Selasa, 31 Maret 2020





PEMIMPIN DI MASA SULIT

PADA tanggal 27 Februari 2020, tepat sebulan silam, Presiden Amerika Serikat yang terkenal, Donald Trump dengan penuh percaya diri menyamakan Covid-19 dengan flu biasa, lalu ia mengatakan bahwa ribuan orang di Amerika Serikat juga meninggal karena flu dan bahwa virus tersebut undercontrol. Sekitar setengah bulan berikutnya pada 14 Maret, lelaki pirang ini menyatakan Amerika Serikat darurat virus. Pernyataan itu tidak keluar sebelum dia sendiri menjadi ODP Covid-19 setelah interaksi dekatnya dengan sekretaris pers Presiden Brazil saat mereka bertemu di Florida. Hasil tes negatif, semoga ia termasuk orang yang pandai bersyukur. Tanggal 24 Maret ia kembali mengeluarkan pernyataan bahwa Amerika...

COVID-19 DAN PEMIKIRAN KITA TENTANG MASA DEPAN

ADA satu pemikiran yang membuat saya gelisah belakangan. Bukan, bukan jumlah korban yang terus bertambah, juga bukan tentang meluasnya jangkauan pandemi virus. Ini semua, pandemi Covid-19 dan segala konsekuensinya akan berakhir suatu hari kelak, dengan satu dan lain cara. Satu pertanyaan yang cukup mengganggu adalah apa yang terjadi setelah semua ini berakhir? Apa efek krisis kesehatan global ini pada kehidupan umat manusia selanjutnya? Saya membaca dua tulisan yang membahas ini dengan cukup mendalam, artikel BBC yang berjudul Coronavirus: When Will the Outbreak End and Life Get Back to Normal, ditulis oleh James Gallagher dan tulisan Yuval Noah Harari, penulis...

AMWAS, LOCKDOWN, KENDALI KECEMASAN, DAN TUHAN

DARI beberapa sirah Umar ibn Khattab ra yang saya baca, barangkali buku The Great Leader of Umar bin Khattab karangan DR. Muhammad ash-Salabi adalah sumber yang cukup banyak bicara mengenai wabah yang menyerang Syam di awal penaklukannya. Wabah itu terjadi di tahun 18 H (yang berarti sekitar tahun ke-6 kekhalifahan Umar). Ada sejumlah hal yang diperkirakan menjadi penyebab wabah saat itu, mulai dari sesuatu yang terbang di udara, halus dan tak terlihat, hingga penyakit yang menyerang darah. Wabah itu tidak benar-benar diketahui penyebabnya. Wabah berawal dari Amwas, sebuah kota yang terletak di antara Quds dan Ramalah (berarti wilayah Palestina...

BEDAH BUKU ALA ANU FORUM; REKTOR YANG ASYIK DAN INSPIRATIF

KENDATI hanya berlangsung di sebuah panggung sederhana di lingkungan FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Prodi Pendidikan Sendratasik, Jurusan Bahasa dan Seni, acara bedah buku “Sketsa Pencapaian Keilmuan dan Kepedulian Sutarto Hadi” yang digelar ANU (Art Network of ULM)  Forum, Rabu 11 Maret 2020, berlangsung gayeng; menyenangkan serta menggembirakan. Panggung Beruntung benar-benar beruntung, Pak Rektor ULM Sutarto Hadi hadir sejak awal acara hingga akhir. Hampir dua ratus mahasiswa memenuhi panggung, yang alhamdulillah cukup kuat menanggung beban sebanyak itu. Buku “Sketsa Pencapaian Keilmuan dan Kepedulian Sutarto Hadi” ini merupakan kumpulan tulisan resensi dari para peserta Lomba Menulis Resensi Buku “Membingkai Bayang-Bayang” (2019) yang...

“BALADA BAWAH JEMBATAN”: USAHA INOVATIF, TAPI YA BEGITULAH…

Oleh: Yusva Zulaeha & Patricia Lenda Lino (Mahasiswa Pendidikan SendratasiK FKIP ULM)   PADA Minggu 8 Maret 2020 Pukul 20.00 WITA yang lalu, bertempat di Gedung Balairung Sari Taman Budaya Kalimantan Selatan, digelar sebuah pertunjukan teater dengan judul “Balada Bawah Jembatan: Rabin”. Disutradarai oleh Bayu Bestari Setiawan, pementasan ini adalah adaptasi dari naskah monolog “Si Rabin”  karya Saini KM. Pementasan malam itu adalah salah satu program program “Smart Room” dari Human and Inspiring (HAI), yang diproduksi secara kolaboratif  antara pihak Ruang Aktor Project dan Dapur Teater Kalsel. Pada awalnya, para penonton, apresiator, kritikus, ataupun seniman yang datang diarahkan untuk registrasi...

