MINGGURAYA, Banjarbaru disinari hangat matahari pagi, Jumat (16/5/2025) itu. Dari situ Tim BASAkalimantanWiki (BkW) dengan semangat kolektif berangkat menuju kantor BAPPEDA Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka diskusi. Bukan sekadar diskusi biasa, pertemuan ini menjadi ruang pembahasan pra-kegiatan Aruh Pemuda dan konsolidasi kebijakan publik yang telah dilaksanakan BkW dengan pelibatan anak muda.

Tim BkW disambut hangat oleh Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, Dr. Ir. Ariadi Noor, M.Si. sembari disuguhi kopi hitam.

Hudan Nur, selaku Direktur Program BkW menjelaskan hasil kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh BkW sebelumnya.

“Tim BkW berhasil mengumpulkan 10.000 kosakata bahasa Banjar yang dimuat di kamus digital BkW dalam satu tahun terakhir, menjangkau 5000 pelajar dalam agenda Wiki Bakunjang, dan menghasilkan policy brief untuk isu mitigasi sampah plastik dan brain rot yang masuk dalam basis data AI di Google. Ke depannya kita sedang menyiapkan kegiatan Aruh Pemuda,” papar perempuan berkacamata ini.

Tim BkW bersama Kepala BAPPEDA Provinsi Kalimantan Selatan

BkW menegaskan harapan agar Bappeda Kalsel dapat membangun sinergi dalam membuat produk kebijakan dari isu-isu yang disuarakan oleh pemuda.

Diskusi yang diinisiasi oleh BkW ini membuka forum agar pemuda dapat mengambil peran dalam merumuskan ide, gagasan, dan kritik membangun yang akan dibawa ke agenda besar pembangunan Kalimantan Selatan ke depan.

“Kita sedang membangun sesuatu yang lebih dari sekadar event. Ini adalah ruang belajar bersama, mencatat, dan merancang masa depan Banua lewat lensa anak muda, maka dari itu pemerintah tidak boleh membiarkan kegiatan pemuda berjalan sendirian,” ucap Ariadi Noor menanggapi.

Selain Bappeda Kalsel, Tim BkW juga menyambangi Kantor Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalsel. Seiring matahari yang semakin tinggi, semangat jua semakin mengiringi.

Di Kantor BPMP Kalsel, Tim BkW disambut langsung oleh Kepala BPMP Kalsel, Yuli Haryanto, S.E., M.Si. dengan komitmen siap membersamai kegiatan-kegiatan BkW.

“Kami siap memfasilitasi kegiatan BkW, seperti menyediakan tempat pelaksanaan Aruh Pemuda dan tempat penginapan peserta yang berasal dari luar Kota Banjarbaru,” tegasnya.

Memetakan Suara, Merancang Masa Depan
Konsolidasi ini menjadi langkah awal untuk menyusun roadmap Aruh Pemuda sebagai ruang diskusi dan perumusan aspirasi generasi muda Kalimantan. Hasil-hasil diskusi pada konsolidasi dan pemetaan gagasan akan dirangkum sebagai dasar penyelenggaraan Aruh Pemuda, yang dijadwalkan berlangsung pada 30-31 Juli 2025.

Meski baru tahap awal, semangat kolaboratif dari beragam pihak yang muncul menunjukkan potensi besar. Konsolidasi ini bukan sekadar temu wicara, tapi gerak bersama membangun ekosistem pengetahuan dan partisipasi publik yang mempertahankan lokalitas.

Konsolidasi ini mendapat sorotan dari anak muda seperti Mahtia Safitri (25) asal Kintap, Kabupaten Tanah Laut yang merasa bahwa Aruh Pemuda adalah agenda penting untuk dilaksanakan.

“Aruh Pemuda menjadi penting karena anak muda bisa didengarkan aspirasinya oleh instansi terkait mengenai permasalahan yang mereka hadapi agar pihak yang berkepentingan dapat mengetahui dan menindaklanjuti isu-isu pemuda di berbagai daerah yang ada di Kalimantan Selatan,” ucap Mahtia.@