AKARACITA, kelompok musik etnik kontemporer asal Kalimantan Selatan kembali merilis single terbaru berjudul “Timang” pada 9 Oktober 2026.

Lagu Timang berakar dari kebudayaan Banjar ketika menidurkan anak dengan cara menggendong atau mengayun sembari mendendangkan nyanyian atau shalawat. Dalam laku ini terjalin kehangatan, ritme, serta ikatan batin antara ibu dan anak.

“Timang berangkat dari nyanyian uma atau ibu ketika menidurkan anaknya. Nyanyian ini adalah tradisi lisan yang memuat doa dan harapan tentang keselamatan, pertumbuhan, serta masa depan sang anak,” ujar Novyandi Saputra,  pimpinan Akaracita kepada asyikasyik.com, Selasa (13/10/2026).

Dikatakan Novyandi, struktur bahasa yang positif, repetisi melodi, dan intonasi suara menjadi bagian dari cara kasih sayang diwariskan melalui pengalaman keseharian.

Bagi Akaracita, timang merupakan peristiwa musikal sekaligus spiritual. Gerak ayunan tubuh dan pengulangan bunyi menghadirkan ruang penenangan, sementara kata-kata yang dilantunkan menjadi harapan yang terus diucapkan dengan penuh kesadaran.

“Praktik sederhana tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat Banjar menanamkan nilai, perlindungan, dan cinta sejak awal kehidupan manusia,” kata Novyandi.

Didirikan pada 2016, Akaracita merupakan kelompok musik etnik kontemporer yang berakar pada pengetahuan musikal Gamalan Banjar. Kelompok ini mengembangkan struktur ritmis, karakter bunyi, dan berbagai kemungkinan musikal tradisi Banjar melalui pendekatan eksperimental dan komposisi kontemporer. Tradisi diperlakukan sebagai pengetahuan yang terus bergerak, bukan peninggalan yang berhenti pada bentuk masa lalu.

Single “Timang” merupakan bagian dari album Mamang; Words and Wonder, sebuah proyek artistik yang mempertemukan kata dan bunyi, tradisi dan eksperimen, serta kepercayaan dan pencarian artistik. Album ini mengajak pendengar merasakan kembali hubungan manusia dengan dirinya, alam, dan kebudayaan yang membentuk kehidupannya.

Melalui “Timang”, Akaracita menghadirkan kembali sebuah pengalaman yang mungkin akrab bagi banyak keluarga; secara khusus keluarga Banjar dan dalam pengertian  keluarga yang lebih luas, tetapi menyimpan kedalaman makna yang kerap luput dari perhatian. Sebuah nyanyian sederhana yang memperlihatkan bahwa kebudayaan tidak hanya diwariskan melalui upacara atau pertunjukan, tetapi juga melalui suara seorang ibu yang menemani anaknya tumbuh.

“Timang” tersedia mulai 9 Oktober 2026 melalui kanal musik digital Akaracita.@