Aigoo!!! Kabarnya drama ini belum selesai, dong. Baru sampai episode 12 sudah menampilkan keuwuan yang gak karuan. Menyimpulkan kisah drakor dari satu episode saja itu seperti melakukan perbuatan haram. Karena banyak lagi rahasia-rahasia yang bakalan diungkapkan di belakang. Namun untungnya, catatan ini bukan review, hanya membeberkan dampak psikologi salah satu karakter pemerannya saja. Arasho!

Mungkin di lain artikel kita bahas soal ceritanya, kerom youn!

Drakor ini judulnya panjang banget. Membuat saya malas memasukkannya di judul. But It’s Okey to Not be Okay masih on going di tvN dan Netflix. Jadi kita membahas prilaku sosial dan betapa gelapnya karakter Ko Moon Young (diperankan oleh Seo Ye Ji). Sesosok perempuan ‘gila’ yang menderita gangguan kepribadian anti sosial, sedikit amoral, kesepian akut, trauma masa kecil, cenderung melukai sendiri, mengarah kepada psikopat malahan. Tanpa menafikan fisiknya yang… yaa Korea banget lah, ya. Moon Young tidak mengenal cinta. Hah? Cinta? Apa itu cinta? Kami tidak mengenal yang namanya cinta. Daebak!

Ko Moon Young (Ms Ko) menjadi penulis dongeng sukses yang kaya raya bahkan dari orang tuanya yang juga penulis laris. Ia menjadi penulis dongeng untuk anak-anak yang dimetaforakan berdasarkan pengalaman di masa lalu. Setiap episodenya justru semakin menjelaskan mengapa Ms Ko begitu terobsesi dengan benda-benda tajam, maksudnya yang bisa melukai. Entah itu pisau, gunting, atau bahkan sesimpel garpu.

Pribadi yang dingin, gelap, penuh dengan misteri membuatnya melalui masa-masa pra dewasa yang kelam yang menyebabkannya antisosial. Yang dalam tanda kutip lebih tepat disebut dengan ‘kesepian’. No Family, no friend, meski secara materi begitu mencukupi. Ia juga mengidap klepto terhadap benda-benda yang dia suka.

Yang perlu digaris bawahi di sini adalah perilaku anti sosial sangat berbeda dengan introvert. Berdasarkan jurnal psikologi: Antisosial menggambarkan gangguan kepribadian yang terjadi penyimpangan perilaku dari norma-norma yang ada. Berkesinambungan, yakni terus dilakukan dari waktu ke waktu, dan mengarah pada perbuatan yang berpotensi membahayakan diri pribadi mau pun orang lain.

Sebagaimana yang dibeberkan dalam episode 9 dan 10. Adegan di mana Ms Ko mengharapkan agar Gang Tae tidak menolong kakaknya (Sang Tae) yang tergelincir di pecahan danau es dan hampir tenggelam. Gang Tae merupakan lawan mainnya yang memunyai kepribadian berlawanan, yakni lelaki depresi yang pandai menahan rasa pedih masa lalu. Harapan Ms Ko agar sang adik tidak menolong sang kakak merupakan refleksi rasa sakit. Yah, padahal dari episode awal sudah terlihat, sih tanda-tanda seperti menggores luka sendiri di tangan, betapa ia menyukai bentuk pisau, pulpen, dan upaya membunuh seorang lelaki tua di rumah sakit jiwa.

Selain itu, faktor kepribadian selama masa kanak-kanak yang terbentuk baik secara genetik maupun akibat pengaruh lingkungan juga turut serta dalam pembentukan karakter Ms Ko. Terlepas dari itu, hal lain yang memengaruhi juga terkait caranya mengamati, memahami, hubungan antar makhluk satu dengan yang lain. Kecemburuan sosial semisal tidak adanya keikhlasan atau rasa tak rela seseorang yang berteman dengan dirinya juga berteman dengan orang lain. Sebagaimana yang digambarkan pada masa kecil Ms Ko kepada Yu Ri.

Seorang antisosial justru terlihat sangat terampil dalam bersosial. Biasanya kerap memanipulatif lingkungan sekitar yang justru bertentangan dengan apa yang diharapkan. Dalam kasus lain, menjadi tidak sosial berarti tidak ingin berbicara dengan orang lain. Atau memilih dengan siapa ia nyaman untuk berkomunikasi dan berteman.

Facebook Comments