DINAS Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Banjarbaru melakukan kegiatan “Sharing Informasi Pengelolaan Media” bersama Diskominfo Kota Bogor, bertempat di Waroeng Ngariung, Jalan Batu Tulis No.32, Kota Bogor, pada Rabu (29/10/2025).
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kunjungan luar kota Diskominfo Kota Banjarbaru yang berlangsung pada 29–31 Oktober 2025, dengan agenda utama pada hari pertama.
Sebanyak lima perwakilan dari Diskominfo Kota Banjarbaru, termasuk Kabid Komunikasi, Herry Isdaryoko, hadir bersama 45 wartawan se-Kota Banjarbaru. Pertemuan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta membangun pemahaman bersama mengenai tata kelola sinergi media dan komunikasi publik di lingkungan pemerintahan daerah.
Dalam sesi pembuka, Herry Isdaryoko menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk memahami praktik pengelolaan media di daerah lain dan mengidentifikasi hal-hal yang bisa diterapkan di Banjarbaru.
“Kami ingin melihat bagaimana pengelolaan informasi dan kerja sama dengan media dijalankan di Kota Bogor. Kami lihat website Diskominfo Kota Bogor dalam pengelolaan bisa dikatakan cukup bagus,” ujarnya.
Sementara itu, Pranata Humas Diskominfo Kota Bogor, Iswahyudi selaku tuan rumah, menekankan bahwa hubungan dan sinergi antara pemerintah dan media perlu dijaga melalui komunikasi yang transparan.
“Media berperan penting dalam menyampaikan kebijakan pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, kerja sama dan keterbukaan informasi menjadi hal yang perlu diperkuat,” katanya.
Iswahyudi memaparkan sistem dan mekanisme pengelolaan media yang diterapkan di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa Diskominfo Kota Bogor menjalankan sejumlah strategi untuk menjaga keseimbangan antara penyebaran informasi publik dan tanggapan masyarakat.
“Kami mengembangkan pola komunikasi yang berorientasi pada partisipasi media lokal seperti Visit Media, Redaktur Menulis, Forum Pemred, dan Media Matching. Tujuannya agar pesan pemerintah dapat tersampaikan dengan jelas dan tetap terbuka terhadap kritik sekaligus verifikasi faktual media-media yang ada di Kota Bogor,” jelasnya.
Dalam sesi diskusi, para peserta membahas sejumlah topik, seperti pengelolaan kanal informasi digital, koordinasi antara pemerintah dan wartawan, serta tantangan menjaga akurasi berita di tengah perkembangan media daring.
Beberapa wartawan Banjarbaru juga menyampaikan pandangan terkait kondisi pemberitaan di daerah dan pentingnya akses informasi yang setara bagi jurnalis.
“Tantangan yang nyata dihadapi oleh Diskominfo dan pegiat media di setiap daerah adalah masyarakat yang kini lebih cepat menyebarkan berita daripada media-media,” ucapnya lagi.
Menurut data Badan Pusat Statistik (2024), publik Indonesia mencapai angka 72,78 persen dalam akses penggunaan internet yang tentu berkaitan dengan platform digital untuk publikasi dan layanan informasi publik. Namun, peningkatan kualitas manajemen komunikasi dan literasi digital masih menjadi tantangan di banyak daerah.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan ramah meski jantung Kota Bogor begitu dingin dan Gunung Salak begitu berdiri megah. Diskusi berjalan dua arah antara kedua dinas dan peserta, tanpa pembatas formal antara pejabat dan insan media. Pertemuan hari itu ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama sebagai penanda komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi di bidang komunikasi publik.(red)





























