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raudal Tanjung Banua]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jun 2024 11:22:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PUISI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=15146</guid>

					<description><![CDATA[Upacara Tepung Tawar, Talang Mamak Di tengah rumah tegak balai-balai dengan atap selembayung Tempat perahu roh akan dilayarkan Menuju nirwana —pertanda roh berkampung berpetala. Jelai menjuntai bagai tali temali akan mengikat ingatan Antara ia yang pergi dan mereka yang tinggal. Tamu-tamu mulai berdatangan Pak Dukun telah tiba lebih dulu. Ketika para pendoa itu dijamu dengan [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PUISI-PUISI TERJEMAHAN SAUT SITUMORANG</title>
		<link>https://asyikasyik.com/puisi-puisi-terjemahan-saut-situmorang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saut Situmorang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Apr 2024 09:30:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PUISI]]></category>
		<category><![CDATA[PUISI MANCANEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[SASTRA]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi Terjemahan Saut Situmorang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=14696</guid>

					<description><![CDATA[SAHABAT Asyik yang budiman, puisi-puisi edisi kali ini adalah karya Mahmoud Darwish yang diterjemahkan oleh Saut Situmorang. Mahmoud Darwish (1941–2008) merupakan penyair terbesar Palestina. Darwish memakai Palestina sebagai metafor hilangnya Taman Firdaus, kelahiran dan kelahiran-kembali, dan derita kehilangan dan eksil. Dia digambarkan sebagai inkarnasi dan refleksi dari “tradisi penyair politik dalam Islam, manusia aksi yang memakai puisi [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>YANG KETIGAPULUH SATU KALINYA; PUISI-PUISI FAHMI FAQIH</title>
		<link>https://asyikasyik.com/yang-ketigapuluh-satu-kalinya-puisi-puisi-fahmi-faqih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fahmi Faqih]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Mar 2024 09:14:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PUISI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=14661</guid>

					<description><![CDATA[Yang Ketigapuluh Satu Kalinya ―Buat Ella Untuk ketigapuluh satu kalinya Ia datang lagi padamu. Ia pewarta yang baik. Dan aku, juga kawan-kawan kita Selalu suka padanya. Tapi ini kunjungannya Yang ketigapuluh satu Dengan kabar paling buruk Di antara sekian kabar Yang pernah dibawanya. Meski aku, juga kawan-kawan kita Tetap setia mencintainya. Kunjungan ketigapuluh satu Adalah [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SEPANJANG JALAN PULANG; PUISI-PUISI NAILIYA NIKMAH</title>
		<link>https://asyikasyik.com/sepanjang-jalan-pulang-puisi-puisi-nailiya-nikmah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nailiya Nikmah JKF]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Mar 2024 08:47:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PUISI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=14589</guid>

					<description><![CDATA[Pada Hari Kepergianmu, di Bawah Sebatang Pohon Rambutan &#8211;-Kepada Wanyi Mandarung Di bawah sebatang pohon rambutan, bersama iringan doa para pelayat aku berdiri menatapmu. Seketika semua tentangmu telah menjadi kenangan. Bersahut-sahutan riuh di kepala. Malam itu, kaurebah dalam sunyi setelah sekian jalan ditempuh. Layar sudah diturunkan. Lakon telah usai dimainkan. Tiba masanya cerita menjadi sejarah. [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IBEL DAN BABY WALKER</title>
		<link>https://asyikasyik.com/ibel-dan-baby-walker/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A. Warits Rovi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2023 08:48:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PUISI]]></category>
		<category><![CDATA[SASTRA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=10623</guid>

