PENJABAT (Pj) Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, mengingatkan tantangan pembangunan yang dihadapi Banjarbaru ke depan. Bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun manusia, peradaban, dan harapan masyarakat.
Hal itu disampaikan Sirajoni dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029 di Ballroom Hortensia Hotel Roditha Banjarbaru, Kamis (28/08/2025).
Di hadapan para pemangku kepentingan, serta perwakilan masyarakat, Pj Sekda menegaskan bahwa Musrenbang RPJMD menjadi momentum penting dalam menyatukan pandangan, menyamakan langkah, dan memperkuat komitmen seluruh elemen dalam membangun daerah.
“Momen ini harus menjadi strategi pembangunan yang mampu menjawab berbagai tantangan sekaligus memanfaatkan peluang yang ada. Karena itu, acara ini menjadi komitmen penting bagi kita semua,” ujar Sirajoni.
Sirajoni menekankan bahwa tantangan pembangunan Banjarbaru dalam lima tahun ke depan akan semakin kompleks. “Pembangunan bukan hanya soal membangun gedung atau jalan, tetapi lebih utama adalah membangun manusia, peradaban, dan harapan Masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, ia mengingatkan RPJMD 2025–2029 ini harus benar-benar memastikan pembangunan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, mengurangi kesenjangan, serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Dengan Musrenbang RPJMD 2025–2029 ini diharapkan arah pembangunan lebih jelas, berkelanjutan, berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, sehingga sejalan dengan visi untuk mewujudkan Banjarbaru yang semakin maju dan Sejahtera,” tandasnya. (red/MedCenBJB)



























