DINAS Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong bekerjasama dengan Sanggar Langit Tabalong kembali memeriahkan agenda GELAR MINGGU CERIA di depan Kantor Dispersip Tabalong. Berbeda dengan gelaran sebelumnya, kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (19/4/2026) itu diisi dengan kegiatan Lomba Fashion Show dan lauching Majalah Langsat.

Mengangkat tema “The Outcasts”, lomba fashion show  diikuti oleh peserta dari tingkat SD dan SMP. Peserta dengan berbagai kostum layaknya anak punk yang ber-catwalk di trotoar jalan depan kantor Dispersip Tabalong menjadi pemandangan meriah di antara lalu lalang kendaraan dan ramainya pengunjung di pusat jajanan kuliner stadion pondopo yang berada di seberangnya.

“Tema outcasts ini diambil sebagai pesan bahwa sesungguhnya mereka, anak punk, bukanlah orang buangan. Mereka juga memiliki jati diri, cita-cita, dan semangat untuk bertahan hidup, layaknya kita. Sehingga tidak seharusnya mereka menjadi dikucilkan di tengah masyarakat kita,” ungkap Ibu Lilis Marta Diana, Ketua Sanggar Langit Tabalong pada sambutannya di acara pembukaan.

Berfoto bersama usai fashion show bertema anak punk. (foto: ist)

Lomba ini kemudian menobatkan 8 orang pemenang; juara 1 s.d. 5, juara favorit, kustom terbaik, dan make up terbaik, dengan juri yang terdiri dari H. Kusnandar, Rizky Maulana, Suhaimi Bojes, dan Aisha Norjayanti.

Selain lomba Fashion Show, Gelar Minggu Ceria juga dimeriahkan dengan launching Majalah Langsat.

“Majalah Langsat ini lahir dari kegelisahan kami selaku pegiat literasi Tabalong, di mana banyak potensi-potensi penulis di Tabalong namun masih minim ruang untuk publikasi karya,” ungkap Mahfuzh Amin, selaku tim redaksi majalah Langsat.

Di ruang berbeda bersama peserta undangan perwakilan sekolah, Gusti Indra Setyawan selaku pimpinan redaksi Majalah Langsat juga berbagi pengalaman hidupnya dalam dunia kepenulisan sebagai motivasi bagi para siswa agar terus semangat berlatih dan berkarya.

“Jangan takut salah dalam menulis. Karena bisa jadi dari kesalahan tersebut awal langkah kita menjadi seorang penulis. Bapak pun dulu sama seperti kalian, tidak tahu bagaimana aturan menulis, tata bahasa, dan sebagainya. Namun, berkat terus berlatih, berlatih dan terus berlatih, akhirnya bapak bisa menghasilkan karya-karya seperti sekarang,” kata Gusti Indra Setyawan dengan penuh semangat.

Tak mau kalah semangat, Bahrul Ilmi selaku tim redaksi Majalah Langsat dan pendiri komunitas Rumah Pustaka Tabalong juga berbagi kisah kepenulisannya. Berawal dari tulisan-tulisan singkat di status dan chat WA, hingga akhirnya ia bisa menerbitkan sebuah buku. Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran majalah Langsat merupakan bagian dari perkembangan literasi di Tabalong dan menjadi ruang dokumentasi karya yang bisa dikenang hingga masa yang akan datang.

Sekadar informasi, majalah Langsat merupakan majalah sastra dan budaya yang diinsiasi oleh pegiat literasi Tabalong. Langsat yang merupakan akronim dari Literasi, Aspirasi, Narasi, Gagasan, dan Sastra akan diterbitkan 2 bulan sekali, dengan edisi perdana terbit periode April-Mei 2026.

Rakhman, S.Kes, Pejabat Fungsional Pustakawan Dispersip Tabalong, mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Karsipan Kab. Tabalong pada sambutannya juga menyampaikan apresiasinya atas terbitnya majalah Langsat. Menurutnya, ini adalah bagian kemajuan dari literasi Tabalong yang harus selalu didukung penuh. Ia juga menyampaikan bahwa Dispersip akan selalu menjadi ruang kearsipan bagi karya-karya penulis yang ada di Tabalong.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan siswa dari MAN 1 Tabalong, SMKN 1 Tanjung, SMPN 1 Tanjung, SMPN 2 Tanjung, MTsN4 Tabalong dan SDN 2 Pembataan, yang kemudian atas inisiasi ibu Lilis Marta Diana dibentuklah grup penulis Tabalong.

“Harapannya kegiatan pertemuan kepenulisan ini bisa terus kita gelar, bisa 2 minggu sekali atau satu bulan sekali sebagai wujud komitmen kami untuk mengembangkan minat dan bakat menulis para siswa,” pungkas bunda Lilis.(red)

Kontributor: Mahfuzh Amin (Tabalong)