PUISI-PUISI FAHMI FAQIH; KEPADA ADONIS

Kepada Adonis Tak perlu baiat mengangakan mulutuntuk diludahi sumpah-kutuk, duhai Ali.Sebab malam dan kegelapannyatelah tunduk pada kodrat pilihan:setia, atau khianat pada kata,jadi tuhan atau hamba.Kau telah memilihnya, Ali,kau telah memilihnya … 2007-2020 Jalan Takdir Kita sudah pernah bertemu,jauh di ribuan tahun yang lalu.Di Lauh, tempat nama-nama dan peristiwa tercatat,namaku dan namamu sudah pula terpahat.Kita hanya meneruskan jalan takdir,menuju malam yang kian getir. 2005-2007 Surat Tak Bertanggal Surat tak bertanggal inikutuliskan untukmusetelah lupa kuhitungterbit tenggelamnya matahari. Surat tak bertanggal iniadalah sajak kehilangansetelah kau pergidan bulan di hatiku mati. 2007-2020 Di Suatu Malam Dahan yang rela terlukademi tumbuh hijau daunadalah kau, ibu.Tapi mengapa di suatu malambintang-bintang berkhianatpada bulan di wajahmu? 1993-2020 Di...

MUHAMMAD DAFFA DAN PEREMPUAN-PEREMPUAN MISTISNYA

            SAYA selalu menyukai puisi-puisi Muhammad Daffa. Lelaki muda ini menyuguhkan figurative Language yang kuat dalam puisi-puisinya. Namun, sesuai dugaaan, ia takkan puas bertahan hanya dengan menulis puisi. Lalu muncullah beberapa cerpennya dan saya merasa tertarik membicarakan dua cerpen yang berjudul Nyi Banjarpurwa dan Mak Kembang. Sebagai teks naratif, keduanya menarik perhatian karena merupakan nama sekaligus sebutan untuk perempuan, memberikan petunjuk bahwa mereka menjadi sorotan utama dalam cerita. Bagi saya, lelaki yang menceritakan perempuan selalu menarik untuk diperhatikan, bagaimana perempuan diceritakan, sebagai apa, kecenderungan macam apa yang terjadi dalam penceritaan. Semuanya menarik untuk diamati.             Cerpen Nyi Banjarpurwa...

PUISI-PUISI IWAN JACONIAH; GENERASI PASCAREVOLUSI

GENERASI PASCAREVOLUSI : Diaspora Indonesia di Eropa Timur Musim dingin terakhir datang sedang tanah air kian menjauh. perihal angan yang gerang sebelum tumpah meruah. Ayah, anakmu sudah terbuang dari angkatan sang proklamator. pertimbangan politik yang berujung malapetaka; perdeo dan kotor. Matahari terasa sulit berdendang perjuangan rebah sudah. orang-orang berbendera ilalang revolusi telah pisahkan akar dari tanah. Pemaculkata, Februari 2020   GENERASI MAHID : 60 tahun di pengasingan Mereka sebut kita Mahid lantaran politik, tak berkutik. ditemani perempuan pirang; sejak revolusi menukik sampai reformasi puntung. Sampai kapan pun kita tetap Mahid sebab identitas kebudayaan sulit diraih berpuluh-puluh tahun      ketimbang sebuah ciuman. Tadi siang, ada tawaran...

SANG PANGERAN DAN JANISSARY TERAKHIR; SEBUAH REKONSTRUKSI

Di antara seluruh anggota Dinasti Hamengkubuwono, putra Raden Ayu Mangakarawati itulah yang paling banyak mewarisi sifat Sultan Suwargi pendiri Keraton Yogyakarta ketika berhadapan dengan Belanda. Tentu darah Bima serta Makassar dari nenek buyutnya, Ratu Ageng, dan darah Madura dari neneknya, Ratu Kedhaton, membuat Diponegoro kalah dari sang kakek buyut dalam soal menyembunyikan isi hati yang sebenarnya. Garis wajah Diponegoro, terutama ketika marah masih bisa dibaca. Hamengkubuwono I dahulu konon sangat merepotkan Belanda karena semua hal dia tanggapi dengan senyuman dan dengan air muka yang selalu sama datarnya. Itu senyuman seorang Jawa sejati yang bisa saja mengandung seratus...

NURI DAN SETANGKAI MAWAR; KAUSALITAS YANG TERLUPAKAN

MENIKMATI pertunjukan teater terkadang memberikan kita sebuah petilan cerita kehidupan. Anggapan semacam itu memang tak bisa dipungkiri karena teater adalah senjata yang diciptakan oleh para seniman untuk memberikan simbol-simbol artistik terhadap sebuah peristiwa sosial (kehidupan). Gustavo Boal pernah mengatakan bahwa “teater adalah senjata, dan masyarakatlah yang harus menggunakannya”. Kalimat ini seakan menjelaskan bahwa teater adalah sebuah ruang yang mampu menberikan dampak terhadap sebuah keadaan. Pada kenyataan, sebaliknya di ruang yang lebih kecil, seperti Kalimantan Selatan, teater seperti mengalami anti klimaks. Hanya berputar pada sebuah jalur aman dan nyaman melakukan repetisi pertunjukan. Kemarin saya menyaksikan pertunjukan teater yang berjenis realisme dari...