Selasa, 19 Januari 2021





[tdc_zone type=”tdc_content”]

PAMAN JANAKI KAMANAKAN MARISTAAN

PAMAN JANAKI KAMANAKAN MARISTAAN paman dangari dikami wajah ari tangah malam langit basindang hirang ujan labat saling darasan rahat jajanakannya guringan angin imbahanu manampuh maribut ujan saling darasan kada bamandakan balaluan banyu datang matan pancung gunung sasain wirai ati dikami paman'ai habang buku mata maitihi banyu mandasau saling landasan manju'ung raba manggaluhung hampai tabing bukit rumbihan kada katahanan kartak pitak wan aspal punggalan jumbatan pagatan, hatap larutan punduk lunglupan, mutur hanyutan cakada sawat maangkuti harta atawa manangkapi ingunan lamun dikami haja jatahu jua dimapa nasib panyawaan saurang hahalulung diikami pangrasa marma kuciakan bukahan badakap di tihang bapiruhutan di tawing bapingkut di tunggul ulin jibun nang naik ka hatap satuyuk nang bataduh di palapun ada jua nang takurung di rumah mampas dihantam banyu karuh hudah cakada hingkat bukah barataan nang baisi...

FAQIH YANG KESEPIAN

LELAKI muda itu berjalan sendiri, menyusuri trotoar pertokoan yang ramai sekali. Langkahnya cepat dan tegap. Pandangan ke jemari kaki menatap. Orang-orang yang berpapasan menyeruak memberi lelaluan. Tak ada yang berani dekat. Melihatnya, wajah mereka pasi dan pucat. Tiba-tiba, ia berhenti di depan sebuah toko perhiasan. Memejamkan mata, ke langit tengadah kepala. Kedua tangan terangkat, mulutkomat-kamit. Ia seperti sedang berbicara, tapi entah dengan siapa. Dari kejauhan, ia seperti seorang aktor pentas sandiwara tuna rungu yang sedang memerankan sebuah cerita. Lama ia begitu, di situ; Orang-orang menatap menunggu. Tubuhnya hebat bergetar, mulut meracau hingar-bingar; Orang-orang menanti dengan dada berdebar, pandang terbuka lebar. Mata lelaki muda...

GURU BULKINI

Aku bacaramin karap banar hudah di kaca sapiun sapida mutur, barait maitihi muhaku. Mamastiakan haja marga arinya panas jadi musti liput jalbab. Hilim hudah kupasang. Aku handak bulik ka kampung. Hidup dua puluh bulan puasa hudah, asa dandaman banar lawan kampung halaman. Bulik ini ti salajur haja kaina hampai hari raya. Tagal, nang maulah aku ngalih ni Nelly. Inya handak umpat pulang ka Rantau. Jarnya, inya handak banar umpat marasai bulan puasa di kampung, inya handak umpat hampai hari raya. Malalain haja kalu, urang haja nang jauh-jauh rumah bulik ka kampung hari raya. Nelly maka handak bahari raya di kampung...

PUISI-PUISI EKA BUDIANTA

MISALNYA TIDAK LAGI Misalnya tidak pernah lagi ke pulau ini Karena Covid-19 mencegahku datang, Atau umur tidak memungkinkan aku berlayar Menyusuri Sungai Kahayan, berziarah padamu, Mendengar lagi kau belajar bahasa Inggris, Menyambut para tamu dari benua lain; Simpanlah puisi ini sebagai bukti Engkau selalu abadi dalam jiwaku, Kalimantan. Misalnya ibukota negeriku pindah ke sini Dan aku tidak pernah mengunjungimu lagi Karena gejolak politik atau lumpuhnya ekonomi Atau memang sama sekali tak ada urusan Sebab semua keindahan ada umurnya, Semua kesibukan ada batasnya, doa pun selesai Tinggal kau dan aku mengamini kehidupan Selama matahari setia menyinari Kalimantan. © 2021 PUISI TERIMA KASIH Bagaimana lumba-lumba berterima kasih Dengan menari secantik-cantiknya Bagaimana bunga-bunga bersyukur? Berkembang dan beraroma sekuat tenaga Bagaimana manusia berterima kasih Dengan bekerja sebaik-baiknya,...

TIPS NYANTUY DI DKI BUDGET TIPIS SETIPIS JANJI MANIS

Dia gak tau kalau itu judul sudah berkali-kali ganti bongkar pasang kata, tapi ternyata tetap gak bakalan cocok dengan isi catatannya. Kata “Tipis” yang juga saya sematkan pada judul sudah auto pasti memunyai indikator yang berbeda-beda di tiap kartu debit masing-masing. Ya kali, kalau dia udah punya kartu kredit, tips? Apa itu tips! Belanja ya belanja aja, nongkrong ya nongkrong aja lah gak perlu pake mikir. Pada intinya, kalau lu emang punya uang, gak ada tuh yang namanya taps tips taps tips tutorial-tutorial aneh-aneh yang nyaranin kamu mampu bertahan hidup dengan hedon sekali nongkrong di mall dan plaza, misalnya! meski tak...

