Minggu, 22 September 2019





SEMENTARA, HUJAN BELUM JUGA TURUN…

BELAKANGAN ini, kabut asap yang mengelambui Kalimantan dan Sumatera memang sudah keterlaluan. Jarak pandang waktu pagi teramat pendek, kadang sependek pikiran orang yang frustasi. Saluran napas kesat, kering, dan perih. Mata juga pedih. Dada jadinya sesak. Semakin terasa menyesakkan lagi ketika pertolongan yang diharapkan dari pengelola negeri ini tak cukup memadai. Sementara doa-doa sudah dipanjatkan, namun Tuhan rupanya belum berkenan menurunkan hujan. Entah ujian, atau semata kesialan. Perkara kabut asap yang bisa dipastikan melanda bila kemarau begitu panjang mengeringkan rerumputan, pohon, semak, lahan, dan hutan, ini hanya semakin menunjukkan bahwa sejauh ini belum ada mekanisme pertahanan untuk mengantisipasi...

CERITA PENAMBANG EMAS DAN ASAL-USUL JEANS

1848 – 1885, adalah masa yang dinamakan gold rush setelah James W Marshall menemukan emas di Sutter’s Mill, Coloma, California. Berita penemuan emas yang telah menyebar ke mana-mana itu mengundang ratusan ribu orang dari berbagai penjuru baik dari dalam maupun luar Amerika untuk datang mengadu peruntungan. Oleh Löb Strauß, nama yang hari ini kita kenal dengan Levi Strauss, peristiwa itu dibaca sebagai peluang bisnis untuk penjualan kain tenun, gunting, benang, kancing, selimut, dan pakaian dari bahan kanvas. Bersama David Stren, iparnya, Strauß lantas memasok barang-barang kebutuhan itu ke toko-toko di sepanjang pesisir barat. 1871, seorang istri pekerja tambang...

Y.S. AGUS SUSENO: KRITIK SAYA SEPERTI MEMBUANG LIUR BASI

Y.S. Agus Suseno, menyebut nama itu, belakangan ini kita akrab dengan postingan kritik-kritiknya di facebook dalam bahasa Banjar. Pendek, singkat, tajam, namun juga tak kehilangan selera humor khas Banjar. Seperti senyum yang getir. Bagai jurus mabuk, “pang parahu, siapa kana kada tahu”, postingan pendek itu tak sekalipun menjurus atau menyebut intansi atau nama yang menjadi sasaran tembaknya. Tetapi yang membaca, terutama yang paham bahasa Banjar, bisa saja mengalikan ke mana arah bidikannya. Tiap hari, atau dalam sehari beberapa kali, dia membuat postingan semacam itu. Konsistensi. Tugul. Daya tahan inilah yang akhirnya membuat dirinya lekat dalam benak kita sebagai seorang...

HARUSKAH KITA TAKUT PADA SEBUAH FILM?

BEBERAPA tahun silam, saya membaca buku James Yee, seorang chaplain (pendamping spiritual) para narapidana di Guantanamo. Ia menulis buku itu bukan sebagai seorang chaplain, tapi sebagai tahanan karena dia muslim dan dicurigai atas sesuatu (saya lupa apa). Saya tidak akan menceritakan segenap penderitaan yang dialami James Yee, tapi ada satu bagian yang saya ingat dari buku itu. Kisah tentang anak-anak belia yang ditahan di sana dan mereka secara terpisah disuruh menonton film Cast Away secara berulang. Tahu Cast Away, bukan? Itu lho, film masyhur Tom Hanks yang terombang ambing di pulau tak berpenghuni. Agaknya film ini mengawali jenis...

SOAL REMEH TEMEH IBU KOTA NEGARA, DAN HAL (GAK) PENTING LAINNYA

YA udah, pindah aja dulu… Kira-kira gitulah (pasti bukan gitu) keputusan mengapa ibu kota negara akhirnya dipindah. Pilihannya wilayah Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Kutai Kartanegara dan sebagian di Kabupaten Penajam Paser Baru. Soal bagaimana duit buat pindahan yang mencapai 466 triliun, bagaimana memobilisasi ASN di Jakarta boyongan ke ibu kota baru, bagaimana nasib kantor, bangunan, dan gedung yang ditinggalkan pegawainya, itu bisa dipikir sambil jalan. Lagi pula kan, pindahannya tidak langsung “besok”. Di luar urusan ribet itu, termasuk juga keribetan bagaimana menyiapkan ibu kota negara baru, mulai dari soal lahan, pembangunan infrastruktur, menyiapkan SDM, dampak lingkungan, ekonomi, sosial...

