PAMERAN lukisan “Ruang Temu” di Cafe California, Jl Kuripan, Banjarmasin, yang mulai dibuka Sabtu (5/11/2022), tak hanya mempertemukan dengan para apresiatornya, tapi juga dengan pencintanya. Ada tiga lukisan yang sudah terjual.
Karya-karya pelukis sebenarnya tak hanya menempati ruang Cafe California, namun juga ruang Dekorama, bangunan di sampingnya. Kedua tempat itu milik kakak beradik, Johannes Indra dan Andreas Hendra. Keduanya sama-sama menyukai seni rupa dan memiliki koleksi lukisan yang turut juga dipajang.
“Dekorama adalah toko bahan bangunan khusus interior, yang itu berarti juga berhubungan dengan seni, arsitektur. Maka menjadi suatu ruang pertemuan yang pas dengan pameran seni rupa ini,” ujar Andreas Hendra, owner Dekorama, saat pembukaan pameran.
Sementara Johannes Indra, owner Cafe California dalam pembukaan mengatakan, bahwa cafe selayaknya tak hanya tempat ngopi dan nongkrong, tapi juga ada suatu nilai yang bisa dinikmati dan didapatkan. “Saya sudah lama menginginkan ada kolaborasi dengan pelaku seni rupa, dan akhirnya terwujud dengan pameran ini,” ucapnya.
Indra berharap, kolaborasi seperti ini bisa terus terjalin karena akan dapat turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta perkembangan seni rupa di banua. “Semoga juga nanti dibangun galeri seni rupa di Banjarmasin,” katanya.

Sedangkan M Lutfi Saifuddin, Ketua Komisi IV DPRD Prov Kalsel yang membuka secara resmi pameran lukisan “Ruang Temu” menyebutkan, kolaborasi antara pelaku bisnis (cafe) dengan seniman lukis ini dapat membentuk suatu ekosistem seni rupa Kalsel.
“Kalau perlu nanti berpameran di gedung dewan,” tawarnya.
Sandi Firly, penulis yang memberikan catatan pada pameran itu menjelaskan, “Ruang Temu” tak hanya pertemuan ide, gagasan, warna, dan bentuk, pada ruang kanvas, namun juga ruang temu antara pelukis dan apresiator. “Dan semoga di Ruang Temu ini ada cinta, karya seni rupa tak hanya diapresiasi dan dinikmati di tempat ini, tapi juga mungkin ada yang bisa dibawa pulang untuk dimiliki,” ucapnya.

Pada pembukaan itu juga diserahkan lukisan yang telah terbeli antara pihak Bank Panin yang diwakili Ibu Medaya dan pelukis Widya Ilawati. Ketiga lukisan Widya yang terjual berjudul: After Storm, Under The Sea, dan Air Ballon. Ketiganya dengan media watercolor on paper ukuran A4.
“Meski sudah sold, lukisan sementara tetap dipajang selama pameran,” ujar Adhansatya Praja, Ketua Pelaksana Pameran Seni Rupa “Ruang Temu”.
Sekitar 30 lukisan yang dipamerkan merupakan karya para pelukis yang tergabung dalam Ikatan Pelukis Kalimantan Selatan (IPKS), yakni Muslim Anang Abdullah, Siti Amnah, Widya Ilawati, Kris Imanu, Reza, dan Sandi Firly. Juga terdapat sejumlah karya pelukis dari kelompok Bilik Bersenyawa.
Pameran yang berlangsung hingga 13 November ini juga diisi dengan beberapa kegiatan, seperti Melukis Bersama Seniman di lokasi pameran pada Senin (7/11/2022) pukul 14.00 Wita, Workshop Melukis Tas Purun hari Rabu (9/11/200) pukul 14.00 Wita, serta Diskusi dan Lelang Lukisan pada Sabtu (12/11/2022) pukul 14.00 Wita.@

























