CERITA BUKU (TABU) Wabul Sawi seri ke-8 edisi Hari Buku Internasional bersama 3 narasumber spesial, yaitu: Cahyo Sastrowardoyo-Pegiat Literasi Indonesia sekaligus Duta Baca Jakarta Pusat, Tuanku Muhammad Radiyan-Pengelola Susilo Bambang Yudoyono (SBY) Art Community, dan Kencana Wati-Birokrat yang kutu buku sekaligus Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Seluruh peserta diwajibkan membawa buku yang sedang dibaca dan Manajemen Wabul Sawi Kalimantan telah menyiapkan merchandise secara gratis bagi seluruh hadirin yang datang. Acara ini akan dilaksanakan pada Minggu, 26 April 2026 pukul 16.00-17.30 WITA di Basecamp Inkubator Wabul Sawi Festival, Jl. Guntung Jingah No. 107 Loktabat Utara, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
“Seri ke-8 ini kami mengangkat Local Wisdom (kearifan lokal) yang bermakna nilai, pengetahuan, dan praktik yang berkembang dalam suatu masyarakat berdasarkan pengalaman dan budaya setempat. Olehnya kami mengharapakan seluruh peserta membawa buku yang setema dengan ini.” ungkap Hudan Nur, Direktur Wabul Sawi Kalimantan.
Hari Buku Internasional yang jatuh pada 23 April dengan tema tahun 2026 Read Your Way (Membaca dengan Caramu). Tema yang berlanjut dari tahun 2025, di mana mendorong individu untuk menemukan kegembiraan dalam membaca, merayakan keragaman budaya, dan menumbuhkan literasi melalui pendekatan yang inklusif dan personal di era digital.
Sebagai informasi, Cahyo Sastrowardoyo merupakan bagian dari International Storytelling Conference di Paris, Madrid, dan Amsterdam tahun 2013. Ia juga dikenal sebagai pegiat literasi Indonesia dan sebagai dosen di Universitas Trilogi Jakarta. Dirinya terlibat di kegiatan Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat. Ia juga aktif menulis mengenai perkembangan anak. Pada tahun 2023-2025 dipercaya menjadi Duta Baca Jakarta Pusat.
Sementara itu, Tuanku Muhammad Radiyan merupakan tokoh muda asal Aceh yang aktif di bidang kebijakan publik, seni budaya, dan akademisi. Di bidang seni, ia terlibat dalam pengelolaan pameran melalui SBY Art Community, dengan fokus memperkenalkan karya seni kepada generasi muda. Ia juga aktif dalam Lembaga Kajian Kebijakan Publik Indonesia (LKKPI) dalam mendorong kebijakan yang berkeadilan. Sebagai akademisi, ia berkontribusi dalam penelitian hukum, khususnya terkait kepastian hukum dalam tindak pidana. Ia juga memiliki ketertarikan pada geopolitik, sejarah, serta seni dan budaya, yang kerap ia bagikan melalui ruang publik.
Dan Ibu Kencana Wati adalah seorang birokrat kutu buku berpengalaman yang saat ini memegang amanah sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar. Sepanjang rekam jejak kariernya di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Banjar, beliau telah menduduki berbagai posisi strategis yang membuktikan dedikasi serta kapasitas kepemimpinannya.
Sebelum menjabat di posisinya yang sekarang, beliau pernah dipercaya sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik. Selain itu, pengalaman manajerial dan pengawasan beliau juga sangat teruji melalui jabatan-jabatan sebelumnya, yakni sebagai Inspektur pada Inspektorat Kabupaten Banjar serta Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Banjar.
“Kegiatan ini adalah program bulanan organisasi kami, Wabul Sawi Kalimantan yang bermitra dengan banyak pihak komunitas di Kalimantan Selatan. Mari datang! Bawa bukumu! Bawa tumblermu! Kita ngeteh dan ngopi di sore minggu bersama tiga narasumber hebat!” pungkas Hudan. Untuk informasi lebih lanjut sila berkontak ke Narakubu Tabu (Nae) 0822-2022-5230.@
























