Jumat, 17 Januari 2020





NOAM CHOMSKY DAN CERITA TENTANG BAGAIMANA DUNIA

BUKU yang saya bedah ini merupakan salah satu utang baca yang baru bisa dilunasi akhir tahun 2019 lalu. Buku Who Rules the World? adalah hadiah dari dosen favorit saya, Prof. Dr. Jumadi. Entah karena menduga saya tertarik pada kajian politik internasional, atau cuma karena kasihan melihat saya tak pernah bisa ikut ke toko buku yang beliau rekomendasikan, jadilah buku ini sebagai pemberian istimewa. Beliau memberikannya tahun 2017, tahun yang sama dengan cetakan buku ini pertama kalinya dalam bahasa Indonesia. Antusiasme saya terhadap buku ini mengalami pasang surut karena disela banyak pekerjaan lain. Saat akhirnya menyelesaikan membaca, terlepas dari...

KNIVES OUT; KLASIK TAPI KEKINIAN

Sebenarnya saya sedang malas menulis review film, tapi teman ini memang agak keterlaluan. Dia yang minta diajak menonton, lalu menagih-nagih ulasan. Orang ini juga pandai meneror dan mengganggu ketenangan. Jadi oke lah. Kita lihat apa ulasan ini bisa lebih dari dua tiga paragraf. Saya menantikan film Knives Out ini sudah cukup lama, semenjak proses produksinya diberitakan. Yah, siapa yang tidak tertarik melihat potongan adegan berisi Daniel Craig, Chris Evans, atau Jamie Lee. Semacam film yang sangat menjanjikan. Awalnya saya malah tidak tahu ini film detektif. Tapi yup, ini film detektif dengan detektif sesungguhnya, detektif swasta bukan detektif kepolisian....

METRO BANJAR TUTUP, HARUSKAH TERKEJUT?

SATU lagi media cetak di Kalimantan Selatan tamat. Adalah koran Metro Banjar menyusul “kakaknya”,Tabloid Bebas, tutup usia di ujung tahun. Edisi penghabisannya Selasa, 31 Desember 2019, redaksi koran kota dan kriminal itu menulis kata-kata terakhirnya dengan judul; “Cukup Satu Koran, Banjarmasin Post”. Apakah hal ini mengejutkan? Sesungguhnya, tumbangnya sebuah media cetak di era digital sekarang ini tidak lagi mengagetkan, terutama bagi kalangan jurnalis. Bahkan diyakini menjadi suatu keniscayaan, hanya soal perkara waktu. Kendati banyak pihak berharap itu tidak terjadi. Tetapi memang sulit dihidari. Hanya yang mengakar dan besar yang akan terus berusaha bertahan di tengah gelombang badai angin perubahan...

CATATAN KURATORIAL; PAMERAN SENI RUPA “BERSISIAN”

  1/ DUNIA seni rupa Kalimantan Selatan sejak awalnya memang penuh warna. Meskipun, secara umum apresiasi masyarakat tidak beranjak jauh dari gaya realistik (realisme).Padahal sejak dini, pada masa Sholihin, gaya impresionistik dan ekspresionistik telah dicoba, seiring perkembangan seni rupa modern Indonesia. Pasca Sholihin, Misbach Tamrin pernah mencoba-terapkan gaya impresionistik, kubistik dan, terakhir—hasil pergulatannya bersama Sanggar Bumi Tarung—(apa yang disebutnya) realisme revolusioner. Seiring waktu gaya melukis yang selalu dikaitkan dengan mazhab tertentu, atau yang biasa disebut secara umum “aliran”, sudah tak begitu relevan lagi dibicarakan, mengingat perkembangan seni rupa telah keluar dari kerangka estetika sempit terkait (sekadar) hal-hal teknis. Persinggungannya yang...

HIDANGAN PENUTUP ITU ADALAH ANZING

DULU saya diajari oleh seorang guru saya tentang ekosistem sebuah pertunjukan. Bagaimana semua hal terkait, baik internal hingga eksternal memiliki peranan penting dan tidak ada yang saling mengalahkan. Bahkan beliau menggambarkan bagaimana seorang penarik tali tirai panggung pertunjukan harus melakukannya dengan serius agar tidak terjadi kesalahan sedikitpun demi menjaga intensitas dan efektifitas pertunjukan. Guru saya ini juga mengajarkan bagaimana memposisikan pertunjukan sebagai sesuatu yang sakral dari semua rangkaian acara. Dan perbicangan saya dengan guru saya itu hingga kini saya pertahankan menjadikan penonton yang datang dan membayar pertunjukan sebagai raja yang harus mendapatkan hal yang mereka inginkan dari pertunjukan. Setelah...

