RILIS “TIMANG”, AKARACITA HIDUPKAN NYANYIAN KASIH SAYANG DALAM TRADISI BANJAR

AKARACITA, kelompok musik etnik kontemporer asal Kalimantan Selatan kembali merilis single terbaru berjudul “Timang” pada 9 Oktober 2026. Lagu Timang berakar dari kebudayaan Banjar ketika menidurkan anak dengan cara menggendong atau mengayun sembari mendendangkan nyanyian atau shalawat. Dalam laku ini terjalin kehangatan, ritme, serta ikatan batin antara ibu dan anak. “Timang berangkat dari nyanyian uma atau ibu ketika menidurkan anaknya. Nyanyian ini adalah tradisi lisan yang memuat doa dan harapan tentang keselamatan, pertumbuhan, serta masa depan sang anak,” ujar Novyandi Saputra,  pimpinan Akaracita kepada asyikasyik.com, Selasa (13/10/2026). Dikatakan Novyandi, struktur bahasa yang positif, repetisi melodi, dan intonasi suara menjadi bagian dari cara kasih...

“BARU KEMARIN”; SINGLE TERBARU PUJA MANDELA TENTANG WAKTU YANG CEPAT BERLALU

  Rasanya baru kemarin   kau berteriak di ruang bersalin  Rasanya baru kemarin   susu hangat kubuat terlalu dingin    BEGITU dua baris lirik Baru Kemarin, single terbaru Puja Mandela. Lagu yang dirilis pada 19 September 2026 ini merupakan single kelima dari jurnalis dan musisi asal Batulicin tersebut. Lagu ini kembali mempertemukan Puja Mandela dengan Prima Yuda Prawira sebagai produser. Dalam proses rekamannya, Puja mengajak Erwin Sebastian, bassis Senja Djingga, untuk mengisi gitar ritme dan bass. Puja sendiri mengisi vokal, lead gitar, dan harmonika, sementara Yuda memainkan drum.   Baru Kemarin menggunakan lirik yang berjalan terus tanpa pengulangan. Setiap bagian membawa kalimat dan cerita baru. Pendekatan ini bukan hal baru dalam karya Puja Mandela. Ia menggunakan pola serupa dalam sejumlah lagunya, seperti...

ARKAIS FESTIVAL; SEBUAH HARAPAN DARI SELATAN KALIMANTAN

Balairung Sari telah padam, melipat Arkais Festival dalam ingatan. Sekarang, mereka berjalan dengan mimpi yang lebih besar: selatan jadi mercusuar sastra Kalimantan. PULUHAN pelajar mahasiswa; seniman dan sastrawan berkumpul di balairung menikmati detik-detik terakhir penutupan Arkais Festival lewat pembacaan puisi Mas Husaini Maratus oleh JH Tanujaya. Kata-kata mengudara. Suara dan rona Tanujaya mengalun perlahan—memintal suasana ke dalam kenangan. Di barisan paling depan, keturunan Husaini Maratus, HM Yatrin berkaca-kaca matanya. Baris puisi ayahnya yang samar dalam ingatan masa kecilnya di Amuntai kini bergema di pusat kebudayaan Kalimantan Selatan. "Beliau suka sekali menulis pakai pelikan dengan tinta warna hijau," kenangnya. Dalam puncak penampilannya, Tanujaya kemudian menjelmakan...

HANTU-HANTU LUCU DI ARKAIS FESTIVAL ARKALITERA

Suatu ketika, hantu-hantu sedang berkumpul, asyik bertukar cerita. Tiba-tiba datang Brodin, pemuda yang baru saja tewas di tangan pamannya sendiri. Anehnya, bukannya disambut, para hantu senior malah buang muka, pergi menjauh. ADA apa gerangan? Mengapa Brodin sampai dimusuhi para hantu senior? Semua bermula dari kisah rakyat tentang kesaktian seorang mandor pabrik gula yang gigih melawan Belanda pada abad ke-19. Mandor Sadiman alias Sakerah itu sudah lama hidup dalam ingatan masyarakat, salah satunya lewat pementasan kesenian ludruk di Jawa Timur. Namun, di tangan penulis Dadang Ari Murtono, kisah Sakerah dipermak sedemikian rupa menjadi cerpen beraliran realisme magis. Hantu-hantu ikut nimbrung ke dalam plot: urusan...

DIPUNCAKI MALAM IMAJI, WSFEST 2026 BANJARBARU DEKATKAN SASTRA KEPADA PUBLIK

WABUL Sawi Festival 2026 ditutup dengan Malam Imaji di Panggung Bundaran Mingguraya, Banjarbaru, Jumat (25/9/2026) malam. Beragam pertunjukan ditampilkan; dari teater, tari, puisi, madihin, hingga poetry slam. Sebelumnya, dari tanggal 23-25 September, Wabul Sawi Festival (WSFest) menggelar sejumlah kegiatan yang tersebar di sejumlah tempat. Ada Oru (Obrolan Seru) di SMPN 2 Banjarbaru dengan narasumber Kusni Sulang, Oru Film Ruang Sesak di SMKN Telkom Banjarbaru bersama Endry Sulistyo, Oru Penulis Berdampak secara luring dengan penyair Saut Situmorang di Basecamp WSFest, Road Show dan Presentasi Karya di SMAN 1 bersama Arif Kurniawan, Musa Bastara, M Royyan, Road Show di Ponpes Al Falah...

