Kamis, 1 Oktober 2020





[tdc_zone type=”tdc_content”]

PERIHAL ESTETIKA BADUT JALANAN

Akhir-akhir ini saya seringkali diusik oleh rasa “anu”. Rasa entah yang agak sulit untuk diidentifikasi. Demikian tatkala hampir setiap hari saya berhadapan dengan badut-badut berkarakter tokoh kartun di sebagian jalanan Kota Banjarmasin. Perasaan anu saya itu biasanya berlangsung selama perjalanan pulang-pergi, dari rumah ke kampus ULM tempat saya bekerja. Rasa anu pun perlahan hadir sejak di muka warung Soto Bang Amat Jl. Banua Anyar, lalu berlanjut di sebagian Jl. Sultan Adam, dan lantas meningkat adrenalinnya di sepanjang Jl. Adhiyaksa. Setelahnya, di Jl. Hasan Basry, rasa anu cenderung tidak konstan. Bergantung keberadaan badut jalanan itu muncul, yang sebagian seringnya ada di...

PUISI-PUISI MOHAMMAD CHOLIS: KOTHEKA

Kotheka Jika kau tetap begini Maka aku akan mencintaimu seperti ini: Jadi, pada nyala api Kugambar wajahmu yang bersembunyi Di belakang bayanganmu sendiri, sri! Lalu, kuletakkan bibirku pada sebatang cerutu Sebagaimana dahulu pernah kutempelkan di keningmu Saat di mana kau masih utuh disusun waktu Pelan-pelan api mendaki, sri! Ini bukan lagi puisi dan ruang paling abadi Tapi ini tentang ribuan mimpi kita yang bakal terjadi Di setiap gumpalan asap itu Yang sengaja mendobrak pintu jantungku Kuharap ia mampu menyelamatkan segala rindu Satu lagi, sri! Sisa abunya akan kuletakkan di belakang tubuhku Agar kau terpelanting-pelanting mengejarku Yogyakarta, 2020 *Kotheka: merupakan salah satu kepercayaan orang di Madura dalam mensiasati suatu hal untuk bisa jatuh kepada dirinya. Kemarilah Kemarilah, sri! Duduklah di sampingku Aku akan...

KAJIJINGAHAN

Kulajui bajalan sambil bakumbah mambinting hancau nang masih balilit di rangau marga balum bapasang ka tambulilingannya. Guarannya tahawar-hawar ai ngaran bagasak bajalan. Aku mandangar kakanakan kancahungan. Damhatiku nang bagalau ni buhan nang tuha wara atau kakawanan di kampungku kaya Isnani, Hudai lawan bubuhan urang kampung nang matan bahari jua katuju bagalau. Sakalinya kakanakan nang karicikan umpat jua bahayau di banyu. Maiingari banarai jar ku kakanakan naya. Kuitihi babanar, sakalinya anak bubuhannya jua. Mambadai hakun umpat bacabur ka banyu karuh, mambuntil kuitannya sakalinya. Wahini parak kadada lagi kakanakan nang hakun bacabur ka banyu nang likat kaini. Kakanakan tu ti kacabauan batimbai...

PENGUMUMAN HASIL KURASI ANTOLOGI PUISI BANJARBARU’S RAINY DAY LITERARY FESTIVAL 2020

Catatan Kurator: Sejak panitia mengumumkan penjaringan untuk Antologi Puisi Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival di akun fb Banjarbaru Litfest hingga tanggal tenggat 10 September 2020, tercatat 375 pengirim yang berpartisipasi.Teks yang kami terima dari panitia tidak punya nama (panitia sengaja menghapus nama-nama penulis) sangat melonggarkan jalan keberanian kami dan bila ada pengirim “semacam nama-nama besar”  tetapi tidak masuk dalam pilihan kami maka itu bukan masalah bagus tidak bagus puisinya tetapi beberapa pertimbangan di atas dan kesadaran puitik – secara subyektif, barangkali belum berjodoh saja – dan puisi Anda akan punya nasib lain, boleh jadi sebenarnya puisi itu punya posisi di...

PUISI-PUISI ISBEDY STIAWAN ZS; BARIS AWAL HALAMAN PERTAMA

BARIS AWAL HALAMAN PERTAMA kembali halaman pertama pada baris awal tentang kupukupu mencari ranting tahukah ranting itu adalah kau, maka kupukupu pun akan hinggap pada kayu yang menjaga putik pada halaman pertama sebuah kitab lama, di baris pembuka tibatiba tumbuh ranting. dan aku, aku merindukan hinggap yang membuatku lelap halaman pertama itu 2019 MENGEJAR HALAMAN YANG SISA beri aku sehalaman untuk jeda, memberesi ejaan yang mungkin salah setelah itu aku susuri setiap huruf lagi sebentar saja, agar asma dan entah apa lagi, pamit lalu aku kembali mengejar halaman yang sisa mungkin terlewati olehmu aku menemui di lipatan itu "aku belum ingin ditinggal, tunggu aku di halaman sebelas pada baris delapan; apakah kau masih ingat?" katamu sambil merekatkan alat itu ke sesuatu yang tak mungkin kuhapal namanya aku menunggu tak mampu memburu halamanhalaman itu begitu terasa beku 2019 MENUJU SURAU; SUBUH...

