REDUP lilin itu menuju padam namun dari lintas panjang perjalanan puisi tidak akan padam sebab dari ruang gelap – bahkan tanah pijak ini – justru akan mampu menghadirkan karya renungan ke depan menjadi terang-benderang, seimbang dengan agenda Tadarus Puisi dan Silaturrahmi Sastra yang rutin digelar di kota Banjarbaru sejak tahun 2004 silam.

Silam tahun 2004 tersebut sangat berharap mampu menjaga puisi dan semangat berkarya terus bergairah dengan gelombang deras menghantam tegas ke garis pantai apresiasi.

Bagaimana pun juga – dari sejarah awal melangkah yang berdarah-darah hingga agenda tahunan di setiap bulan Ramadhan tersebut selalu menjaga syiar puisi dan syiar puasa semakin menjadikan kota Banjarbaru meniti untuk hadir sebagai Kota Puisi, Banjarbaru terlebih kini sebagai ibukota provinsi.

Tadarus Puisi tentu tidak bisa dilepaskan dengan Dewan Kesenian Kota Banjarbaru, keterlibatan langsung sebagai penyusun rencana, penataan agenda, penetapan personil kerja tentu Dewan Kesenian menjadi mitra estetik agar nuansa puitik terbangun apik, dan terima kasih kepada Pemko Banjarbaru yang dalam tata ruang dana ada di Disporabudpar Kota Banjarbaru, kita sinergikan lebih menguatkan makna acara ke depan dengan beberapa catatan kecil untuk menjadi lebih besar.

Tentu saja imajinasi kita akan tergiring bila acara tadarus tidak terbatas dengan durasi sempit dan tergesa baik persiapan maupun saat pelaksanaan, tradisi tadarus : hingga makan sayur bersama, ini sebenarnya yang menguatkan makna Silaturrahim Sastra itu.

Berikutnya, imaji saya sebagai seniman tentu boleh berharap agar Disporabudpar memberi ruang lebih fokus pada agenda ini, bahkan lebih jauh ada tambahan sub acara, misalnya : 1. Penerbitan buku puisi dengan dana yang disesuaikan, 2. Lomba baca atau tulis puisi sebelum tadarus tentu dipertimbangkan tentang waktunya, 3. Ruang dekor pelaksanaan tadaru kita cari yang lebih luas walau tetap menjaga suasana hening, misal ada dekorasi instalasi di banyak titik yang jelas keterkaitannya dengan tema acara. Instalasi yang dimaksud bisa juga disertakan dengan lomba terbuka. Ada dua lokasi yang disarankan, pertama halaman parkir belakang kantor Disporabudpar, dan kedua area dalam hutan pinus seberang Sman 2 Banjarbaru. Bila ini dianggap sebagai aspirasi imajinasi seniman puisi, mari kita atur lebih awal sebagai strategi.@

Salam gumam asa