MULAI pelatihan security hingga bubut. Itulah jenis pelatihan yang digelar Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja bagi pencari kerja se-Kota Banjarbaru, yang dibuka di aula dinas setempat, Senin (6/10/2025).
Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Serentak ini dibuka secara resmi oleh Asisten III Setdako Banjarbaru, Rahmah Khairita, mewakili Wali Kota Banjarbaru. Ia menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan pelatihan. Menurutnya, hal ini menjadi langkah nyata untuk menekan angka pengangguran terbuka di Banjarbaru yang saat ini masih cukup tinggi, yakni 4,93 persen.
“Selain mengurangi angka pengangguran terbuka di Kota Banjarbaru, sekaligus membangun sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Khairita menegaskan, tantangan dunia kerja dan perekonomian saat ini menuntut peningkatan keterampilan teknis dan sikap profesional dari setiap individu. Karena itu, pelatihan vokasi dan keterampilan seperti ini sangat relevan bagi pencari kerja, wirausaha muda, maupun pelaku UMKM agar lebih siap bersaing dan mandiri secara ekonomi.
Ia berharap para peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan disiplin.
“Jadikan pengalaman dari para instruktur sebagai langkah awal untuk membuka peluang kerja, bahkan menciptakan lapangan kerja baru,” pesan Khairita.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru, Sartono, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti 131 peserta yang terbagi dalam 9 kelas pelatihan berbasis kompetensi dan vokasi.
“Dari hampir 600 pendaftar, hanya 131 peserta yang lolos seleksi. Selamat kepada yang terpilih, manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” katanya.
Adapun jenis pelatihan yang dilaksanakan meliputi:
- Pelatihan Security
- Pelatihan Tata Rias
- Pelatihan Komputer Desain Grafis
- Pelatihan Operator Alat Berat (Eskavator)
- Pelatihan Housekeeping (Cleaning Service)
- Pelatihan Montir Roda Dua
- Pelatihan Tata Boga
- Pelatihan Perawatan AC
- Pelatihan Bubut
Diharapkan Sartono, setelah mengikuti pelatihan, peserta dapat memiliki kompetensi dan kualifikasi yang diakui, sehingga mampu terserap di dunia kerja atau membuka peluang usaha baru. (red/MedCenBJB)

