PUISI-PUISI SUMASNO HADI; BATUAPI

Batuapi kulihat baranya menjemput sejarah membakari keringat dan rambut ayah bahwa ia yang mendidik dengan asap tibalah pada gerombolan kita merayakannya kembali tak mati-mati 2015 Batulingga kaulah tanah berjumbuh nafas angin dingin menjemput hujan lelaki getasmu terus sembunyi matahari menjilati batu-batu bila, menanti jiwa pemahat arca musim linglung memecah lagu anakmu menangisi perhiasan renjana itu kehilangan rindu 2015 Kring Kring Halo kring kring halo dengan siapa bicara nging: ya tembok ngintip metawadag tiga-tiga sepuluh atawa yang touchscreen pelayan hasrat ada pria berdasi bersama tetangganya si wanita kantoran beranak satu melucuti sesuatu dari jari manisnya meeting di bawah meja jati yang lapuk apa kabar kemerdekaan rembang asap dapur kebudayaan papan nomor jempol tangan tadi aku sarapan bubur singkong dan nira di atas ranjang tidur malam-malam kring kring halo apa kabar api unggun tuuut: ah pulsa...

LEKSIKON PENYAIR DAN PERSOALAN SIAPA YANG PALING BERHAK DISEBUT PENYAIR

Jika tidak melihat judul Leksikon Penyair Kalimantan Selatan pada buku yang disuntingi oleh Micky Hidayat (MH), kita mungkin menduga buku itu adalah jenis karya sastra umumnya. Dengan sampul sepuitis itu, barangkali kita mengira ia sebuah antologi puisi, cerpen, atau novel, bukan leksikon, atau ensiklopedi, atau kamus atau apalah namanya yang sejenis. Saya pribadi selalu mendapati kamus atau ensiklopedi sebagai yang paling kaku dari seluruh jenis buku. Bahkan seringkali sampulnya tidak menerbitkan keceriaan apapun. Tapi sampul buku Leksikon Penyair Kalimantan Selatan membujuk kita untuk menyukai buku ini. Dan setelah melihat tebal halamannya, kita lantas curiga, mungkinkah di Kalimantan Selatan ada begitu...

WARUNG KOPI HORMONE 5-MEO-DMT

Lalu lintas sekitar warung kopi kami perlahan sunyi. Waktu memang sudah lewat tengah malam. Teh panas yang sedari tadi kuminum perlahan menipis. Fulah terlihat menguap karena kelelahan. Sepertinya ketertarikan itu mulai surut darinya. Lantas ia bertanya. “Kau masih menyimpan surat Ustadz Zakir itu?” Aku mengangguk. Menepuk-nepuk tas ransel. “Saat Ustadz Zakirmu mengaku mendengar apa yang kau dengar sejak kecil, juga suara para tumbuhan hidup yang memberitahukan khasiat serta kegunaannya, aku teringat ada hubungannya dengan pinolin. Pada bagian Ustadz Zakir menjelaskan perihal ayahmu yang melihat, mendengar, dan merasakannya, aku setuju. Tapi aku tak setuju jika dia mengatakan bahwa itu di luar kemampuan dan jangkauan...

BANJARBARU LITERARY FESTIVAL (RAINY DAY) NOVEMBER 2020

Tahun 2020 ini, meski di tengah pandemi Corona, Banjarbaru’s Literrary Festival yang dikemas dalam Festival Musim Hujan atau Rainy Day akan tetap dilaksanakan Ini merupakan tahun ke-4 festival sastra yang diselenggarakan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru. Sejumlah agenda sudah mulai diluncurkan sejak beberapa waktu lalu. Seperti pengumpulan “Antologi Puisi” para penulis/ penyair seluruh Indonesia, juga pemilihan karya atau buku “Promising Writers" dari para penulis di tanah air. Untuk Antologi Puisi, para penyair mengirimkan satu karyanya yang kemudian akan dilakukan seleksi atau kurasi. Untuk batas pengiriman puisi ini, waktunya sudah semakin dekat, yakni berakhir pada 10 September 2020. Begitu...

PUISI-PUISI RIZKY BURMIN; RUMAH BERATAP MERAH

RUMAH BERATAP MERAH rumah beratap merah di dalamnya seribu pintu, sejuta labirin serupa sungai yang panjang setiap hari adalah nyeri kamar-kamar selalu berisik memutar musik-musik klasik dan lagu-lagu lama di kamar depan perempuan berkerudung senja menanam api di mulutnya purba tubuhnya meletupkan bara membakar bayi-bayi ada serigala penjaga sedang memeluk kalkulator matanya buas menghitung angka-angka yang semakin langka di kamar belakang ayah dan anak sibuk bicara mulai urusan ranjang sampai buah dada kadang ayah menjelma naga dan memakan anak-anaknya Banjarbaru, 2020 PASAL SATU di suatu pagi yang biru kau Nampak buru-buru membungkus kaki dengan sepatu menuju tuan pasal satu setiap sabtu kau menonton pertunjukan drama tentang kematian tersangka utama kau terus bertanya-tanya apakah tersangka utama akan ditembak mati ataukah ditebas lehernya sebelum panggung berdarah sabtu lebih dulu terbakar di bawah sepatumu Banjarbaru, 2020 SAJAK BENGKEL deru mesin beradu berputar dan terbakar mesin bubut...