TERLAKSANANYA kegiatan Dialog Serantau Borneo Kalimantan pada 17-20 Juni 2025 di samarinta, Kalimantan Timur yang merupakan forum pertemuan para karyawan atau sastrawan dari tiga negara (Malaysia, Brunei Darussalam, dan Indonesia) yang berada di satu pulau, yaitu Pulau Borneo atau Kalimantan.
Forum pertemuan ini digagas oleh GAPENA (Gabungan Persatuan Penulis Nasional) Malaysia ini awalnya bernama Dialog Borneo (1987) kemudian berubah menjadi Dialog Borneo-Kalimantan (1995) dan menjadi Dialog Serantau Borneo-Kalimantan (2023).
Selain membahas berbagai hal terkait perkembangan bahasa, sastra, dan budaya di wilayah Borneo-Kalimantan, DSBK menjadi tempat untuk menelorkan ide-ide penguatan dan pemajuan bahasa, sastra, dan budaya. DSBK mengukuhkan jalinan kekerjasamaan bahasa, sastra, dan budaya di antara tiga negara. Pertemuan karyawan (sastrawan) tiga negara satu pulau ini telah berlangsung sebanyak 16 kali.
Adapun, data pelaksanaan Dialog Borneo, Dialog Borneo-Kalimantan, dan Dialog Serantau Borneo-Kalimantan sebagai berikut: (1) Miri, Sarawak (1987), (I1) Kota Kinabalu, Sabah (1989), (III) Brunei Darussalam (1992), (IV) Pontianak, Kalbar (1995), (V) WP Labuan (1998), (VI) Kuching, Sarawak (2000), (VII) Banjarmasin, Kalsel (2003), (VI) Sandakan, Sabah (2005), (IX) Brunei Darussalam (2007), (X) Samarinda, Kaltim (2011), (XI) WP Labuan (2013), (XI) Kuching, Sarawak (2015), (XI) Pontianak, Kalbar (2017), (XIV) Kota Kinabalu, Sabah (2019), (XV) Brunei Darussalam (2023), dan (XVI) Samarinda, Kaltim (2025).
Kalimantan Timur sendiri menjadi tuan rumah kedua kalinya pada 2025 (DSBK XVI) setelah pernah menjadi tuan rumah Dialog Borneo-Kalimantan (DBK X) pada 2011. DSBK XVI mengusung tema “Nusantara dan Penguatan Sastra Melayu: Merawat Estetika dan Didaktika”. Dalam sesi dialog dari kegiatan pertemuan sastra internasional ini diharapkan terkuak jejak estetika dan didaktika dalam sastra yang ditulis di Borneo-Kalimantan dan peran Kerajaan Nusantara dalam penguatan sastra, utamanya sastra Melayu.
Kegiatan DSBK XVI tahun ini dihadiri 200 peserta dari 3 negara setanah (Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam) di Borneo-Kalimantan yang diisi dengan seminar sastra, muhibah budaya, pameran karya sastra, dan apresiasi karya. Adapun selepas kegiatan tersebut adalah pleno rekomendasi dan keputusan estafet pelaksanaan, daerah mana yang akan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan DSBK yang rutin diselenggarakan 2 tahunan. Sidang santai penentuan tuan rumah lanjutan itu berlangsung damai yang akhirnya diputuskan bahwa pertengahan 2027 yang akan menjadi tuan rumah adalah Kalimantan Selatan.
“Kalimantan Selatan, siap menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan kegiatan Dialog Borneo,” ungkap H. Fahmi Wahid dalam sambutannya saat didaulat sebagai perwakilan delegasi Kalimantan Selatan.
H. Fahmi Wahid memberikan sambutan di acara DSBK bertempat di Harris Hotel Samarinda

Sebagai tuan rumah pada pelaksanan kegiatan DSKB 2027 yang akan datang, H. Fahmi Wahid menyampaikan pilihan wilayah yang menjadi lokus kegiatan masih belum ditetapkan, tetapi ada dua opsi yaitu Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tabalong.
“Terkait wilayah lokasi masih belum ditetapkan, apakah di Tanjung (Kabupaten Tabalong) yang berjarak kurang lebih 5 jam perjalanan dari Bandara Internasional di Banjarbaru atau di Banjarbaru, kami akan musyawarahkan lagi,” pungkas sastrawan senior asal Kabupaten Balangan tersebut.
Adapun ajang DSKB menjadi momentum mempererat ukhwah dan silaturrahim antar sesama pelaku sastra di tanah Borneo. Kegiatan ini menjadi simpul baru bagi penyair khususnya dalam mengakrabi karya-karya sastra dari luar antar wilayah di pulau Borneo. Dari Kalimantan Selatan yang menjadi narasumber adalah Hajriansyah, sementara partisipan yang hadir, antara lain; Micky Hidayat, Ali Syamsudin Arsi, Iberamsyah Barbary, Ibramsyah Amandit, Fahmi Wahid, H.E. Benyamine, Arsyad Indradi, Rezqie Atmangera, Lilis MS, Gusti Setyawan, Sri Naida, Ersis Warmansyah Abbas, Zulfaisal Putera, Gusti Ardiansyah, H. Fitriadi Faz, M. Alvhian, Jayadi, Hardiansyah Ismalil, Fakhruddin, Hadani, Abdul Karim, Muhammad Daffa, Wildanne, Hudan Nur, dll. @

Swafoto bersama kontingen Kalimantan Selatan, Kalimatan Timur, dan Kalimantan Tengah























