BASAKALIMANTAN Wiki (BkW) kembali menggelar “Wikithon Partisipasi Publik” (WPP) #3 dengan “Bakunjang” ke SMAN 2 Banjarbaru, Kamis (11/9/2025). Sebelumnya, Selasa (9/9/2025), tim BkW terlebih dulu “bakunjang” ke SMKN 1 Banjarbaru. WPP #3  kali ini mengusung soal “Mangarani Taman”.

Seperti diketahui, BASAkalimantan Wiki adalah satu platform pengembangan dan pelestarian Bahasa Banjar berbasis digital dengan pelibatan atau partisipasi anak muda. Nah, pada WPP “Mangarani Taman” ini, BkW mencoba melibatkan para anak muda dalam satu kebijakan terhadap kota mereka, yakni dengan memberi nama (mangarani) taman-taman. Pelibatan pemuda ini adalah wujud partisipasi mereka dalam kebijakan publik yang merupakan salah satu isu strategis yang dihasilkan dari “Aruh Pemuda” yang digelar pada Juli 2025 di Banjarbaru.

Koordinator Program BkW Hudan Nur menjelaskan, Banjarbaru sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Selatan memiliki banyak taman. Hanya saja, menurutnya, taman-taman itu belum memiliki nama, hanya penyebutan saja yang seringkali disesuaikan di mana taman itu berada.

“Misalnya Taman STM, disebut begitu karena berada dekat STM. Begitu pula beberapa taman lainnya, contohnya Taman Mawar, karena berada di Jalan Mawar,” jelas Hudan, yang pada Selasa (9/9/2025) hadir di SMKN 1 Banjarbaru ditemani IT BkW Kin Muhammad.

Lantaran itulah, BkW mengajak anak muda Banjarbaru untuk memberi nama terhadap taman-taman tersebut. Dan agar mengandung makna yang lebih bersifat kearifan lokal, BkW mengusulkan penamaan itu dengan Bahasa Banjar.

“Memberi nama dengan Bahasa Banjar akan memperkuat identitas daerah. Selain Bahasa Banjar sendiri memiliki makna yang kaya,” kata perempuan berkacamata ini.

Koordinator Program BASAkalimantan Wiki Hudan Nur saat berada di SMKN 1 Banjarbaru, Selasa (9/9/2025).

Saat “bakunjang” ke SMAN 2 Banjarbaru, tim BkW diterima Bidang Kehumasan Ibu Nores dan Kepala SMAN 2 Saryono SP.d.

“Kami mendukung kegiatan BkW. Sebab sebelumnya BkW juga sudah pernah ke SMAN 2 dengan tema yang lain. Dan kegiatan ini juga bagian dari belajar bagi siswa. Semoga memberikan pengetahuan dan manfaat bagi siswa kami,” sambut Kepala SMAN 2 Saryono.

Tim BkW sendiri yang datang terdiri Adhansatya Praja (Event Manager), Diang Anggrek (Koordinator Partnership dan Medsos), Bumi Ibrahim (Koordinator Logistik), dan Soraya Naila Hasibuan sebagai pewara acara.

Sebanyak 72 siswa-siswi yang hadir mengikuti WPP#3 “Mangarani Taman” terlihat antusias. Sebelum mereka diminta memberikan usulan nama dengan mengisi pertanyaan di web BkW, terlebih dulu mereka diminta mengisi kuisioner (pre-test) berkaitan dengan penggunaan teknologi digital atau gadget dalam keseharian mereka sebagai pemuda.

Tim Partnership dan Medsos BkW, Diang Anggrek, saat di SMAN 2 Banjarbaru, Kamis (11/9/2025).

Selanjutnya, Diang Anggrek memaparkan perlunya pengetahuan tentang problem solving, critical thinking, serta persuasive writing. Hal ini dimaksudkan sebagai bekal para siswa sebelum mereka memberikan tanggapan atau mengusulkan nama taman di laman BkW.

“Pemahaman tentang problem solving, critical thinking, dan persuasive writing ini perlu diberikan kepada siswa, agar mereka bisa memahami tentang permasalahan yang dihadapi, serta bagaimana solusi atau jalan keluarnya,” jelas Anggrek. “Dengan pemahaman itu, diharapkan usulan nama yang diberikan benar-benar berdasarkan pemikiran dan memiliki makna , baik seara nama maupun filosofis,” tambahnya.

Selanjutnya, setelah tanya jawab, para siswa pun diminta untuk memberikan nama usulan atau “mangarani” taman di web basakalimantanwiki.org.

Pertanyaan yang diberikan di web itu berbunyi: “Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (Banjarbaru) dikenal sebagai ‘Kota Seribu Taman’. Untuk memperkuat identitasnya, kita dapat menamai taman-taman dengan bahasa Banjar yang kaya makna. Usulkan nama tamanmu, lalu jelaskan arti dan alasan filosofisnya.

“Nama-nama taman yang diusulkan para siswa ini nantinya akan dinilai oleh para juri yang disiapkan oleh BkW. Selanjutnya, nama-nama yang terpilih akan didialogkan kembali dengan melibatkan dinas di Pemerintahan Kota Banjarbaru, untuk kemudian diajukan sebagai sebuah kebijakan,” ucap Anggrek.(red)