					<description><![CDATA[IBEL DAN BABY WALKER kau temukan bumi seukuran pantatmu duduk dan berdiri mencari matahari, kau tersenyum saat tubuhmu kaukayuh bergerak pelan alangkah senang seperti bulan melewati sebuah halaman beraroma kembang, lalu kau menatap lampu kedip yang beriring suara musik antara heran dan bahagia begitulah memang, Bel, wajah dunia antara heran dan bahagia antara kelam dan [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MENGINGAT JEE</title>
		<link>https://asyikasyik.com/mengingat-jee/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Daffa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2023 09:46:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PUISI]]></category>
		<category><![CDATA[SASTRA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=10171</guid>

					<description><![CDATA[MENGINGAT JEE kumasuki doa-doa, ketika tahun menemukan bagian lain dari diriku mengupasnya satu demi satu. musim masih hijau, seperti minggu ketika kau pergi melenggang dengan puisi-puisi penuh hujan kupanggul malam yang sendiri, kubaca kembali kesunyian kini antara tahun mengupasku hingga tersisa ilusi kepulangan hanya alamat tak pasti dengan kalimat-kalimat berduri menikam bagian lain dari diriku, [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IRONI RANTAU ITU-ITU LAGI</title>
		<link>https://asyikasyik.com/ironi-rantau-itu-itu-lagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Anugrah Gio]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2022 09:11:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PUISI]]></category>
		<category><![CDATA[SASTRA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=10140</guid>

					<description><![CDATA[IRONI Sayap televisi berwarna rumah tangga patah jadi seribu mimpi. Telepon seluler yang melihatnya menjerit-jerit minta bantuan kepada ibu satelit yang sedang sibuk menyuapi antena, sibuk mencuci kabel, sibuk mengepel sinyal di sebuah rumah yang letaknya berada di balik selembar gunung berukuran 8.098.765.432.123 centimeter. Tapi televisi tidak menangis meski sayapnya patah, meski telepon seluler menjerit, [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LULLABY</title>
		<link>https://asyikasyik.com/lullaby/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Afwillah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2022 07:39:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PUISI]]></category>
		<category><![CDATA[SASTRA]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=9975</guid>

					<description><![CDATA[LULLABY I Aku berjalan di tepi 23 Mei 1997 Berhenti sejenak di pinggiran sungai Kuin Yang memantulkan cakrawala kemerahan Angin berhembus lirih Dan kembang melati berjatuhan Di sepanjang galur memutih Aku hendak mencari saudaraku Di balik puing gereja Atau di antara manekin hitam Pertokoan yang hangus terbakar Di jalan, orang-orang merayakan tuhan Pemilihan, kekuasaan, dan [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SINONIMI</title>
		<link>https://asyikasyik.com/sinomini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Saiful Bahri]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2022 03:44:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PUISI]]></category>
		<category><![CDATA[SASTRA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=9656</guid>

					<description><![CDATA[SINONIMI Malam mengajak ia bermalam di laut. Laut menyuruhnya berdiam di rumah hitam. Tak pernah janji menukar ingatan kayu. Ikan-ikan yang tertangkap menaruh goresan kail pemancing. Ujung malam tiba di altar sejadah Subuh. Ingatan menjadi alibi. Berserah gundah gulita pada serumpun padi-padi yang menguning. Sudah saatnya puisi laut mengalir ke samudra. Berdayung diksi-diksi patah hati. [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>EPISODE HARI MINGGU</title>
		<link>https://asyikasyik.com/episode-hari-minggu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Daffa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Aug 2022 02:33:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PUISI]]></category>
		<category><![CDATA[SASTRA]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi Minggu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=9530</guid>

					<description><![CDATA[EPISODE HARI MINGGU hari minggu datang padaku dibawakannya puisi-puisi yang penuh tanda seru, “penuhi aku dengan hujan paling merdu, lepaslah keyakinan yang melekat pada pakaian, biarkan kita menjelma keramaian, berpagut aroma bulan merah jambu!” hari minggu datang padaku membawa puisi-puisi pencemburu “betapa bucinnya rindu ingin menempuhmu selalu, beriring bulan yang genapkan haru. betapa bucin jari-jemari [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
