ANUGERAH Banjarbaru Film Academy Festival (BAFAFEST) 2025 yang ditaja oleh Akademi Film Banjarbaru pada 19-20 Desember 2025 telah terlaksana dengan sukses. Terlebih di hari kedua lebih seratus penonton membanjiri Panggung Bundar Minguraya Banjarbaru, mereka menyaksikan secara langsung sekaligus memberikan dukungan untuk film favoritnya.
Momentum BAFAFEST yang menayangkan 16 film pendek terpilih selama dua malam dengan durasi kurang lebih 5 jam berhasil menguras emosi penonton yang menyimak satu persatu film pendek buatan sineas muda Banua tersebut.
“Plot twist endingnya… gokil! Di luar dugaan sekali, ini tidak terbayangkan bakal seperti itu!” Ungkap Aya, salah satu penonton BAFAFEST 2025.
Dirinya mengaku sangat terkejut dengan ending film Suatu Malam Ketika Puisi Tak Mampu Ia Tulis Lagi produksi asyikasyik beberapa tahun silam itu. Dan yang menegangkan baginya kenapa sampai tokoh utama melakukan hal yang tak terduga.
“Asli, si laki-laki itu mau ngapain dengan si tokoh perempuan itu? Membunuhnyakah?” tanyanya dengan penuh ketakutan.
Suasana Menonton Bareng BAFAFEST di Mingguraya Banjarbaru
Didukung secara swakelola bersama Wabul Sawi Festival, Buhan Banjar, Warung Kreatif, Akademi Bangku Panjang Mingguraya, dan DPRD Kota Banjarbaru, agenda BAFAFEST dibuka secara resmi oleh Kasubbag Umum BPK Wilayah XIII Kaltengsel, Pahadi, S.S yang datang jauh-jauh dari Kota Palangkaraya, pada Jumat (19/12/2025) malam.
“BAFAFEST ini adalah langkah kecil untuk tahun 2026. Sebab sebelumnya SMAFEST digelar secara berturut-turut sepanjang dua tahun dan kami berharap BAFAFEST tahun 2026 bisa menjangkau lebih luas lagi,” papar Rory Aksara, Ketua Akademi Film Banjarbaru saat memberikan sambutannya.
Berangkat dari kegelisahan sekaligus harapan untuk menciptakan atsmosfer perfilman bagi sineas muda untuk merayakan karyanya dalam sebuah festival sehingga BAFAFEST diharapkan menjadi pijakan berkelanjutan untuk mendorong inovasi serta kreasi anak muda.
“Semoga langkah ini mendapat dukungan lebih luas lagi agar langkah kami tidak berhenti sampai di sini,” pungkas Rory yang juga dikenal sebagai penyair dan pengajar di SMAN 1 Banjarbaru.
Menurutnya hanya ada 14 film yang diikutkan untuk pemilihan Anugerah BAFAFEST sebab dua film karya TVRI dan Asyikasyik tidak ikut penilaian penonton. 14 film yang ikut voting merupakan karya pelajar di Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Agenda yang berlangsung khidmat ini juga didukung pertunjukan dari Sanggar Tari Langgundi dan penampilan teater Kartini karya Sanggar Teater Aksata.
Selain BPK Wilayah XIII Kaltengsel, BAFAFEST juga disaksikan Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Direktur Akademi Bangku Panjang Mingguraya, Film Maker dari Banjarbaru, Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan seniman lintas bidang.
Adapun film yang menjadi pilihan penonton berdasarkan voting penonton yang hadir, sebagai berikut; Terfavorit 1 Tabuhan Harapan (SMKN 1 Simpang 4 Pengaron), Terfavorit 2 Aku Perempuan (SMAN 1 Martapura), dan Terfavorit 3 Pulang (SMAN 1 Martapura).@
Ketua Akademi Film Banjarbaru Rory Aksara Menyerahkan Hadiah Kepada Juara Terfavorit
Swafoto Bersama Panitia Akademi Film Banjarbaru, Ketua DPRD Banjarbaru, BPK Wilayah XIII Kaltengsel, Akademi Bangku Panjang Mingguraya, dan Disdikbud Kalimantan Selatan



























