Kamis, 6 Mei 2021





PUISI

PUISI-PUISI BUDHI SETYAWAN; ARWAH KUCING

ARWAH KUCING sepasang matanya mencakar cuaca mengusap detakku pada temu tatap sore itu semacam perkenalan yang tak direncanakan menaut ke sulur gerimis yang dikirimkan cemas remang berasa teramat perlahan mengiris jelajah lengang...

PUISI-PUISI ISBEDY STIAWAN ZS; TAK PERLU BERTANYA

TAK PERLU BERTANYA tak perlu kau bertanya kapan embun datang dan bila pula pergi. karena daun sudah tak lagi punya tubuh untuk menerima kehadirannya apalagi pergi — bahkan tanpa pamit...

PUISI-PUISI BUDI HATEES; MAUT

MAUT 1 maut itu tak pernah jauh dari urat nadimu dia jadi apa saja yang tak bisa kau duga dan tak ada cara untuk mengetahui kehadirannya mungkin dia berwujud...

PUISI-PUISI MOH MAHFUD; IV/ASA BINGUNG

IV/ASA BINGUNG Sepanjang hari Ia kebingungan Bolak-balik WC Bolak-balik dapur Bolak-balik kamar tidur Dan entah pada jam yang ke berapa Tiba-tiba dia sudah ada di atas pohon besar. “Aku lagi mencari angin”...

PUISI-PUISI MUHAMMAD DAFFA; SANDIWARA KOTA

SANDIWARA KOTA Aku ingin menonton sandiwara 24 jam di antara guyur gerimis. Biarkan kota terlelap Dengan secawan anggur yang dijaja perawan berkulit langsat. Aku ingin mengajakmu berkelana...

PUISI-PUISI MOH. GHUFRON CHOLID; KUSEBUT KAU RINDU

KUSEBUT KAU RINDU Kusebut kau rindu Di dalam detakmu Ada gigil ingatanku Kusebut kau rindu Di kedip matamu Kenanganku berlarian tak tentu 2021 SEBELUM SUBUH Sebelum subuh, cintaku Ada jadwal kencan yang lebih megah Dari...

PUISI-PUISI ISBEDY STIAWAN ZS; SERIBU GAMBAR

SERIBU GAMBAR bahkan seribu gambar dalam lembar album itu telah kulupa tajuknya karena selalu wajahmu yang dulu mampir lalu diempas badai : serpihan AKULAH AIR jika hutanhutan dihilangkan tanah digali jadi kubangan ke mana aku...

PUISI-PUISI RAUDAL TANJUNG BANUA; MADIHIN BARA BATU BARA

Madihin Bara Batu Bara —Sebuah variasi, sebuah subversi Tersebut nian bumi Kalimantan Banyak batu banyak kayunya Batu hitam batu mulia Batu hijau kecubung nyawa Batu intan batu cempaka Batu merah batu...

PUISI-PUISI J. AKID LAMPACAK: AKU MELIHAT NAMAMU

AKU MELIHAT NAMAMU pada rintik hujan musim kedua namamu menjelma dingin yang menyelimuti tubuhku tapi aku tak mampu menyentuhnya bahkan saat kubaca namamu seluruhnya semakin semu dunia menjadi tubuhmu yang buram dan...

PUISI-PUISI EDDY PRANATA PNP: PERJALANAN MENCARI KEKASIH

PERJALANAN MENCARI KEKASIH ke bandung juga ini pagi mencari kekasih yang pergi membawa bunga karang nusakambangan mungkin sekarang telah menyamar perempuan priangan yang gelisah dan melupakanku bisa jadi ia...