SUASANA hangat terasa di Jalan Jolali Nomor 52, Kelurahan Loktabat Utara, Kota Banjarbaru saat warga, perangkat kecamatan dan kelurahan, pihak PLN, dan perwakilan pemerintah kota berkumpul dalam peresmian Bank Sampah Jolali pada Senin, (27/10) sore. Acara ini menjadi tanda penegas dimulainya langkah nyata masyarakat Banjarbaru dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan.
Pendirian Bank Sampah ini digagas oleh kelompok masyarakat sekitar dengan dukungan dari Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, serta bermitra dengan PT PLN.
Program ini bertujuan mendorong kesadaran masyarakat agar tidak hanya membuang sampah, tetapi juga memilah dan memanfaatkannya kembali sebagai sumber nilai ekonomi.
“Kita berharap Bank Sampah Jolali ini menjadi wadah belajar dan bergerak bersama tentang pengelolaan sampah. Bukan hanya di Bank Sampah Jolali saja, melainkan juga di daerah lain di Banjarbaru,” ujar Staf Ahli Wali Kota Banjarbaru Bidang Hukum dan Politik, Marhain Rahman saat diwawancarai.
Bank Sampah Jolali menerima berbagai jenis sampah anorganik seperti plastik, kertas, kardus, logam dan sampah organik yang nantinya akan dijadikan pakan ternak. Sistem ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepemilikan warga terhadap lingkungan.
Selain sebagai sarana pengumpulan dan pengelolaan sampah, keberadaan Bank Sampah ini juga diharapkan menjadi pusat edukasi dan kampanye lingkungan di tingkat lokal.
“Kami ingin menjadikan tempat ini lebih dari sekadar titik pengumpulan, tapi juga tempat belajar. Utamanya kami menerima pelayanan sampah untuk warga sekitar, namun kami juga melayani masyarakat di luar Jolali yang ingin berpartisipasi dan bersinergi,” kata Suprapti Ningsih selaku Ketua Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Desa Berdaya Ojolali.
Direktur Bank Sampah Induk Banjarbaru Ismed mengatakan, ada 86 unit salah satunya Bank Sampah Jolali yang memilik 136 nasabah dan akan terus bertambah. Ia juga memiliki harapan agar semangat Bank Sampah Jolali juga menyebar ke daerah lain di Banjarbaru. Terkhusus kepada anak muda, ia berpesan agar memulai untuk memilah sampah.
“Anak-anak muda minimal melakukan pemilahan sampah di rumahnya. Dari hal-hal kecil itu, jika semua orang melakukannya, saya yakin perubahan akan terjadi. Sampah yang terkumpul di TPA akan berkurang,” ujarnya optimis.
Acara utama ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol peresmian yang dilakukan oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik, pembacaan doa, lalu sesi foto bersama untuk menutup kegiatan.
Dengan diresmikannya Bank Sampah Jolali, masyarakat sekitar menegaskan komitmennya terhadap pengelolaan sampah yang lebih bijak dan berkelanjutan. Gerakan kecil dari warga menjadi bagian dari upaya besar menjaga kebersihan dan kelestarian Kota Banjarbaru.(red)





























