Rasanya baru kemarin  

kau berteriak di ruang bersalin 

Rasanya baru kemarin  

susu hangat kubuat terlalu dingin 

 

BEGITU dua baris lirik Baru Kemarin, single terbaru Puja Mandela. Lagu yang dirilis pada 19 September 2026 ini merupakan single kelima dari jurnalis dan musisi asal Batulicin tersebut.

Lagu ini kembali mempertemukan Puja Mandela dengan Prima Yuda Prawira sebagai produser. Dalam proses rekamannya, Puja mengajak Erwin Sebastian, bassis Senja Djingga, untuk mengisi gitar ritme dan bass. Puja sendiri mengisi vokal, lead gitar, dan harmonika, sementara Yuda memainkan drum.

 

Puja Mandela, Erwin Sebastian, dan Yuda.

Baru Kemarin menggunakan lirik yang berjalan terus tanpa pengulangan. Setiap bagian membawa kalimat dan cerita baru. Pendekatan ini bukan hal baru dalam karya Puja Mandela. Ia menggunakan pola serupa dalam sejumlah lagunya, seperti Rubrik Bencana, Cerita yang Lalu, dan Batulicin.

Lagu ini berbicara tentang waktu yang bergerak cepat, seseorang yang tumbuh dewasa, serta nasihat dari orang yang lebih dulu menjalani hidup.

“Saya menciptakan lagu ini setelah mendapat pemantik awal dari Semacam Kasih Sayang dari The Pansdalam Bank, karya Pidi Baiq. Dari situ saya mengembangkan gagasan ke pengalaman dan cerita saya sendiri,” katanya kepada asyikasyik.com, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, di bagian awal sebenarnya ia merasa berdialog dengan diri  sendiri di masa lalu. “Karena itulah covernya adalah potret saya saat berusia dua tahun,” jelas Puja yang sebelumya juga merilis lagu Batulicin.

Video musik Baru Kemarin digarap oleh Wisjie, pemuda kreatif asal Satui. Video tersebut menampilkan Puja bersama tokoh masyarakat Pagatan, Andi S. Jaya, serta Nada, anak Puja Mandela.

Dalam sejumlah adegan memperlihatkan Andi Jaya dan Puja Mandela berada di sebuah rumah kayu yang dipenuhi album foto klasik dan kaset pita, terlihat klasik dan penuh nostalgia.

Meski terpaut usia cukup jauh. Andi Jaya lahir pada 1963, sementara Puja lahir pada 1989, keduanya telah bersahabat cukup lama. Kehadiran Nada kemudian membawa cerita ke generasi berikutnya.

“Jika Batulicin merekam ingatan melalui sebuah kota, Baru Kemarin bergerak lebih dekat, merekam pertumbuhan seseorang dan hubungan antara orang tua, anak, serta waktu,” tandas Puja.@

.