<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SENI &amp; BUDAYA &#8211; asyikasyik.com</title>
	<atom:link href="https://asyikasyik.com/topik/seni-budaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://asyikasyik.com</link>
	<description>Renyah dan Berfaedah...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Nov 2026 09:22:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://asyikasyik.com/wp-content/uploads/2019/12/cropped-asyikasyiklogo-1-1-32x32.png</url>
	<title>SENI &amp; BUDAYA &#8211; asyikasyik.com</title>
	<link>https://asyikasyik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>FESTIVAL TEATER BAHASA BANJAR II (6): SEROJA, PENONTON TAK TAHAN</title>
		<link>https://asyikasyik.com/festival-teater-bahasa-banjar-ii-6-seroja-penonton-tak-tahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zalyan Shodiqin Abdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2026 09:22:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[CATATAN]]></category>
		<category><![CDATA[SENI & BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=18580</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Kaget juga tadi&#8230;. Saya kira ada apa, kah!&#8221; TEATER Seroja adalah grup termuda dari total delapan belas peserta yang mengikuti Festival Teater Bahasa Banjar II, di Taman Budaya. Grup teater dari SMPN 2 Banjarmasin ini mendapat giliran tampil di hari terakhir festival, Minggu (25/10), dengan lakon Antara Hidup wan Sida.  Di atas pentas terlihat sebuah [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HENING DAN BERISIK: LUKA DOMESTIK ANAK DALAM LAKON &#8220;DIJJAH&#8221;</title>
		<link>https://asyikasyik.com/hening-dan-berisik-luka-domestik-anak-dalam-lakon-dijjah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Musa Bastara]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2026 09:02:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[CATATAN]]></category>
		<category><![CDATA[SENI & BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=18576</guid>

					<description><![CDATA[Lakon realis berbahasa Banjar karya Hidayatul Fikrie mengajak penonton duduk di ruang tamu yang sama dengan Dijjah, untuk melihat apa yang ia lihat setiap hari. Sebuah konflik domestik. ADA dua jenis keheningan. Pertama, ketika tidak ada satu kata pun yang diucapkan. Yang kedua, ketika rentetan kata-kata justru sedang digunakan&#8230;&#8221; Dramawan Inggris Harold Pinter menulis kalimat [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FESTIVAL TEATER BAHASA BANJAR II (5): SANGGAR MENTARI MENOLAK PENTAS MANIS!</title>
		<link>https://asyikasyik.com/festival-teater-bahasa-banjar-ii-5-sanggar-mentari-menolak-pentas-manis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zalyan Shodiqin Abdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2026 08:43:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[CATATAN]]></category>
		<category><![CDATA[SENI & BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=18572</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Teater adalah teror! Kita sedang tidak mementaskan yang manis-manis, Bung!&#8221; SIAPA yang tertawa ketika menonton lakon Barajah Bala, hari terakhir Festival Teater Bahasa Banjar (FTBB) 2026, Minggu (25/10)? Ketegangan terus mereka bangun sejak layar panggung terbuka. Serpihan kayu lapis berkelir merah membentuk kesan sebuah rumah, kelam dan dingin. Di dalam rumah, foto keluarga usang, lemari [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FESTIVAL TEATER BAHASA BANJAR II (4): HALILINTAR YANG MENJAWAB RENDRA</title>
		<link>https://asyikasyik.com/festival-teater-bahasa-banjar-ii-4-halilintar-yang-menjawab-rendra/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zalyan Shodiqin Abdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2026 07:10:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[CATATAN]]></category>
		<category><![CDATA[SENI & BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=18556</guid>

					<description><![CDATA[apalah artinya  renda-renda kesenian bila terpisah dari derita lingkungan apalah artinya berpikir bila terpisah dari masalah kehidupan? kepadamu aku bertanya&#8230; &#160; BAIT-bait terakhir Sajak Sebatang Lisong yang dibacakan WS Rendra pada Agustus 1977 di ITB rupanya mendapat jawaban dalam aksi panggung Kelompok Halilintar lewat lakon Prahara Kampung Tatah Basah. Menjadi salah satu penampil dalam Festival [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BAGAIMANA TATA PANGGUNG HIDUPKAN CERITA? DARI HUTAN MANGROVE KE BANTARAN SUNGAI</title>
		<link>https://asyikasyik.com/bagaimana-tata-panggung-hidupkan-cerita-dari-hutan-mangrove-ke-bantaran-sungai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Musa Bastara]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2026 00:28:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[CATATAN]]></category>
		<category><![CDATA[SENI & BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=18546</guid>