JAMIE CULLUM DAN JAZZ YANG CURHAT

SAYA mengenal jazz sebagai musik yang menyenangkan ketika pada kali pertama seseorang mengenalkan saya pada Jamie Cullum. Begitulah, Jamie adalah musisi jazz asal London yang muda,  suaranya bagus, dan jazz-nya easy listening. Jamie –mengambil istilah seorang guru Saya- mendekonstruksi jazz klasik, mencampurnya dengan warna musik lain seperti pop dan R&B sehingga lebih catchy di telinga manusia milenial yang jauh dari cerita suram tentang beratnya perburuhan Amerika Serikat abad 19. Orang-orang menyebutnya overcross jazz. Musisi jazz model Jamie Cullum ya banyak. Dekonstruktor-dekonstruktor musik jazz selalu ada mengimbangi aliran jazz murni. Dia tidak luar biasa sekali, meskipun di antara yang banyak...

SEKETUS KOPI DAN SEKETIKA TERCETUS LAINNYA

Jika saja, Ucok menerima panggilan interview dari sebuah Bank di Indonesia pada pergelutan hatinya pasca kuliah beberapa tahun lalu, mungkin sekarang sudah duduk santuy pada sebuah kubikel. Melayani para nasabah. Menerima gaji pasti di setiap bulan. Jenjang karier yang menjanjikan, dapat penghargaan saat kinerja memuaskan, dan bonus di akhir tahunan. But, tentu saja semua itu tidak terjadi. Seandainya saja pada akhir 2015 itu Ucok menanggalkan semua keinginannya untuk masuk ke ranah bisnis kopi di Banjarbaru, mungkin Seketus Kopi juga tak akan pernah ada. “Ulun belum sukses!” jawaban pertama darinya saat saya utarakan keinginan untuk menulis cerita ini. Lah,...

WAJAH SENI RUPA YANG (HANYA) TERSEMBUNYI DI SUDUT GELAP

WAJAH itu belepotan cat. Dilingkupi gelap. Hanya warna-warna cat, dan tangan yang menutup sebagian wajahnya yang terlihat terang. Juga sebiji mata kanan yang menyorot ke depan. Tampak begitu ekspresif, sekaligus magis. Self Portrait. Itulah judul lukisan karya Akhmad Noor (Banjarmasin), salah satu karya lukis yang dipajang dalam  Pameran Seni Rupa Banjarmasin 2019 bertema “Topeng”, berlangsung 15-18 Agustus di Gedung Warga Sari, Taman Budaya Kalsel. Tidak kurang dari 30 lukisan dipamerkan, karya dari 11 perupa Kalimantan Selatan. Melihat karya-karya yang dipamerkan berdasarkan kurasi pelukis Misbach Thamrin ini, Kalsel sesungguhnya memiliki potensi para pelukis dengan masa depan cukup cerah. Jika Anda sempat...

INILAH PARA JUARA LOMBA BACA PUISI “JANGAN BENTAK SUNGAI KITA”

BERAKHIR sudah rangkaian Lomba Baca Puisi dengan tema “Jangan Bentak Sungai Kita” yang digelar Akademi Bangku Panjang, Mingguraya, Banjarbaru. Dimulai dengan  Lomba Menulis Puisi, dilanjutkan Seleksi  Video Baca Puisi yang diikuti sebanyak 64 peserta dari seluruh Kalsel pada bulan lalu, kemudian terpilih 13 orang sebagai peserta Lomba Baca Puisi yang pada Sabtu (17/8/2019) langsung bertanding membaca di hadapan dewan juri di panggung bundar Mingguraya. Dimulai sekitar pukul 10.30 Wita, satu per satu peserta membaca puisi “Sungai Kita” karya Trisia Chandra yang sebelumnya merupakan pemenang Lomba Menulis Puisi yang masih rangkaian dari lomba ini. Rata-rata peserta, karena memang sudah hasil...

KOPI DAN ILUSI BERPERADABAN

Saat mencoba mesin roasting barunya, suami datang dengan sekantong biji kopi. Kopi Tambora ujarnya. Setelah prosesi roasting (memanggang biji kopi) dan grinding(menggiling biji kopi) yang entahlah bagaimana itu, antusiasmenya tampak menggebu. Dia bilang, ada rasa –dan bau- lemon yang kuat dalam kopi Tambora itu. Lalu, apa peduli saya? Bukankah semua kopi Arabica memang punya acidity (keasaman) yang kuat. Dari situ kuliah panjangpun dimulai. Biji kopi Tambora yang dimiliki suami adalah biji kopi dari jenis coffea canephora (robusta), artinya seharusnya yang kuat adalah rasa pahitnya. Jika kopi robusta memiliki tingkat keasaman yang baik berarti ia jenis robusta high quality....