Senin, 15 Juli 2019





PUISI-PUISI MUHAMMAD DAFFA: KE DALAM IBU

KE DALAM IBU Ke rahim ibuAku tulis puisi yang belum sempat ditulisKata-kata menjelma riwayat yang lapangNamamu adalah seberkas perayaanMenyobek langkah hujan Ke rahim ibuAku tulis puisi yang tak sempat mencatat masa laluKata-kata adalah riwayat yang lapangIa tak butuh namaDari namamu, seberkas perayaanYang tak ingin menghitung langkah jedaDari hujan yang bernarasi tentang malam Surabaya, Mei 2019   YANG MERIMBUN DARI NAMAMU Aku mencatat seluruh yang mengisahkan perih masa lalu dari ingatanmuJalan panjang cinta membelukar kelana lama seorang kelasi yang terbuangDari perayaan mimpi yang tak pernah cukup menafsir jejak-jejak tunai sepotong malam Aku menulis segala yang kau sebut ibu—haru dan penuh renyai masa laluIngatanmu membentang jalan...

DEFORMASI TUBUH “BATANG BANYU” DI KAMPUNG BUKU MALAM INI

Yayasan Palatar kembali akan menggelar kegiatan Basurah 1.2 bertempat di Kampung Buku, Jalan Sultan Adam, Rabu (10/7/2019) pukul 20.00 Wita malam ini. Ada sesuatu yang berbeda dalam diskusi Basurah INI. Selain karena digelar untuk sekaligus launching tempat Kampung Buku yang telah mendukung kegiatan Basurah kali ini,  Yayasan Palatar juga bekerja sama dengan kelompok teater Banjarmasin, Teater Kompak, untuk menggelar Basurah. Deformasi Tubuh Batang banyu menjadi tema yang diangkat kali ini. Mengajak dan membantu seniman, baik individu maupun kelompok dalam proses pengkaryaannya merupakan salah satu misi dari Yayasan Palatar untuk melahirkan kebaruan-kebaruan yang tidak lepas dari nilai-nilai lokalitas sebagai...

MAMA LITA, CERITA DULU, DAN JENJANG KARIER KE DEPANNYA

Sore itu, Yulita Intan Sari berkeliling Banjarbaru sembari live dengan Ananda Rizky Pratama, suaminya. Menyapa para fans dan anak-anak onlinenya di instagram. Langit memang sedang cerah, namun jalanan agak basah. Tersebab hujan menyapa malu. Dengan SUV putih keduanya tiba halaman gedung berlantai 2 sebagai office dari 9 Organizer. Lita alias Mama Lita alias Mamita menyelesaikan siaran langsungnya di IG. Setelah masuk ke dalam ruangan, Nanda, sang suami begitu akrab disapa terkejut, kolam ikan Koi yang berada persis di tengah ruang kantor keruh. Secara, libur lebaran para karyawan belum usai. Tidak ada yang mengawasi dengan intens. Sontak, ia melakukan pengurasan air. Dari...

KISAH AYAH MEMUKUL PERANGAI

INI bukan kisah Abu Nawas. Tapi maknanya mungkin sama-sama bikin arif dan awas. Tersebutlah dulu masa kecil, bila saya dan adik-adik dianggap nakal, saling bertengkar dan bikin ribut, ayah akan memarahi kami sebagaimana kebiasaan orang tua di mana pun. Bahkan tidak jarang jika kenakalan kami dianggap keterlaluan, ayah melecut kami menggunakan segenggam lidi. Lalu kami menangis sambil meminta maaf. Namun setelah semua reda, ayah mengatakan kepada kami bahwa ia sebenarnya tidak tega memukul badan kami. “Melihat tubuh kalian itu ayah iba, tapi ayah harus memukul perangai yang ada dalam diri kalian!” begitulah ayah selalu menjelaskan tindakannya. Ya, apa yang dilakukannya adalah...

NADJMI ADHANI TENTANG CINTANYA KEPADA BANJARBARU

Jadi, Banjarbaru itu sebenarnya complex sekali, cuy! Tapi kadang lucu juga. Satu moment, Banjarbaru bisa saja mengklaim dirinya sebagai tolak ukur perkembangan musik indie, misalnya. Atau ranah perclothingan yang sedang kami geluti, terus juga, sebagai kota yang menjadi indikator perkembangan ranah persastraan dengan perpuisian serta semangat literasinya. (kamu bisa searching sendiri klaim-klaim seperti ini di media mainstream kita), Agenda keseniannya banyak sekali. Harian, bulanan, tahunan. Dan gak sedikit juga, kan, penyair-penyair “bergigi” tinggal di kota ini. Begitu juga para penulis yang karyanya bukan main. Termasuk pemimpin redaksi asyikasyik.com yang juga novelis banua. Asyiap, (Semoga yang bersangkutan membacanya sambil tersenyum...

