Kamis, 14 November 2019





PRANCIS, NEGERI KEDUAKU; DALAM PERJALANAN AKU TERKENANG (2-HABIS)

KEMBALI ke Paris. Sepanjang jalan menuju Perpustakaan Nasional, kunikmati gedung Bursa . Terbayang dulu aku ikut bermain (menanam saham ) di tanah kelahiranku. Kupandangi gedung megah itu dengan pilar-pilarnya yang kokoh berjajar menghiasi depan bangunan.  Di dalam gedung itu banyak orang-orang egois (menurutku), yang kebanyakan  bekerja untuk mereka yang selalu ingin lebih kaya dan lebih lagi. Aku menyesal (dulu) telah terjun ke sana, untunglah aku putuskan hubungan dengan dunia itu ketika aku sadari bahwa dalam hidup ini haruslah berbagi, karena "Untuk apa dan mengapa harus memiliki sesuatu?" Kutinggalkan gedung Bursa dan kubaca tulisan di gedung sebelahnya, Agen France Press...

HJ ANANDA, PERAN POLITIK, DAN KETERWAKILAN PARA PEMUDA/I

Cantik. Smart. Murah senyum, serta berpengalaman di berbagai bidang. Saat berbicara di depan publik, Hj Ananda seperti punya magic yang membuat kita seperti tidak bisa menolak untuk sayang. Ya gimana ya, yang namanya juga #IbuHebat. Tersebab kami berjarak sekitar 5 tahun saja, izinkan saya memanggilnya Kak Ananda sedikit saja. Kami bertemu dalam satu moment beberapa bulan lalu di suatu coffe shop. Jadwal yang padat membuat Nanda harus serba cepat dalam memutuskan sesuatu, termasuk interview dan mengisi beberapa forum sebagai narasumber diselingi kesibukannya sebagai Ketua DRPD Kota Banjarmasin ketika itu. Seraya memantau sampai mana publikasi gencar-gencaran oleh portal berita, hingga...

JOKER, SULLI, DAN KONSTRUKSI KEGILAAN

JOKER, SULLI, DAN KONSTRUKSI KEGILAAN     APA yang menautkan Joker, Sulli, dan anak-anak kecanduan gawai yang akhirnya harus menyambangi RSJ. Tak lain adalah kesehatan mental yang terganggu. Film Joker (saya memutuskan tidak menontonnya, Joker bukan villain favorit saya), kematian Sulli, dan kasus anak-anak kecanduan gawai itu terjadi persis pada bulan di mana dunia memeringati hari kesehatan mental. WHO menjadikan tanggal 10 Oktober sebagai World Mental Health Day dengan tujuan untuk memberikan pendidikan terhadap masyarakat mengenai kesehatan mental, meningkatkan kewaspadaan atasnya, dan melakukan advokasi atas stigma sosial terhadapnya. Bicara tentang stigma, agaknya, masyarakat kita telah purna dalam membangun persepsi terhadap penyakit jiwa....

PRANCIS, NEGERI KEDUAKU; DALAM PERJALANAN AKU TERKENANG(1)

SIANG itu kereta cepat yang kutumpangi sampai di salah satu stasiun kereta api Paris. Ibukota negeriku yang kedua. Pemandangan yang tidak biasa kulihat di negeri kelahiranku sendiri. Aku belum pernah menikmati ibukotaku (saat ini), Jakarta. Tapi Paris bukan Jakarta. Kota model ini sama sekali lain dengan ibukota negara kelahiranku. Paris yang sangat mendunia dengan menara Eiffel, arsitektur, dan tentu romantisismenya. Dengan turis yang terus bertambah tiap tahunnya, bisa dimengerti karena Paris secara global memang cantik. Tidak bisa kukatakan 100% perfect karena tidak ada satupun di kehidupan ini yang sempurna. Tetap saja ada perbedaan sosial seperti di setiap negara. Hanya saja...

MAY, PEREMPUAN LOKAL RASA GLOBAL

APA yang kita harapkan ketika membaca sebuah novel dengan latar peristiwa bersejarah lokal daerah kita? Sebagian besar kita tentu mengharapkan novel itu melarutkan kita dalam nuansa lokalitas dengan detil yang akan terasa akrab. Ada bahasa daerah yang menyelip di antara narasi atau percakapannya, ada tokoh-tokoh dengan karakter yang sepertinya sudah lekat dengan keseharian kita, ada latar yang kita kenali bagian-bagiannya. Namun, membaca novel May, kita bukannya akan memasuki dimensi lokalitas Banjar akhir 90-an, kita justru memasuki sebuah konstruksi yang asing namun terasa akrab, kita pernah dapati dalam cerita-cerita fiksi lain di berbagai belahan dunia. May tidak membawa kita...