EXPO RELIGI 11: MERAKIT, MENJAGA RAGAM KEYAKINAN DAN IKATAN TRADISI

LUAR  biasa, tanpa terasa dan disangka, tahun ini LK3 Banjarmasin berhasil menyelenggarakan Expo Religi yang ke 11, berarti sudah 11 kali berhasil diselenggarakan, bertempat di Nol Kilometer, dari tanggal 25 hingga 27 September 2026.  Tema expo yang diangkat kali ini adalah Merakit: Menjaga Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi. Bahwa di tengah berbagai bencana yang sedang terjadi, kita semua harus memperkuat ikatan tradisi dan agama, agar dapat melewati semua kesulitan, musibah dan bencana yang sedang terjadi. Abdani Solihin, Direktur LK3 Banjarmasin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sarana perjumpaan berbagai agama dan keyakinan di ruang publik. “Diharapkan terbangun toleransi, kerukunan dan hidup damai di...

PALUI BANARAN DAN RIRIT CAMPALA; DUA MUSISI KALIMANTAN SELATAN MASUK NOMINASI AMI AWARDS

INI kabar membanggakan bagi Kalimantan Selatan. Betapa tidak, Palui Banaran dan Ririt Campala masuk Nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards untuk kategori Karya Produksi Musik Etno Terbaik. Palui Banaran dinominasikan melalui karya “Wadian Dadas”, yang berangkat dari tradisi Belian Dadas masyarakat Dayak Maanyan. Sementara Ririt Campala masuk nominasi melalui karya “Babun”, sebuah karya yang berangkat dari pengetahuan musikal tradisi Kalimantan Selatan. Capaian tersebut menjadi kabar penting bagi perkembangan musik tradisi di Kalimantan Selatan. Keduanya bukan nama yang asing bagi ekosistem Antasan Banjar, karena Palui Banaran dan Ririt Campala merupakan bagian dari perjalanan dua kali penyelenggaraan Antasan Banjar di Banjarmasin. Sekitar dua bulan...

KOMUNITAS PENULIS MUDA ARKALITERA GELAR ARKAIS FESTIVAL 2026 

KOMUNITAS Arkalitera menggelar Arkais Festival 2026 pada 28–30 September 2026 di Gedung Balairung Sari, Taman Budaya Kalimantan Selatan, Banjarmasin. Arkais Festival menghadirkan sejumlah kegiatan, mulai dari diskusi publik, diskusi buku, pembacaan puisi, monolog, kelas penulisan hingga apresiasi karya. Rangkaian acara berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan sastrawan, penulis, peneliti, dan pegiat sastra. Founder Arkalitera, Rafii Syihab mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penguatan Komunitas Sastra Kementerian Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan. Disebutkan, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon dalam rilisnya mengatakan, bahwa komunitas sastra memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem sastra Indonesia. Komunitas menjadi ruang pertemuan antara karya dan...

WSFEST 2026; “RAKAT” DI TENGAH KABUT ASAP

WABUL Sawi Festival (WSFest) 2026, sebuah event sastra tahunan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan– dan kini memasuki tahun ke-3, akan digelar pada 23-26 September 2026.  Dari eflyer di instagram @wabulsawifest.official, terasa sekali nuansa yang muram dengan warna kuning kusam serupa udara berkabut asap yang tercipta dari kebakaran lahan dan hutan yang kini melanda Kalimantan. Hal ini sepertinya disengaja, karena WSFest sejak awal memberikan atensi terhadap permasalahan lingkungan. Tema yang diangkat pada WSFest 2026 yakni Rakat, yang diambil dari bahasa Banjar. Rakat memiliki makna kedekatan yang lekat, menempel, atau menyatu, mengenai hubungan antar manusia.  “Kata Rakat terasa menjadi kontekstual di dalam kondisi negeri yang...

AKARACITA BAWAKAN CERITA “JAGAU” KE PLATFORM MUSIK DIGITAL

AKARACITA, kelompok musik asal Banjarbastu, Kalimantan Selatan, merilis single “Jagau” pada 24 Agustus 2026, bertepatan dengan bulan perjuangan dan kemerdekaan. Cerita dan ingatan tentang Banua kembali dibawa Akaracita ke ruang musik digital. Kelompok musik asal Kalimantan Selatan tersebut merilis single terbaru berjudul “Jagau”. Pemilihan Jagau sebagai sumber penciptaan berangkat dari ketertarikan Akaracita terhadap figur dan ingatan budaya yang hidup di masyarakat Banjar.  “Melalui lagu ini, Akaracita mencoba menghadirkan kembali gagasan tentang keberanian dan kepahlawanan Banua melalui bahasa musik yang dapat diterima oleh pendengar masa kini,” ujar Novyandi Saputra, pimpinan Akaracita kepada asyikasyik.com. Jumat (11/9/2026). Membawa kebudayaan lokal ke ruang digital, kata Novandi, bukan sekadar...