Sabtu, 10 April 2021





[tdc_zone type=”tdc_content”]

NARASI DAMAI LEWAT FILM DAN TULISAN

Generasi muda memiliki peranan penting dan strategis untuk menyuarakan keberagaman, kedamaian, dan toleransi antar umat beragama di tengah arus informasi yang semakin meluber melalui saluran media sosial. Menyadari hal itu, Lembaga Kajian Keislaman dan Kebudayaan (LK3) Banjarmasin menggelar kegiatan Nonton Bareng & Diskusi Film Kasumbi serta Workshop Literasi Media Pemuda Agen Perdamaian di Kotabaru, Rabu – Kamis (7-8/4/2021). Menghadirkan pembicara Noorhalis Majid dan Sandi Firly, kegiatan yang digelar di Balai Gunung Jambangan, Politeknik Kotabaru, ini diikuti sekitar 30 peserta terdiri dari mahasiswa Politeknik, STIT Darul Ulum, STKIP, dan anggota Forum Ragam Sa-ijaan (Frasa). Pada Rabu (7/4/2021) malam dilakukan pemutaran dan diskusi...

LOK BAINTAN

Basubuhan, parahatan hawa kanyam, batang banyu si’ip, di tabing rumah babanjar-banjar gatinggiran. Ambun baluman rasap di pucuk kalakai, padang rumbia hinip maalur gambut. Imbah sumbahiyang subuh, Acil Imah mangusai pupur basah ka pipi lawan dahi nang hudah inda bakalirut maraga umur cakada kawa disisimpani hudah parak ampat puluh tahun idup lawan Uwa Muklis. Kaputingannya lawan nang laki kulihan talu ikung anak tagal nang badua hudah bakaluarga saurang idup mairingi nang laki madam, tatinggal saikung lagi Ramadan hanyar umuran sanga tahun wayahini Sakulah SD. Acil Imah liput hudah muha bapupur basah mamutih, didahut sidin kakamban manyalungkuii kapala nang marapul huban, balinjang...

PUISI-PUISI BUDI HATEES; MAUT

MAUT 1 maut itu tak pernah jauh dari urat nadimu dia jadi apa saja yang tak bisa kau duga dan tak ada cara untuk mengetahui kehadirannya mungkin dia berwujud mobil yang kau kendarai untuk mengantar istrimu belanja , atau mengantar anakmu ke tempat les bahasa di persimpangan sebelum tiba tujuan kendaraan dari arah berlawanan menyeruduk kau mampu mengelak, tapi tembok kau tubruk maut itu pun berkelebat lebih cepat dari detik, lebih tak terduga dan orang-orang menyalahkanmu tak hati-hati 2 maut itu tidak pernah ingin menemanimu tak terpikir untuk memusuhimu sering dia berwujud sesuatu yang menyenangkanmu mungkin dia adalah lidah ombak saat kau tamasya ke pantai melihatnya membuatmu terpesona pada keindahan alam raya lalu tiba-tiba datang padamu sebagai tsunami dan kau...

SETAHUN KOPERASI JALUJUR BANUA BAWARNA DAN CAPAIANNYA

Tidak terasa setahun sudah Koperasi Jalujur Banua Bawarna (KJBB), suatu wadah bersama pengembangan ekonomi yang dibentuk atas kolaborasi dua Lembaga, yaitu Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin dan Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) melalui program penguatan ekonomi. Dimotori Rakhmalina Bakhriati, Yuanita Awiasi Wattimena, dan Faudinia Rahma, koperasi ini dijalankan dan dikembangkan. Tepat setelah satu tahun, mereka menyampaikan hasil pengelolaan koperasi (Minggu, 28 Maret 2021), bertempat di Rumah Alam, Sungai Andai, Banjarmasin. Dalam laporan yang disampaikan Rakhmalina, selaku ketua Koperasi, KJBB berhasil menambah anggota sebanyak 41 orang, sehingga total anggota menjadi 68 orang. “Koperasi juga berhasil merintis beberapa unit usaha, antara lain toko...

MINTA MAAF SEBELUM NISFU SYA’BAN, UDAH KAYAK LEBARAN

Hal yang pertama mesti dipahami adalah, tidak semua muslim merayakan malam dari pertengahan bulan Sya’ban. Kedua, malam nisfu Sya’ban menjadi banyak keutamaan dalam lingkaran kalangan nahdiyin (NU) secara umum. Ketiga, tulisan ini tidak terlalu berkutat di wilayah hukum, atau fiqh furu’ secara gamblang, hanya memaparkan sudut pandang lain saja. Oke. Fahimtum? Apa yang mendasari banyak kawan-kawan muslim kita meminta maaf sebelum malam nisfu Sya’ban berlangsung? “Allah akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya. Kecuali orang yang menyekutukan Allah dan mereka yang masih bertengkar/berkonflik dengan orang lain dan belum berbaikan sebelum matahari tenggelam,” Demikian redaksi sebuah hadist berbunyi. Saya pikir, berdasar dari itu lah pula, kekhawatiran/kecemasan/ketakutan...

