Senin, 18 Oktober 2021





PUISI

DIORAMA KECEMASAN

Diorama Kecemasan Aku masihlah hanger di gagang gantungan menunggu bahu sepotong kemeja, ketika bahkan kau lebih suka menyetrika dan melipatnya; kapur barus di sudut almari...

KESEDIHAN ROYA

KESEDIHAN ROYA “duduklah di kursi itu, Youssef lalu tengadah” sepasang tangan yang selalu hangat dan cermat akan memberimu beberapa tetes cairan penghilang rasa terbakar ke sepasang matamu yang tak bisa...

SUNGAI KOPI

SUNGAI KOPI Kopinya tandas, sementara buku bacaan menyisakan tiga puluh dua halaman lagi Tuhan begitu baik menciptakan kopi Adakah sungai kopi di surga? Sebagaimana perumpamaan taman surga yang...

SENANDIKA PIPA SI TUA

SENANDIKA PIPA SI TUA sayang, tak ada yang memintamu jadi tokoh utama di atas panggung yang telah bertahun kehilangan penonton dan lakon berkualitas tentang tata cara bertahan muda menjadi...

IA DIPUKUL DINDING WAKTU

IA PUKUL DINDING WAKTU "cahaya, cahaya, cahaya!" dada ini bergetar pergulatan tak henti-henti ia pukul dinding waktu jam berdentang tiga kali malam larut bulan sabit terayun di senyap langit ia meremukkan rindu...

PUISI-PUISI EWITH BAHAR; MEMANDANG DARI KEJAUHAN

MEMANDANG DARI KEJAUHAN Telah kususur jalan liku yang pernah kautempuh Ribuan siang ribuan pagi Yang membuatku lebih paham Perihal mata merah dan baju yang kerap tak sempat kautukar...

PUISI-PUISI VITO PRASETYO; SESUDAH ZAMAN BICARA

SESUDAH ZAMAN BICARA Andai siang tak pernah tercipta kita tak akan pernah tahu apa itu matahari dan malam menjadi puisi yang tak akan pernah bercerita tentang mimpi Putih...

PUISI-PUISI MUHAMMAD DAFFA; NABI PUISI

NABI PUISI Nabi-nabi menyumbangkan lidahnya Kepada sebuah kitab puisi Berharap ada seseorang yang menemukannya Dan memakai ulang lidah itu Di sebuah upacara pertobatan Surabaya, Mei 2021 DARI ARAH JENDELA Berpeluklah pada kesedihan...

PUISI-PUISI IRAWAN SANDHYA WIRAATMAJA; DI KEDAI KOPI SUATU SIANG

DI KEDAI KOPI SUATU SIANG Akhirnya aku harus paham bahwa matahari Selalu menyembunyikan warna kopi yang sesungguhnya Di antara cahaya yang berpendar Menjadi partikel-partikel besi yang kecil dan...

PUISI-PUISI ISWADI BAHARDUR; KOOPTASI GONGGONGAN ANJING

KOOPTASI GONGGONGAN ANJING Kau bentang perjanjian hening di kepalaku sebelum lentik jemari menjadi kupu-kupu kota “kau jauh lebih singa bila mencintai kitab wanita warisan nenekku” bisikmu menyambut sepasang...