MEMPERLUAS jangkauan bagi siapa saja yang mau belajar mengaji, Vokal.AI (PT. Novo Indonesia Belajar) meluncurkan ngaji.ai, sebuah aplikasi belajar mengaji berbasis AI (Artificial Intelegence), yang telah tersedia di platform Android (Play Store) dan iOS (App Store).

Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc., mantan rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), yang merupakan Co-Founder ngaji.ai menyebutkan, sejak dirilis awal 2023 lalu, ngaji.ai telah diunduh lebih dari 15.000 kali.

Sebagai inisiator ngaji.ai bersama CEO Vokal.AI Martijn Enter, Sutarto Hadi menjelaskan, lahirnya ngaji.ai karena sekitar 91 persen umat muslim Indonesia menganggap kemampuan mengaji penting.

“Selain itu, 71 persen orangtua menganggap penting bagi anak mereka untuk bisa mengaji dengan benar, dan orangtua umumnya mendaftarkan anak ke TPA/TPQ atau memanggil guru privat. Namun, kedua pilihan ini kurang kondusif untuk pendampingan orangtua,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada asyikasyik.com, Selasa (5/3/2024).

Dikatakan juga, bahwa ngaji.ai hadir karena belum ada aplikasi yang menyediakan fitur membantu menyempurnakan Makhorijul Huruf.

Pendiri ngaji.ai, Sutarto Hadi (kiri) dan Martijn Enter.

“NGaji.ai juga bisa menjadi solusi bagi orang dewasa muslim yang mau belajar mengaji tapi malu belajar dengan guru,” ucap Sutarto.

Kendati demikian, Sutarto tidak menyebut  ngaji.ai sebagai pengganti guru mengaji. “Mungkin lebih tepat jika disebut sebagai suplementasi dari pembelajaran mengaji dengan guru, karena TPA dan TPQ juga guru terbatas oleh waktu dan tempat, sementara ngaji.ai dapat digunakan kapan saja dan di mana saja,” jelasnya.

Lebih jauh dijelaskan, pembelajaran dengan ngaji.ai menerapkan scoring system, di mana pengguna akan mendapatkan nilai ketika menyelesaikan materi belajar dan mengerjakan latihan. Pengguna juga bisa memantau kemajuan belajarnya yang dibagi menjadi 3 tahapan yaitu pemula, menengah, dan mahir, yang diukur berdasarkan total skor yang dikumpulkan. Terdapat juga papan peringkat sebagai salah satu fitur gamification yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi pengguna untuk belajar terus.

“Pengguna juga dapat melihat detail pencapaian yang didapat oleh pengguna lain, serta dapat membagikan pencapaian ke media sosial,” papar Sutarto.

Ia juga menyebut ada banyak fitur di ngaji.ai yang terutama bisa menjadi pendukung ibadah di bulan Ramadan. Mulai dari jadwal sholat, notifikasi waktu sholat, kemudian rekomendasi ayat Al-Quran bagi yang ingin mendalami pemahaman.

“Bagi yang ingin bertadarus setiap hari di bulan Ramadan juga ada Automatic Speech Recognition untuk tadarus sehingga pengguna bisa menyempurnakan bacaannya,” kata Sutarto, yang menyukai seni, matematika, dan catur ini.

Sementara CEO Vokal.AI Martijn Enter dalam keterangannya meyakinkan, bahwa pembelajaran lewat ngaji.ai dibuat fun, menyenangkan. “Ya, agar belajar ngaji tidak menjadi membosankan,” ucapnya.

Martjin mengaku dibesarkan oleh keluarga Indonesia di Belanda, dan ia juga mendalami Pencak Silat, warisan budaya milik Indonesia. Hal itulah yang membentuk kedekatan emosionalnya dengan Indonesia. “Sehingga saya  ikut terdorong berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia,” terang Martijn, yang merupakan rekan sejawat Sutarto Hadi di University of Twente.@
.