PUISI-PUISI MOH MAHFUD; IV/ASA BINGUNG

IV/ASA BINGUNG Sepanjang hari Ia kebingungan Bolak-balik WC Bolak-balik dapur Bolak-balik kamar tidur Dan entah pada jam yang ke berapa Tiba-tiba dia sudah ada di atas pohon besar. “Aku lagi mencari angin” katanya lirih Dengan separo batang rokok di sela jari Kemudian ia menyandarkan punggungnya ke batang pohon itu. “Agar kulitku dan kulit pohon menyatu” sergahnya “Dan dia tahu isi hatiku” timpalnya lagi. Dari kejauhan Karim memandanginya dengan seksama “Mudah-mudahan kelak beliau masuk surga” kata Karim “Amin” balas lelaki di atas pohon itu. III/ASA NGOPI “Aku ingin biji kopi ini di tumbuk menggunakan stum” katanya tiba-tiba. “Semua alat penggiling sudah pernah saya coba, rasanya biasa saja” katanya lagi. Kemudian ia ke belakang rumah menanam pohon kopi yang tingginya 2...

CAKADA PACANG JADI NAGA

Jurut-jurutan di muhara unjut kakanakan hampai nang tuha basapida tinjak bulikan sakulah, ada jua nang turun pada mutur mikrulit kakanakannya mamutih baju basalawar biru kubas, nang babinian jua liput karudung, asing-asingnya manyahan tas lawan mambinting buku sakulah. Cangul Kipli balalu matan kartak aspal bulik sakulah lawan kakawalanannya baimbaian, mancirup manyatang sapida ampah ka halaman, diandak sapida tinjak disandarakannya di buncu palatar, tapaluh jarujuhan garambigilan di dahi. “Assalamualaikum” Kipli mamacul ka sapatu, inda handak bungkas baungap hudah sapatu sakulahnya, kaus batisnya jua bilang kada susuahan baganti, nang ngitu pang dipakainya. Naik ka rumah Kipli, binting-bintingan raput lawan ijasah SMA. Hari ngini tadi...

OGI TELAH PERGI

Sehari sebelum wafat, Ogi Fajar Nuzuli menyempatkan memberi makan ikan di halaman rumah sambil melihat burung nuri, dibantu asistennya. Hari-hari menjelang kepulangan, Ogi masih intensif menelpon kawan-kawan lama, para sahabat yang selalu memberinya energi untuk senantiasa sehat–bertahan dalam suasana apapun. Selasa malam, 23/3 Ogi dirujuk ke RS Ulin Banjarmasin dari kediamannya di Jalan Nuri Banjarbaru karena disentri dan sempat muntah di sore hari. Rabu siang, 24/3 kondisinya mulai menurun dan pukul 21.30 Ogi menghembuskan napas terakhir. *** OGI KECIL Ogi lahir pada 29 Desember 1966 di Banjarbaru. Sejak kecil Ogi sudah sering diajak oleh sang ayah, Drs. Horman Bachtiar dengan mengendarai vespa ke...

DI RUMAH ALAM ADA KELAS MENJAHIT

Sekelompok perempuan muda dan ibu-ibu asyik menjahit di Rumah Alam Sungai Andai, Banjarmasin, yang sejuk dan asri sore itu. Suasana tenang dan rindang pepohonan di sekeliling Rumah Alam membuat siapa pun yang berada di sana merasa nyaman. Itulah pemandangan yang biasa terlihat setiap Senin dan Kamis, yang memang menjadi jadwal Kelas Menjahit di Rumah Alam. Menurut Rakhmalina Bakhriati, Koordinator Pemberdayaan Ekonomi, Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin, kegiatan yang sudah berlangsung dua tahun ini merupakan program pemberdayaan LK3 melalui koperasi Jalujur Banua Bawarna yang mereka bentuk. “Alumninya akan menjadi pemasok kerajinan dan keterampilan, baik berupa pakaian ataupun keterampilan lainnya,” jelas Rakhmalina,...

MELARUNG, ADAT, DAN MENGAPA BUAYA MENJADI MEDIUMNYA

Jika kita mengintip tradisi di dunia, hampir semua Negara melakukan hal yang sama. Warga Afro-Brasil di Uruguay, misalnya, melakukan persembahan kepada Dewi Laut sebagai medium rasa syukur terhadap alam semesta. Sebagaimana mitologi yang berlaku di sana. Di Indonesia pun, hampir setiap wilayah dan daerah mempunyai tradisi yang mirip, atau bahkan sama. Kebanyakan dari pelaku memercayai adat melakukan ‘Larung Sesaji’ ke laut. Nah, di Banjar, masyarakat Banjar dalam konteks umum, akrab melaksanakan Larung Sesaji/Mappanretasi atau Melarung, (Malarung, Banjar, red) sebagai adat atau tradisi turun-temurun yang hingga kini masih dilaksanakan sebagian Urang Banjar. Namun demikian, keberadaan buaya ghaib lah yang justru menjadi poin persembahan...