KEGIATAN diseminasi sekaligus implementasi isu Kesehatan Mental BASAkalimantan Wiki, Jumat (30//2026) di Kawasan Lapangan Murdjani dan MIngguraya Banjarbaru, diwarnai dengan beragam aksi. Mulai dari kampanye menggunakan cosplay k-pop dengan membawa media kampanye yang di antaranya bertuliskan: “Tak Mengapa Merasa Lelah, Asal Jangan Menyerah”, “Kamu Tetap Berharga Walau Lagi Gak Produktif”, hingga disediakannya sebanyak 6 Bilik Bakisah untuk konseling.
Sebelumnya, pada November-Desember 2025, BASAkalimantan Wiki menggelar Wikithon Pastisipasi Publik (WPP #4) isu “Kesehatan Mental” dengan meminta pendapat dari kalangan pemuda untuk menangani masalah itu. Setelah diperoleh pemenang dengan pendapat terbaik, selanjutnya digelar dialog dengan melibatkan pelajar, mahasiswa, guru, akademisi, hingga intansi terkait seperti Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Banjarbaru.
Dari situ keluarlah Policy Breif atau Kertas Kebijakan dari hasil Wikithon Pastisipasi Publik (WPP #4) isu “Kesehatan Mental” dengan tiga point penting. Pertama Hotline, yakni meningkatkan kembali Hotline layanan Kesehatan Mental yang ada di DP3APMP2KB Kota Banjarbaru, baik melalui kampanye, maupun terkait teknis hotline itu sendiri. Kedua, Pelatihan Konselor Sebaya, yaitu menggelar pelatihan konselor bagi tersedianya SDM konselor sebaya (muda) oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru. Ketiga, Kampanye Digital dan Offline, yaitu menggelar aksi kampanye isu Kesehatan mental, baik secara digital maupun offline, yang dilakukan dan digerakkan oleh para pemuda dan komunitas.
“Jadi, malam ini para pemuda yang terlibat dalam kegiatan partisipasi publik isu Kesehatan Mental melakukan diseminasi sekaligus implementasi,” ujar Hudan Nur, Koordinator Program BASAkalimantan Wiki saat pembukaan di atas panggung bundar Mingguraya.
Dikatakan, dengan dihasilkannya tiga bentuk implementasi, menjadi suatu keberhasilan para pemuda dalam melakukan upaya mengatasi masalah Kesehatan mental, dengan melibatkan beragam komunitas dan instansi pemerintahan.

Sementara DP3APMP2KB Kota Banjarbaru Hj. Eviyana menyambut baik kegiatan yang telah digelar BASAkalimantan Wiki terkait isu Kesehatan Mental ini. Begitupun dengan point policy brief yang dihasilkan. “Adanya Bilik Bakisah ini sangat bagus. Sebab, dengan bercerita saja, maka itu sudah mengurangi sebesar 70 persen persoalan yang kita dihadapi,” ujarnya.
Selanjutnya, dilakukan pembacaan policy brief oleh Nada dari KNPI, mewakili teman-teman pemuda lainnya yang berasal dari berbagai komunitas dan organisasi, di antaranya Pepelingasih Literasi, Duta Genre, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi, Pemuda Bakti Banua, dan lain-lain.
Sedangkan yang melakukan konseling di dalam Bilik Bakisah mencapai 50 lebih, dengan tenaga konselor muda 12 orang. Terinfo yang mendaftar untuk berkonseling ada 90 orang lebih dengan pendaftaran terbuka selama satu jam. Rata-rata mereka yang melakukan konseling adalah anak muda, sedangkan permasalahan yang diceritakan selain soal percintaan, juga terkait masa depan.@
























