Senin, 20 Mei 2019





BUDAYA BUKBER YANG BERBANDING LURUS DENGAN BUDAYA GAYA

Mengutip Sosiolog Prancis Pierre Bourdieu (1993) dalam sebuah jurnal Yayasan Obor Indonesia, Media Komunikasi Kebudayaan mendefinisikan, habitus sebagai sistem predisposisi dan aktifitas budaya yang dipelajari dalam masyarakat yang membedakan orang-orang menurut gaya hidupnya. Terkhusus Indonesia, ruang lingkup aktifiti buka puasa bersama telah mencapai stadium habit yang terbentuk oleh aktifitas, terlaksana berkesinambungan dalam kurun waktu dan ruang tertentu, yang menghasilkan bentuk kesenjangan serta pengalaman sosial. Sikap atau pun cara penyambutan Ramadan sebagai BBB (Bukan Bulan Biasa) bagi umat muslim di berbagai belahan dunia pun bermacam-macam. Generasi milenial yang menghuni lebih dari separuh penduduk Negara bahkun pengguna akun sosial media menjadi garda utama...

PUISI-PUISI AKBAR RIZKY SHOLEH

DIAGONAL GARIS di antara diagonal garis, kita akan berseberangan, menjadi titik-titik tumpu yang kelak akan dipersatukan. bukan dariku, perihal kesakitan itu. bukan pula dari dirimu, kita akan menjadi bentuk runcing yang terus dihafal anak-anak sekolah yang berusaha menamatkan cinta dari angka-angka. mereka akan berjuang serupa serdadu yang akan mati di pergulatan angka dadu. menamatkan bangku di tengah-tengah peluh sebuah doa. dan hal semacam itu bukan salah kita, kita akan diseberangkan, sebelum semua usai. sampai pada akhirnya, kita tamat sendiri dan memutuskan keluar dari lembaran usang yang tak terbaca lagi. Banjarmasin, 26 Februari 2016   MENGHITUNG DIAMETER kita adalah garis yang membentang, menjadi pembagian yang ragu-ragu. jika saatnya kita dihitung...

NASRUDDIN DAN DUA KELEDAI

SUDAH jadi rahasia umum, orang-orang pengadilan di negeri Nasruddin suka bermain mata dengan orang-orang kaya. Keadilan hanya diberlakukan secara keras kepada yang lemah, sedangkan kepada yang berkuasa dan kaya jatuhnya putusan hukum bisa diatur. Nasruddin, yang juga dikenal masyarakat sebagai penyair, kadang menulis syair untuk mengkritik mereka yang suka bermain-main bara tersebut. Dan syair-syairnya yang sering dinyanyikan masyarakat, membuat gerah orang-orang tersebut. Suatu hari hakim istana sedang berjalan-berjalan bersama pedagang kaya di negeri itu dengan diikuti pengawal-pengawal mereka. Di tengah perjalanan keduanya, mereka melihat Nasruddin sedang berjalan ke arah rombongan mereka. Muncul keisengan di benak mereka, si hakim dan si...

MUJICA

JIKA di kepala anda kata ‘miskin’ berarti kurangnya materi, maka itu tidak berlaku bagi Jose Mujica. Miskin dalam pengertian mantan presiden Uruguay ini bukanlah perkara materi—sesuatu yang superfisial. Ia nyaris tidak punya harta. Pada tahun 2010 kekayaan pribadinya tak lebih dari 1800 dollar AS atau sekitar Rp 18 Juta. Dan ketika menjadi presiden, gajinya yang berjumlah 12.500 dollar AS, ia sumbangkan setiap bulan sebanyak 90% untuk program sosial. Ia tidak pindah ke Istana Kepresidenan, namun memilih tetap tinggal di rumah milik istrinya di pinggiran kota Montevideo yang jalannya belum beraspal. Di rumah itu, pengawalnya hanya dua orang polisi dan seekor...

POLITIK TIANG LISTRIK DAN KEGALAUAN GENERASI Z

MASA remaja adalah masa yang tanggung sekaligus labil, saya bilang begitu karena saya sedang mengalaminya. Maka dari itu, tulisan ini sedikit-banyak lebih mendekati realitas dibandingkan tulisan-tulisan mengenai remaja yang ditulis oleh bapak-bapak generasi milenial ke atas. Saya adalah saksi anak-anak perempuan yang bergerombol, memakai lipstik tebal sekaligus bedak yang tak kira-kira untuk ukuran wajah manusia. Ada pula anak-anak lelaki yang konon kegantengannya bisa meningkat jika knalpot sepeda motornya dirombak. Saya juga saksi mereka yang mulai mengenal dunia politik dan mendiskusikannya di bawah atap sekolah. Memang saya belum cukup umur untuk ikut nyoblos tahun ini, hanya lewat beberapa hari setelah pemilihan baru...

