SETELAH agenda MANTRA (Malam Ngobrol Sastra) di Sanggar Langit Tabalong pada Sabtu (28/8/2025), Aksara Pahuluan kembali bergeliat di Amuntai – HSU dengan tajuk Silaturrahmi Sastra Amuntai pada Sabtu (20/9/2025) malam, berlokasi di Kahveh Indonesia – Kebun Sari, Amuntai.

Tidak hanya diikuti pegiat seni sastra di HSU, tapi juga ada yang datang dari Tabalong, Balangan, HST dan HSS.

Lilis Marta Diana, selaku salah satu pegiat Aksara Pahuluan di Tabalong mengatakan bahwa pertemuan ini memang telah dibicarakan pada agenda MANTRA di Tabalong. “Lingkup Aksara Pahuluan ini seharusnya se-Banua Anam. Sangat besar harapan kami Aksara Pahuluan bisa terlaksana secara bergantian di kabupaten se-Banua Anam,” ujarnya.

Acara Silaturahmi Sastra Amuntai yang dikomandoi oleh Suhaimi Bojes dari Tabalong diisi dengan pemaparan terkait perkembangan dan problematika seni dan sastra di daerah pahuluan.

Acara dibuka Ketua DKD Balangan H. Fahmi Wahid, kemudian dilanjutkan oleh Ketua DKD HSU H. Dodo dan Ketua Yayasan Sanggar Air HSU Hendra Royadi.

“Kami siap membantu berkoordinasi ke Pemerintah Daerah untuk mengembangkan kebudayaan, seni dan sastra di Amuntai. Harapannya kita bisa saling berkoordinasi dan berkolabarosi dalam mewujudkannya,” ungkap Hendra Royadi yang sekarang menjabat anggota komisi II DPRD HSU.

Hendra Royadi juga menceritakan bahwa ia sedang berusaha mengumpulkan karya-karya sastrawan legendaris Amuntai, Yusni Antemas.

“Jika ada kawan-kawan di sini memiliki dokumentasi atau informasi terkait kekaryaan beliau, mohon bisa disampaikan ke ulun,” ungkapnya.

Kegiatan Aksara Pahuluan dengan tajuk Silaturrahmi Sastra Amuntai pada Sabtu (20/9/2025) malam, di Kahveh Indonesia – Kebun Sari, Amuntai.

Pegiat seni dan sastra dari HST Rezqie M.A. Atmanegara juga menyampaikan bahwa saat ini ia juga mulai melakukan dokumentasi terhadap karya-karya sastrawan yang ada di Kalsel. Ia sangat mengapresiasi dengan giat yang telah dilakukan Hendra Royadi untuk mengumpulkan karya-karya Yusni Antemas, dan sangat menyayangkan sekali jika karya tersebut sampai hilang.

Pada kesempatan selanjutnya, Bagan Topenk juga menyampaikan kondisi Dewan Kesenian yang ada di HSS, terutama pada bidang sastra. Ia menyatakan siap untuk menyampaikan lebih lanjut ke DKD HSS terkait wacana agenda Aksara Pahuluan yang ingin digelar di kota ketupat itu.

Pemaparan ditutup oleh Gusti Indra Setyawan sebagai perwakilan dari DKD Tabalong dengan harapan yang besar bahwa agenda silaturahmi ini bisa rutin dilakukan secara bergantian di daerah pahuluan  “Bisa tiga bulan sekali, bergantian. Dihadiri oleh kabupaten lainnya se-Banua Anam,” ujarnya.

Sementara Mariana, selaku panitia mengaku sangat senang bisa menjadi tuan rumah bagi kawan-kawan Aksara Pahuluan. “Besar harapan kami ini menjadi tonggak besar untuk perkembangan sastra, khususnya di Amuntai,” ungkapnya.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh komunitas Ruang Literasi HSU, sehingga terjembatani pertemuan yang tua dan muda. Agenda Silaturrahmi Sastra Amuntai Aksara Pahuluan ditutup dengan menetapkan Hendra Royadi sebagai Ketua Aksara Pahuluan cabang Amuntai.@