PROGRAM Smartren Ramadan WAKA7 tunai dilaksanakan oleh Akademi Literasi Banjarbaru pada 25-30 Maret 3024. Giat ini merupakan Pesantren Kilat kebahasaan kelas tahsin/tahfiz dan kelas bahasa asing, yakni Bahasa Arab, Jepang, Inggris, dan Jerman. Adapun para pesertanya berasal dari pelajar SD/SMP sederajat dengan minat pilihan siswa.
Akademi Literasi Banjarbaru adalah forum komunikasi komunitas-komunitas literasi di Banjarbaru yang terdiri atas; Akademi Bangku Panjang Mingguraya, Yayasan IMI, Inspiralova, Sekolah Rakyat Kalsel, dan Atpusi Banjarbaru.
Smartren Ramadan Waka7 menjadi pijakan baru di bulan Ramadan untuk mengembangkan minat siswa(i) di Banjarbaru. Selain program kebahasaan, Smartren Ramadan Waka7 berparalel dengan giat Workshop Literasi Pengembangan Al-Qur’an, Workshop Public Speaking, dan 2 Program Bincang Temu Literasi (BITLI) bersama Duta Baca Banjarbaru.
Pembukaan SMARTREN RAMADAN WAKA7 di Aula Gawi Sabarataan, Senin 25 Maret 2024

smartren ramadan waka7 mendapat apresiasi dari pemerintah kota banjarbaru
“Smartren itu artinya smart dan tren artinya pesantren. Dengan adanya program ini kami berharap yang ikt akan jadi pintar,” papar Fitriyadi Ramadhan, Ketua Pelaksana kegiatan.
Terbukti, dengan kelas bahasa yang dibuka anak-anak menjadi tahu dan kemudian bisa melanjutkan minatnya ke kelas khusus yang difollow up langsung oleh Yayasan IMI, lewat Relawan Mengajar Kalsel.
Dalam kesempatan program ini, kegiatan sangat terbatas sekali sehingga ada keinginan untuk membuka kelas secara intensif. Selain dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Banajrbaru, program ini didukung oleh Bank Kalsel Cabang Banjarbaru.
“Iya, kami secara swadaya lewat pendaftaran peserta untuk belajar awal mengenal Bahasa Asing. Tapi, Alhamdulillah CSR Bank Kalsel memberikan kami dukungan di akhir kegiatan. Adapun bantuan itu sebagian kami gunakan untuk membantu membayar honor lelah para tentor yang secara sukarela meluangkan waktunya di program kami,” beber Kiky, sapaan akrab ketua Panitia.

Penutupan Smartren Ramadan Waka7 yang ditutup dengan Workshop Public Speaking bersama Lurah Sungai Besar, Ibu Anindya Risa Destiana
Diketahui terkait penjaringan tentor sendiri, para panitia secara khusus menyeleksi para calin tentor dan relawan umum yang jumlahnya mencapai 52 orang. Antusias para relawan untuk bergabung membersamai para panitia lewat progrma ini sangat tinggi.
“Namun, karena pertimbangan banyak hal akhirnya kami hanya merekrut 14 tentor dan termasuk relawan intern,”pungkas Kiky@

























