KEPALA Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, Sirajoni angkat bicara soal sampah yang berserakan di wilayah titik Kota Banjarbaru dan sekitarnya.

Sebanyak 20 armada angkutan sampah, pihaknya turunkan untuk pembersihan pasca Haul ke-19 Guru Sekumpul di Kota Banjarbaru, pada Selasa (16/1/2023).

Sampah berserakan di jalanan raya.

“Kita belum dapat data jelas lagi ya, tetapi untuk wilayah Kota Banjarbaru. H-3 jelang Haul Guru Sekumpul sudah mengalami kenaikan sampah hingga 30 ton,” ucap Kepala DLH Banjarbaru, Sirajoni saat ditemui di ruang kerjanya.

Dalam pantauan oleh tim Asyikasyik, sepanjang jalan Ahmad Yani di perempatan tugu Banjarbaru, terdapat banyak tumpukan sampah hingga ke kawasan depan jalan Mingguraya. Di depan tugu Nol Kilometer Banjarbaru, seorang pria tengah memungut sampah di sekitaran jalan tersebut.

Sepulang acara, terlihat juga di sepanjang kawasan Bandara Internasional Syamsuddin Noor. Terdapat sampah-sampah jenis plastik seperti botol aqua, gelas plastik, bungkusan cemilan, dan sebagainya.

Sampah di kawasan trotoar bahu sepanjang jalan Bandara Internasional Syamsuddin Noor.

Dari hasil temuan itu, Sirajoni telah menghitungnya sebanyak 30 ton per harinya.

Jika dilihat tempat di TPS Induk maka total sebanyak 1000 ton, dan hal itu keseluruhan sampah yang diangkut oleh armada dari relawan Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut dan Kabupaten Banjar.

Menurutnya, perbandingan tahun sebelumnya tidak sebanyak sekarang. Sehingga, dia menyebut estimasi jemaah yang berhadir sangat meningkat, sesuai laporan bahwa 3,3 Juta orang yang berhadir.

“Kami menghitungnya dari 2 Juta orang yang berhadir maka kisaran 1000 ton sampah. Namun, kalau peningkatan jumlah jemaah segitu maka diperkiraan tambah jadi 500 ton sampah,” beber dia.

Selama haul, Sirajoni melihat perkembangan jemaah yang meningkat, kemudian berapa sampah yang berserakan di Kota Banjarbaru. Lalu, dia baru mengerahkan berapa jumlah armada yang harus diturunkannya.

“Kita sangat kondisional ya, pastinya sebanyak 20 armada pasti kita turunkan. Jika naik jumlah, mungkin kita tambahkan lagi personilnya,” kata Sirajoni, tegas.

Dalam hal ini, Sirajoni menginginkan agar masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya Banjarbaru. Dia menghimbau agar ke depannya dapat memperhatikan sampah yang dibawanya sendiri untuk membuang ke TPS terdekat.

“Sampai saat ini pengangkutan belum selesai, seperti tahun kemarin kita pembersihan sampai 7 hari. Tumpukan sampah itu baru selesai kita bersihkan di Banjarbaru,” tandasnya.@

Sampah di atas selokan (drainase) yang berisikan jenis gelas plastik, aqua, sachetan cemilan dan sebagainya.
Dibuang tanpa dipungut oleh oknum jemaah Haul ke- 19 Guru Sekumpul