KEDISPILINAN, PEMBENTUKAN KARAKTER, DAN KAITANNYA DENGAN BARIS-BERBARIS

Ada yang pakaiannya biru-biru, dipadu hitam. Ada juga yang warna merah hitam, dan berlambang burung phoenix di belakangnya. Ya pokoknya keren, cuy. Mereka bersatu dalam tim, bergerak senada, kompak bersama. But, ini bukan panggung fashion, melainkan pasukan yang turut serta dalam Lomba Peraturan Baris Berbaris yang diselenggarakan oleh Bidang Pemuda Disbudparpora Banjarbaru. Netizen pasti sering lihat bakat-bakat para pelajar yang pandai PBB dari video-video yang beredar di Dunia Maya. Kali ini benar-benar di depan mata. Dan di sekitar kita. Nah, kegiatan yang kemarin dilaksanakan di GOR Rudy Resnawan ini melibatkan cukup banyak tim. Yakni 12 tim yang terbagi atas...

MISBACH TAMRIN; GELOMBANG MELAWAN LUPA

SEBELUMNYA saya agak bingung mau nulis apa, semua yang terkait Perupa Misbach Tamrin kayanya sudah pernah saya tulis. Ada di buku Realisme Revolusioner, yang merupakan hasil skripsi saya, di buku Berlayar di Tengah Badai: Misbach Tamrin dalam Gemuruh Politik-Seni (tulisan bersama Hairus Salim), juga ada dalam buku Memandang  ke Dalam Cermin (yang baru terbit), rasanya saya sudah mengeksplorasi kesenimanan dan kekaryaan Misbach--perupa senior yang sangat saya hormati--selama ini. Tapi ternyata (masih) ada satu momen yang cukup penting, mungkin sepenting momen estetik bagi seorang seniman.Satu hari saya dengan Pak Misbach (begitu saya memanggil beliau) menghadiri pameran. Hampir seharian...

GOES TO SAMARINDA: BAGIAN PERTAMA, DAN CERITA PARA DRIVER SELANJUTNYA

Kami bertiga menerima e-tiketing dalam pesan WA dengan jadwal keberangkatan yang berbeda. Saya berangkat pada tanggal 15, sedangkan Sandi Firly dan Gusti Setya atau yang akrab disapa netizen Mika pada tanggal 19. Sejak peristiwa itu, saya bergumam, pasti ada yang tidak beres dalam hal koordinasi dan komunikasi. Membayangkan betapa ruwetnya menggelar kegiatan bertajuk Pameran Besar Seni Rupa yang sebesar itu ada dalam kantong imajinasi sudut kepala bagian kiri. Ribet memang, dan tentu saja melibatkan banyak pihak. Dan juga kepentingan. Dalam kepala, saya langsung membentang blueprint komunikasi tiga sisi, atau segitiga komunikasi antara pihak penyelenggara dalam hal ini Kemendikbud,...

SEMENTARA, HUJAN BELUM JUGA TURUN…

BELAKANGAN ini, kabut asap yang mengelambui Kalimantan dan Sumatera memang sudah keterlaluan. Jarak pandang waktu pagi teramat pendek, kadang sependek pikiran orang yang frustasi. Saluran napas kesat, kering, dan perih. Mata juga pedih. Dada jadinya sesak. Semakin terasa menyesakkan lagi ketika pertolongan yang diharapkan dari pengelola negeri ini tak cukup memadai. Sementara doa-doa sudah dipanjatkan, namun Tuhan rupanya belum berkenan menurunkan hujan. Entah ujian, atau semata kesialan. Perkara kabut asap yang bisa dipastikan melanda bila kemarau begitu panjang mengeringkan rerumputan, pohon, semak, lahan, dan hutan, ini hanya semakin menunjukkan bahwa sejauh ini belum ada mekanisme pertahanan untuk mengantisipasi...

CERITA PENAMBANG EMAS DAN ASAL-USUL JEANS

1848 – 1885, adalah masa yang dinamakan gold rush setelah James W Marshall menemukan emas di Sutter’s Mill, Coloma, California. Berita penemuan emas yang telah menyebar ke mana-mana itu mengundang ratusan ribu orang dari berbagai penjuru baik dari dalam maupun luar Amerika untuk datang mengadu peruntungan. Oleh Löb Strauß, nama yang hari ini kita kenal dengan Levi Strauss, peristiwa itu dibaca sebagai peluang bisnis untuk penjualan kain tenun, gunting, benang, kancing, selimut, dan pakaian dari bahan kanvas. Bersama David Stren, iparnya, Strauß lantas memasok barang-barang kebutuhan itu ke toko-toko di sepanjang pesisir barat. 1871, seorang istri pekerja tambang...