SEJAK diumumkannya Wakil Wali Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan, Wartono yang mengundurkan diri dari jabatannya, Selasa (3/11/2026) karena alasan kesehatan, satu nama mencuat sebagai pengganti.
Seperti diketahui, Ketua DPRD Banjarbaru Muhammad Syahrial pada rapat paripurna membacakan surat Wali Kota Nomor 000111/550/Wali Kota/2026 tertanggal 14 Oktober 2026 mengenai permohonan pengunduran diri Wartono yang sebelumnya disampaikan melalui surat Nomor 000/0103/UMUM/2026 tentang permohonan pemberhentian dari jabatan Wakil Wali Kota atas permintaan sendiri karena alasan Kesehatan tertanggal 13 Agustus 2026.
“Surat tersebut adalah permohonan pemberhentian Wakil Wali Kota Banjarbaru atas permintaan sendiri, disertai dokumen pendukung terkait kondisi kesehatan,” ungkap Syahrial.
Adapun perihal proses pemberhentian wakil kepala daerah sendiri telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan mengacu Pasal 78 ayat (1) huruf b, wakil kepala daerah dapat berhenti karena permintaan sendiri.
“Setelah ini, sesuai ketentuan, usulan pemberhentian Wakil Wali Kota atas nama Wartono disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri RI melalui Gubernur Kalimantan Selatan,” beber Syahrial.
Proses lanjutan yang menjadi bagian dari tahapan administratif pemberhentian wakil kepala daerah sesuai ketentuan perundang-undangan segera diteruskan kepada Mendagri melalui Gubernur Kalsel untuk mendapatkan penetapan resmi. Di sesi paripurna ini, Ketua DPRD Kota Banjarbaru meminta persetujuan anggotanya.
Pengganti Wawali Banjarbaru
Usai pengumuman ini santer disampaikan secara publik, Banjarbaru yang menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan resmi tidak memiliki wakil kepala daerahnya dan memerlukan pengganti.
Ditemui di kawasan Mingguraya, Banjarbaru, Akademi Bangku Panjang Mingguraya dan Wabul Sawi sudah melakukan pendekatan dan menyebut ada calon pengganti yang saat ini dalam proses peninjauan untuk mengikuti prosedur alur mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW) Wakil Wali Kota Banjarbaru. Digadang-gadang, HE. Benyamine, akan menjadi salah satu kandidat terkuat.
“Siapapun bisa saja menjadi kepala daerah Banjarbaru mengikuti prosedur dan serangkaian kesepakatan pendukung itu,” ungkap HE. Benyamine Ketika ditemui Selasa (3/11/2026).
Usai namanya digadang-gadang sebagai kandidat pengganti, tokoh publik Banjarbaru ini tidak banyak memberikan komentar dan dengan santai menyerahkan segenap keputusan Wawali Banjarbaru mengikuti alur mekanisme yang berlaku.
“Lihat apa yang kamu tidak lihat!” tutup Ben, sapaan akrabnya seolah menutup pintu pertanyaan lanjutan yang akan diberikan lagi kepadanya.@





