AWAL MULA HALAL BIHALAL

1948, di tengah terjadinya pemberontakan PKI dan DI/TII, Bung Karno yang risau semakin bertambah kerisauannya melihat para elit politik yang harusnya duduk bersama mencari jalan keluar atas ancaman disintegrasi bangsa, justru berseteru satu sama lain. Ini bukan perkara main-main. Tindakan harus segera diambil, pertemuan harus segera dilangsungkan. Tapi bagaimana caranya? Bung Karno lantas memohon agar KH Wahab Chasbullah datang ke Istana Negara untuk dimintai pendapat dan saran. Waktu itu kebetulan puasa Ramadhan sudah separo jalan. Kyai Wahab menyarankan agar diadakan acara silaturahmi saat Hari Raya Idul Fitri tiba. Bung Karno setuju, tapi dengan catatan jangan pakai istilah ‘silaturahmi’. "Silaturahmi kan biasa. Saya...

WELCOME AT HAUL KE-4 JAKCLOTH BANJARMASIN

Jadi, tadi malam itu saya ke Jakcloth di lapangan Murjani, Banjarbaru. Meskipun keterangan wilayah Banjarmasin, ya, tapi lokasinya tetap di Banjarbaru. Saya berangkat iseng bersama 3 orang sahabat. Anggap saja nengok-nengok seraya observasi dan serap informasi sebagai referensi untuk diri saya pribadi terhadap Zent4 di tahun-tahun mendatang. Sekelebat lewat, samar-samar, ada anak muda yang berucap. “Gila, jajalnya, sama lawan haulan!” mendengar itu saya jadi senyum-senyum sendiri. Lebay-lebay anjay. Petjaaaahh. Hari pertama pembukaan saja kondisi begitu ganas. Padat, sumpek, merayap, antri, bikin haus, bikin lapar, bikin senang. Ya apalagi untuk kawan-kawan yang udah gila fashion dan belanja sebagai terapi agar tetap...

SEMUA PASTI BAIK-BAIK SAJA

Rinai air mata membasah di pipi. Setelah jenazahnya tiba di Indonesia, beberapa warga, kapolri, gubernur, bahkan orang-orang baik berada di sisi guru kita, ustaz, ulama, panutan, bapak kesayangan, abang, tokoh, untuk mendoakan dan saling mendoakan. Beliau berpulang, jenazahnya telah dimakamkan dan disaksikan ribuan orang. Kita kehilangan lagi seorang. Seorang yang tak berbanding meski seribu orang bersanding. Meski pada awalnya keglisahan ini begitu menyiksa. Saat saya menganggap semua yang saya tulis hanya sia-sia. Ternyata malah tidak ampuh mengobati rasa duka. Menulis atau tidak menulis bagi saya sama saja. Parahnya, ketika saya tidak menuliskan kegelisahan ini, huruf demi hurufnya terasa menggerogoti ruang...

MENGHIBUR TEMAN-TEMAN YANG TERLANJUR JADI JUBIR PILPRES

Suatu sore yang cerah, saya duduk dengan seorang teman di kedai kopi yang tidak terkenal sama sekali. Setelah nyoblos siang 17 April itu, ia pun bertanya dengan pertanyaan yang klise sekali. Hari ini, kamu pilih siapa? Saya bilang, memilih untuk tidak memilih itu juga pilihan. Dia mangut saja. Sembari membeberkan betapa di belakang calon presiden A adalah orang-orang yang hebat. Sudah semestinyalah dia menang. Karena si A tidak punya masalah, bru! Berbeda dengan si yang masih punya dosa masa lalu yang tak terlupakan. Saya iya-iya dan menghirup kopi yang baru ia suguhkan. Suatu malam yang terang, saya duduk lagi dengan...

BUDAYA BUKBER YANG BERBANDING LURUS DENGAN BUDAYA GAYA

Mengutip Sosiolog Prancis Pierre Bourdieu (1993) dalam sebuah jurnal Yayasan Obor Indonesia, Media Komunikasi Kebudayaan mendefinisikan, habitus sebagai sistem predisposisi dan aktifitas budaya yang dipelajari dalam masyarakat yang membedakan orang-orang menurut gaya hidupnya. Terkhusus Indonesia, ruang lingkup aktifiti buka puasa bersama telah mencapai stadium habit yang terbentuk oleh aktifitas, terlaksana berkesinambungan dalam kurun waktu dan ruang tertentu, yang menghasilkan bentuk kesenjangan serta pengalaman sosial. Sikap atau pun cara penyambutan Ramadan sebagai BBB (Bukan Bulan Biasa) bagi umat muslim di berbagai belahan dunia pun bermacam-macam. Generasi milenial yang menghuni lebih dari separuh penduduk Negara bahkun pengguna akun sosial media menjadi garda utama...