PERJALANAN DEBU; “RIWAYAT PERJALANAN” FAHMI WAHID

KALAU bukan riwayat “perjalanan” lahir-batin penyair, apakah puisi? “Perjalanan” itu bukan hanya “perjalanan fisik”, bisa juga “perjalanan rohani”, “perjalanan spiritual”. Di buku kumpulan puisi tunggalnya (yang kedua) ini Fahmi Wahid (FW) menulis “riwayat perjalanan”-nya. Saya sudah lama mengenal FW, sejak akhir abad lalu (tahun 1990-an), saat ia kuliah di IAIN (kini Universitas Islam Negeri, UIN) Antasari, Banjarmasin. Sebagai mahasiswa yang bukan saja kuliah, tapi juga aktif berkesenian (terutama di bidang teater dan baca puisi), FW bergabung dengan (dan pernah menjadi ketua) Teater Pena Banjarmasin (TPBjm); komunitas seni mahasiswa yang (dipimpin dramawan dan penyair, almarhum Drs. H. Bachtar Suryani) merupakan binaan Kanwil...

TUTORIAL GANTI BAN SEREP BIAR GAK DIKIRA TUKANG BENGKEL

Menikmati minuman bersoda setelah kelelahan yang luar biasa itu ternyata benar-benar no bokis. Membakar lintingan tembakau yang baru dibuka dari bungkusnya juga jadi kenikmatan tersendiri. Memang tidak ada nilai-nilai kesehatan di antara keduanya. Tapi, nape jadi bisa belanja, nih? Dapat uang dari mana? Sa’e ni orang. Mari kita tarik garis waktu. *** Dari Al Karomah sampai ke Batas Kota itu memakan waktu kurang lebih dari sejam kayaknya. Hal yang paling beruntung pada pertengahannya adalah, saya tawakal, untung-untungnya mampir di kampus yang dulunya saya pernah kuliah di sana. Harap-harap cemas semoga kantin buka. Dan, keberuntungan itu saya dapati. Saya sempat ngemil walaupun ngebon....

TUTORIAL BERZIARAH AGAR GAK SALAH KAPRAH

Hari sedang mendung. Tapi tidak hujan. Gara-gara terbesit hati ingin makan di rumah Acil, jarak tempuh jadi bertambah lama. Saya tidak bilang waktu terbuang, tapi dari sana saya jadi merasa agar tidak mengharapkan bantuan manusia. Semoga tawakalnya makin kuat. Tapi belum mengukur sampai di mana batas kemampuan saya. Tau gak sih, gara-gara jalan kaki menyusuri jalan seperti ini, barus saya ngeh, oh ini nyaleg tho.  Di sini, si anu itu kah, oh dapil ini. Baru momentum jalan kaki sedemikian yang tanpa sengaja betul-betul terbaca rincian caleg-caleg kita ini, dari spanduk yang tersebar di penjuru-penjuru belokan. Sebagaimana yang telah kalian baca...

PUISI-PUISI NAILIYA NIKMAH JKF

SECANGKIR KOPI DI NATEH masih terlalu pagi di Nateh ketika aku dan keletihanku tiba hujan tadi malam menyisakan dingin menyimpan gigil pada baris pepohonan menitip riwayat pada bukit, gunung batu, dan hamparan kembang kuning perahu biru mengapungkan sesajen rindu sambil menafsir pesan rahasia sang meratus pada permukaan secangkir kopi aku lukis wajahmu dan seluruh kisah kita. Adakah yang lebih pahit selain jawaban yang disangkal kebenarannya bukan oleh sesiapa melainkan dari hatimu sendiri Nateh, 2019 MAAF, AKU PELUPA YANG BURUK Menganggap mereka tidak ada seperti yang kaupinta bukan sesuatu yang buruk Akan tetapi ada yang tidak bisa kita hindari sekuat apapun kita berupaya dengan atau tanpa komentar mereka takdir sudah benderang tanpa kita undang Kutitip catatan tentang sebuah kehilangan pada sepanjang jalan raya berdebu dari pagi hingga...

NASRUDDIN, RAJA, DAN KESAKSIAN SEEKOR KELEDAI

NASRUDDIN tak selalunya patuh kepada penguasa, apalagi yang dianggap zalim oleh rakyat jelata. Ia juga membenci mereka para penjilat di sekitaran penguasa yang zalim itu, yang menurutnya adalah orang-orang munafik serakah pemuja dunia. Suatu ketika Nasruddin dianggap berkomplot dengan lawan-lawan politik penguasa di negerinya. Orang-orang kritis ini memang selalu menyerang penguasa dan kroni-kroninya, terutama menyangkut kebijakan-kebijakan yang menyudutkan orang-orang kelas bawah yang tak berdaya. Satu dua kali salah satu dari orang-orang kritis ini yang dianggap sebagai tokoh makar dihukum dengan keras, untuk menyiutkan hati para pengkritik lainnya. Dan terbukti sesudahnya, banyak yang tak berani bicara secara terang-terangan. Meskipun, keberadaan mereka...