CERPEN RAFII SYIHAB: FRANZ KAFKA, 2020

Ketika Franz Kafka terbangun suatu pagi dari mimpi buruknya tentang Gregor Samsa yang berubah menjadi seekor serangga raksasa, ia begitu berhasrat untuk menulis dan menyelesaikannya menjadi cerita yang panjang. “Ini akan jadi cerita hebat!” ujarnya. Tetapi karena pagi itu ia masih didera kantuk yang luar biasa, maka ia putuskan untuk menunda menulis novel yang kelak ia beri judul Die Verwandlung tersebut dan menulis satu cerita absurd lain yang lebih ringan dan ia beri judul: 2020. Cerita itu mulanya hendak ia tulis agak panjang, tapi karena 2020 hanyalah sebuah pemanasan sebelum menulis cerita absurd yang ia yakini akan jadi cerita hebat, maka ia...

ARUH FILM KALIMANTAN 2020 USUNG TEMA “RUMAH”

Pandemi tidak boleh mematikan kreativitas. Ini pula yang terjadi pada dunia sinema di Banua. Puncak festival sinema Aruh Film Kalimantan (AFK) 2020 tetap digelar secara langsung sekaligus daring di penghujung tahun ini. Bertempat di Kampung Buku Banjarmasin, rangkaian puncak AFK yang dilangsungkan pada 26-29 Desember 2020 itu diwarnai berbagai kegiatan. Seperti kelas perfilman, screening film, hingga malam penganugerahan (awarding night) program kompetisi. Direktur AFK 2020 Munir Shadikin mengatakan, untuk kelas perfilman, pihaknya akan mendatangkan sejumlah figur yang berbeda-beda latar belakang.  Materi tentang 'keaktoran dalam film' bakal diisi Putri Ayudya, presenter Jejak Petualang, pemain teater, dan produser berbagai film kenamaan. Ada pula Andhy...

PULANG DARI RUSIA, IWAN JACONIAH LUNCURKAN “HOI!”

Iwan Jaconiah, penyair Indonesia yang masih menempuh S-3 di Rusia, meluncurkan buku kumpulan puisi berjudul “HOI!” di Restoran HokBen, Kartika Chandra Hotel, Jakarta Selatan, Sabtu (19/12). Puisi-puisinya mengusung pesan kemanusiaan tentang diaspora Indonesia di negeri Rusia. “Buku “HOI!” adalah momentum penanda dalam kiprah perjalanan kepenyairan saya. Saya mencoba memasuki sekaligus meresapi kehidupan selama merantau di negeri kelahiran sastrawan Alexander Pushkin, itu,” ujar pria asal Nusa Tenggara Timur ini lewat rilis yang dikirimkannya ke asyikasyik.com. Dikatakan, sajak-sajak dalam“Hoi!” memiliki benang merah yang saling mengikat antara satu sajak dengan yang lainnya. “Yakni, saya mencoba melihat Indonesia dari negeri seberang, yang tanpa saya sadari...

BADUT JALANAN, KETIDAKLUCUAN, DAN TRAGEDI KEMANUSIAAN

Saya tak pernah bisa menyukai badut bahkan sejak kecil. Dalam imajinasi masa kecil saya, badut adalah sosok dengan senyum yang membuat ketakutan. Sementara badut yang saya kenal di masa dewasa adalah cerita sedih tentang seseorang yang harus terkurung dalam pakaian yang begitu menyiksa karena di luar kapasitasnya, dan berpura-pura bahagia. Tapi, biar bagaimanapun, sebagian besar anak-anak menyukai badut, sebagian orang dewasa juga. Mereka menyukai keberadaannya. Seperti boneka besar hangat yang senantiasa menceriakan suasana. Kadang, selama tidak mencoba membayangkan orang di dalam badut boneka itu, saya juga bisa turut larut dalam suasana keceriaan itu. Kadang. Kesan hangat dan ceria itu masih melekat...

BUNYI BANJAR, PLEIDOI BAGI ORISINALITAS

Kita mungkin akan bertanya-tanya, seperti apa bunyi Banjar yang dimaksud dalam buku ini? Karena bunyi mengacu pada keseluruhan gelombang akustik yang masuk dalam jangkauan pendengaran manusia. Maka barangkali sirene yang menguing-nguing di kepala kita saat mobil pemadam kebakaran lewat adalah juga bunyi. Lalu sirene macam apa yang masuk dalam kategori bunyi Banjar? Apakah seperti itu bunyi yang dimaksud dalam buku ini? Bunyi sirene Banjar, bunyi klakson Banjar, bunyi ketukan palu pada paku Banjar, dan bunyi-bunyi Banjar lainnya? Setelah saya membaca bukunya, tentu saja bukan. Buku ini secara khusus membicarakan bunyi musik Banjar, yang secara berkelindan menarik, menggugah, sekaligus membingungkan. Menurut buku ini,...