Beranda SENI & BUDAYA

SENI & BUDAYA

FESTIVAL TEATER BAHASA BANJAR II (6): SEROJA, PENONTON TAK TAHAN

"Kaget juga tadi.... Saya kira ada apa, kah!" TEATER Seroja adalah grup termuda dari total delapan belas peserta yang mengikuti Festival Teater Bahasa Banjar II,...

HENING DAN BERISIK: LUKA DOMESTIK ANAK DALAM LAKON “DIJJAH”

Lakon realis berbahasa Banjar karya Hidayatul Fikrie mengajak penonton duduk di ruang tamu yang sama dengan Dijjah, untuk melihat apa yang ia lihat setiap...

FESTIVAL TEATER BAHASA BANJAR II (5): SANGGAR MENTARI MENOLAK PENTAS MANIS!

"Teater adalah teror! Kita sedang tidak mementaskan yang manis-manis, Bung!" SIAPA yang tertawa ketika menonton lakon Barajah Bala, hari terakhir Festival Teater Bahasa Banjar (FTBB)...

FESTIVAL TEATER BAHASA BANJAR II (4): HALILINTAR YANG MENJAWAB RENDRA

apalah artinya  renda-renda kesenian bila terpisah dari derita lingkungan apalah artinya berpikir bila terpisah dari masalah kehidupan? kepadamu aku bertanya...   BAIT-bait terakhir Sajak Sebatang Lisong yang dibacakan WS Rendra...

BAGAIMANA TATA PANGGUNG HIDUPKAN CERITA? DARI HUTAN MANGROVE KE BANTARAN SUNGAI

Apa bedanya teater dan film? Di film, selebar apa pun layarnya, mata kita tetap digiring kamera, ke mana sudut pandang membawa. Di teater, mata...

FESTIVAL TEATER BAHASA BANJAR II: POCONG BENCONG, ANTARA TAWA DAN PENANDA...

Kursi penonton Balairung Sari penuh. Sejak awal, Pocong Bencong garapan Sanggar Prisma telah mengundang penasaran kawula muda. "DI KAMPUNG ini, lidah cepat menghakim, telinga menolak...

FESTIVAL TEATER BAHASA BANJAR II 2026: MEMBACA KITA DARI ATAS PANGGUNG

Tua muda menari dalam lingkaran, memantulkan ruhui Ampat Lima Lantunan Keroncong Banua; senyum Embie C Noer berbinar dalam rentak Paris Barantai, rambut putihnya melengkapi...

“TUHA” DAN PENGGULINGAN TAHTA SUKIBAR DI DALAM SANGGAR

Naskah karya Hamdani ini diadaptasi Teater Mahakam untuk Festival Teater Berbahasa Banjar II 2026 di Taman Budaya Prov Kalsel, Banjarmasin. Seorang pemimpin tua bermimpi dipaksa...

“MUARA”; KOLASE KEGAMANGAN ANAK-ANAK MUDA MENATAP MASA DEPAN

Jika kamu berharap mendapatkan kronologis atau cerita apa yang hendak disampaikan dari penampilan Teater Luminari yang mementaskan “Muara” pada hari kedua Festival Teater Bahasa...

“BAJU RIGAT”; MENELANJANGI KEMUNAFIKAN DI BALIK PENAMPILAN

Dengan pemeranan karakter yang kuat oleh para pemain, pentas “Baju Rigat” yang disuguhkan Sanggar Ar-Rumi asal Kabupaten Banjar pada hari kedua Festival Teater Bahasa...