Kami bamula lawan Bismillah
Panting dikatik baandung tangan
Shalawat salam kami sampaikan
Kepada Nabi Rasul junjungan
Grup musik kami Ruhui Rahayu
Wadah bakumpul saniman anum
Janganlah sampai salisih paham
Sairing sajalan jadi tujuan

ITULAH petikan syair lagu berjudul Ruhui Rahayu yang menjadi pembuka Konser Tunggal bertajuk Dundang Langgam Banua oleh Sanggar Seni Musik Panting (SSMP) Ruhui Rahayu di Panggung Bundar Mingguraya, Kota Banjarbaru, Jumat (19/9/2025) malam.

Konser tunggal yang difasilitasi Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIII Kaltengsel ini menyuguhkan lagu-lagu Banjar yang merupakan hasil karya cipta SSMP Ruhui Rahayu, pimpinan Muhammad Marwan, sendiri. Sebanyak 8 lagu yang dibawakan mendapat sambutan antusias dan apresiasi segenap undangan dan masyarakat umum yang datang menonton pertunjukan gratis ini.

Selain dihadiri pihak BPK Wilayah XIII Kaltengsel, turut menyaksikan pula Ketua DPRD Kota Banjarbaru Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Marhaen Rahman yang mewakili Wali Kota Banjarbaru, serta sejumlah seniman budayawan di antaranya Mukhlis Maman, Novyandi Saputra, dan Muhammad Budi Zakia Sani.

Meski tidak seluruhnya menggunakan instrument alat musik tradisional, namun panting yang dimainkan Marwan seakan menjadi pemandu jalannya irama yang terus melenting sepanjang lagu, begitu rapat dan intens, sehingga nuansa musik panting tetap dominan di antara suara gitar yang dimainkan Akbar Alamsyah, bass (Muhammad Zaini Kurdi), drum (Syarif Zamzam), dan keyboard (M. Rifani).

Dari kiri; M. Rifani, Akbar Alamsyah, Muhammad Zaini Kurdi, dan Hafiz Ansari. (foto-foto: bob/lima serangkai)

Hanya suara babun yang dimainkan Dwi Prasetya yang terdengar bertalu-talu, dan kadang solois, selain melodi panting. Musik tradisi lainnya yang juga terdengar menonjol adalah sayatan violin Hafiz Anshari dan sayup suara gong/perkusi Hidayat Nur.

Dari kiri; Muhammad Marwan, Syarif Zamza, Dwi Prasetya. (foto-foto: bob/lima serangkai)

Yang membuat penampilan Ruhui Rahayu bak konser besar, yakni tampilnya sejumlah vocalis yakni Rina Santika, Syaira Anita, Norhasanah, dan Hery yang bergantian atau berduet membawakan lagu-lagu seperti Banjarbaru Kota Idaman, Baturai Nyanyi, Bagaganagan, Kada Kawa Bakulim, Tamakan Pangrasa, Ditiwas Jadi, dan Kaganangan.

Sejumlah penyanyi yang tampil dalam Konser Tunggal Dundang Langgam Banua musik panting Ruhui Rahayu di Panggung Bundar Mingguraya, Kota Banjarbaru, Jumat (19/9/2025) malam. (foto:foto; bob/lima serangkai.)

Apresiasi luar biasa disampaikan Ketua DPRD Kota Banjarbaru Gusti Rizky di sela pertunjukan. “Ini konser tunggal yang megah. Seharusnya tidak cukup hanya tampil di panggung Mingguraya ini, setidaknya di Lapangan Murdjani,” katanya, yang mendapat persetujuan dan tepuk tangan penonton. Ia juga menjanjikan akan membiaya pembuatan kostum untuk para pemain.

Marwan selaku pimpinan Ruhui Rahayu juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada banyak pihak atas terselenggaranya Konser Tunggal Dundang Langgam Banua. Selain kepada BPK Wilayah XIII Kaltengsel yang telah memfasilitasi, Ketua DPRD Banjarbaru, Pemko Banjarbaru, ucapan salut juga dihaturkan kepada Direktur Akademi Bangku Panjang Mingguraya (ABPM) H.E. Benyamine.

“Bang Ben (Benyamine) memberikan dorongan besar kepada kami untuk terus berkarya, hingga kami bisa mendapatkan fasilitasi kebudayaan dari BPK Wilayah XIII Kaltengsel dengan menggelar konser ini,” kata Marwan, yang juga pengajar di SMAN 1 Banjarbaru.

Marwan mengaku puas dengan sambutan penonton serta tampilan mereka di atas panggung. “Saya merasa puas. Sejak Ruhui Rahayu didirikan tahun 2006, kami tidak pernah tampil dan mendapat kesempatan seperti ini,” katanya seusai acara.

Ben yang turut menyaksikan konser mengatakan, bahwa konsistensi dalam berkarya sangat penting. “Namun yang terpenting juga adalah melakukan penciptaan karya baru seperti Ruhui Rahayu, agar lagu Banjar yang dibawakan tidak selalu itu-itu saja sejak dulu,” kata Ben yang sehari-hari sering berada di Mingguraya, dan dikenal mengayomi para seniman atau anak-anak muda yang mencoba mengembangkan talenta mereka.

Sementara perwakilan Pamong Budaya Ahli Muda BPK Wilayah XIII Kaltengsel, Yusri Darmadi sangat terkesan dengan penampilan konser tunggal musik panting Ruhui Rahayu. “Fasilitasi yang diberikan BPK kepada Ruhui Rahayu adalah melihat pada aspek nilai budaya. Dan konser ini menjadi sebuah upaya perlindungan terhadap musik panting,” katanya.

Konser yang dipandu pewara Anton dan Miranti ini berakhir menjelang pukul sebelas malam dengan lagu penutup Kaganangan yang dibawakan Syaira Anita. Konser ini juga didukung sejumlah media termasuk asyikasyik.com, serta Lima Serangkai untuk video dan foto dokumentasi.@