RELASI KUASA DALAM PUISI AGUS SUSENO

MENJADIKAN puisi sebagai ekspresi pengungkapan pikiran dan perasaan telah lazim kita mafhumi. Pada situasi tertentu, ia adalah alat perlawanan. Kata-kata adalah senjata, dan penyair yang jeli tahu kapan senjata itu bisa digunakan. Sejumlah penyair dipenjara, dikucilkan, atau bahkan hilang karena puisi-puisinya. Daren Tatour, penyair perempuan Palestina ditangkap Israel karena puisinya. Kay Khine Tun dan empat kawannya juga ditangkap militer Myanmar karena membuat dan membacakan puisi yang berisi sindiran pada rezim militer. Di Indonesia kita ingat kasus pemenjaraan W.S. Rendra karena puisi-puisinya yang kritis dan Widji Thukul yang hilang tahun 1998 karena puisi-puisinya yang mengkritik pemerintah Orde Baru.            ...

MENGAPA DISEBUT HIDUNG BELANG?

Suatu hari di tahun 1629, Batavia digegerkan oleh skandal dua sejoli; Sara Specx dan Pieter J Cortenhoeff. Sara atau sering dipanggil dengan nama Saartje, adalah putri pejabat VOC bernama Jaques Specx, hasil pergundikannya dengan seorang wanita berkebangsaan Jepang. Begitu Sara lahir, sang ayah menitipkannya kepada Gubernur Jenderal VOC di Batavia, Jan Pieterzoon Coen yang kemudian menjadikannya anak angkat dan menyerahkan pengasuhannya kepada istrinya; Eva. Memasuki usia 13 tahun, Sara tumbuh bak mawar mekar dengan wajah yang menyiratkan perpaduan antara Timur dan Barat. Ia menjadi buah bibir. Yang mendambanya tak hanya kalangan sinyo, tapi juga para calon perwira muda...

PEMENTASAN KARNA SENDRATASIK BERKARYA 9*

Awal tahun 2020, Banua Banjar akan disuguhi pertunjukan seni cukup besar. Pendidikan Sendratasik menggelar kegiatan “Sendratasik Berkarya” di Open Space Universitas Lambung Mangkurat, dari tanggal 1 sampai 4 Januari 2020. Ada yang berbeda dalam pementasan keSembilan Sendratasik yang digelar selama empat hari ini. Tak hanya pertunjukan, tapi juga diisi lomba-lomba, panggung apresiator, guest star, dan bazar. Pada malam pembukaan , 1 Januari, ada penampilan flashmob dari Sendratasik Berkarya 9. Dan hari terakhir, 4 Januari, menjadi malam puncak dengan pementasan “Karna”. Konseptor pergelaran Jaelani Abdi menerangkan,Wayang Kulit Banjar menjadi tema yang diangkat pada pementasan kali ini. Berangkat dari kisah Mahabrata...

MAAF, KAMU TERLALU BAIK BUAT AKU

Entahlah apakah metode penolakan gaya klasik seperti ini masih terfungsikan dengan baik di era kaum rebahan saat sekarang. Konon rumornya, era pendekatan terhadap pasangan sudah berevolusi. Perkenalan semakin mudah dengan keberadaan media sosial dan internet tenu saja. Berbagai platform tercipta tak sekadar untuk bersilaturahmi tetapi juga memperluas jaringan pertemanan di dunia maya, yang positifnya juga memperluas ikatan pertemanan di dunia nyata. Ya negatifnya tetap ada lah, ya. Kemudian, pada fase berikutnya, insan muda yang sedang kasmaran atau sedang dalam program mencari pasangan mulai merangkap menjadi wartawan. Jika ia seorang cowok yang lagi magang di kantor berita, pertanyaannya tak...

HUDAN NUR; PUISI, PENYAIR, DAN SASTRA YANG TERORGANISIR

“Aku kira Hudan itu laki!” kalimat yang paling banyak terlontar di beberapa kalangan awam. Awam dari literasi di lokal pride, bahkan yang umum skala Indonesia bisa jadi. Bagi yang baru mengenal Hudan melalui karya puisi namun belum melihat siapa yang menulisnya, mungkin kuat sekali menyangka kalau Hudan adalah cowok. Juga buku-buku puisi Hudan dan kumcer yang berapa bulan terakhir terbit beriringan layaknya kakak-beradik. Catatan ini akan semakin renyah pada bagian tengah hingga bagian akhir. Renyah-renyah, ancur. Jika menelaah kekaryaan seorang Hudan dalam tekstual, susunan kalimat dan penggunaan kata-katanya seolah menembus batas literasi yang umum, kalau saya lebih-lebihkan. Sebab...