					<description><![CDATA[Apa bedanya teater dan film? Di film, selebar apa pun layarnya, mata kita tetap digiring kamera, ke mana sudut pandang membawa. Di teater, mata bebas berkelana. Kita bahkan boleh mengabaikan akting dan menatap ke titik lain. Tata panggung, misalnya. ITULAH yang sejenak saya rasakan saat menonton pertunjukan teater “Penjaga Batas”, Sabtu (24/10/2026) sore. Naskah karya [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FESTIVAL TEATER BAHASA BANJAR II: POCONG BENCONG, ANTARA TAWA DAN PENANDA BUDAYA</title>
		<link>https://asyikasyik.com/festival-teater-bahasa-banjar-ii-pocong-bencong-antara-tawa-dan-penanda-budaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zalyan Shodiqin Abdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2026 04:37:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[CATATAN]]></category>
		<category><![CDATA[SENI & BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=18538</guid>

					<description><![CDATA[Kursi penonton Balairung Sari penuh. Sejak awal, Pocong Bencong garapan Sanggar Prisma telah mengundang penasaran kawula muda. &#8220;DI KAMPUNG ini, lidah cepat menghakim, telinga menolak bisikan nurani. Halim dan Putri menemukan cinta di tengah hinaan dan luka; namun, cinta mereka berakhir tragis.&#8221; Begitu narasi mencekam dalam pamflet Sanggar Prisma di akun Instagram mereka, kontras dengan [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FESTIVAL TEATER BAHASA BANJAR II 2026: MEMBACA KITA DARI ATAS PANGGUNG</title>
		<link>https://asyikasyik.com/festival-teater-bahasa-banjar-ii-2026-membaca-kita-dari-atas-panggung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zalyan Shodiqin Abdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2026 04:22:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[CATATAN]]></category>
		<category><![CDATA[SENI & BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=18533</guid>

					<description><![CDATA[Tua muda menari dalam lingkaran, memantulkan ruhui Ampat Lima Lantunan Keroncong Banua; senyum Embie C Noer berbinar dalam rentak Paris Barantai, rambut putihnya melengkapi kebahagiaan. Juara boleh diumumkan, tetapi ini adalah malam kemenangan kita semua. RUANG Balairung Sari penuh; senian, tua muda berebut kursi yang sudah miring ke depan karena usia. Mereka yang tidak kebagian [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“TUHA” DAN PENGGULINGAN TAHTA SUKIBAR DI DALAM SANGGAR</title>
		<link>https://asyikasyik.com/tuha-dan-penggulingan-tahta-sukibar-di-dalam-sanggar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Musa Bastara]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2026 07:18:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[CATATAN]]></category>
		<category><![CDATA[SENI & BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=18529</guid>

					<description><![CDATA[Naskah karya Hamdani ini diadaptasi Teater Mahakam untuk Festival Teater Berbahasa Banjar II 2026 di Taman Budaya Prov Kalsel, Banjarmasin. Seorang pemimpin tua bermimpi dipaksa lengser, lalu mimpi itu menjelma menjadi kenyataan, dan akhirnya menjadi tontonan. PANGGUNG sepi. Seorang lelaki tua tertidur nyenyak. Bayang-bayang mengelilinginya, makin dekat dan keras: &#8220;Bangun, Sukibar! Turun!&#8221; Mereka menyebut Sukibar [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“MUARA”; KOLASE KEGAMANGAN ANAK-ANAK MUDA MENATAP MASA DEPAN</title>
		<link>https://asyikasyik.com/muara-kolase-kegamangan-anak-anak-muda-menatap-masa-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sandi Firly]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2026 05:16:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[CATATAN]]></category>
		<category><![CDATA[SENI & BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=18522</guid>

					<description><![CDATA[Jika kamu berharap mendapatkan kronologis atau cerita apa yang hendak disampaikan dari penampilan Teater Luminari yang mementaskan “Muara” pada hari kedua Festival Teater Bahasa Banjar (FTBB) II 2026 di Taman Budaya, sore Jumat (23/10/2026), mungkin akan kesulitan. Tetapi kamu bisa mendapatkan beberapa pesan untuk direnungkan. Jika pun ingin disimpulkan, ini adalah tentang kegamangan menatap masa [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;BAJU RIGAT&#8221;; MENELANJANGI KEMUNAFIKAN DI BALIK PENAMPILAN</title>
		<link>https://asyikasyik.com/baju-rigat-menelanjangi-kemunafikan-di-balik-penampilan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sandi Firly]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2026 03:39:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[CATATAN]]></category>
		<category><![CDATA[SENI & BUDAYA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://asyikasyik.com/?p=18511</guid>

					<description><![CDATA[Dengan pemeranan karakter yang kuat oleh para pemain, pentas “Baju Rigat” yang disuguhkan Sanggar Ar-Rumi asal Kabupaten Banjar pada hari kedua Festival Teater Bahasa Banjar (FTBB) II 2026 di Taman Budaya, Jumat (23/10/2026), berhasil menghadirkan realitas manusia munafik dengan setelanjangnya. KESUNGGUHAN sudah terlihat dari setting panggung yang menghadirkan suasana warung. Di atas dua meja lesehan [&#8230;]]]></description>
		
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
