HALAMAN SD Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Banjarbaru mulai ramai sejak pagi ketika para siswa, guru, dan orang tua memadati area kegiatan Muhayya Fair 2025. Acara tahunan yang telah menjadi agenda sekolah ini kembali menghadirkan berbagai lomba, pertunjukan, dan pameran yang bertujuan memberi ruang bagi anak-anak untuk menampilkan potensi kreatif mereka. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Shine to Inspire: Bersinar dengan Karya, Menginspirasi dengan Aksi, Unggul dalam Prestasi” yang dilaksanakan pada 26‒27 November 2025.

Dalam pembukaan kegiatan, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Rizana Mirza membacakan pesan dari Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby yang menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung. Ia juga mengirimkan salam hormat kepada seluruh jajaran sekolah, guru, orang tua dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini.

“Muhayya Fair bukan sekadar ajang lomba, namun ruang kreatif yang membangun rasa percaya diri dan karakter. Di sini siswa belajar bersinar dalam prestasi, selaras dengan tujuan Generasi Emas Banjarbaru,” ujar Lisa dalam pesan tertulisnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen membuka lebih banyak ruang kreatif bagi anak-anak di Banjarbaru melalui program pendidikan dan kegiatan yang mendorong eksplorasi minat serta bakat.

Rizana Mirza sedikit menambahkan akan pentingnyya pengawasan dan bimbingan guru serta orang tua terhadap tumbuh kembang anak di lingkungan sosial. “Toleransi dan wawasan kebangsaan harus sering diajarkan sejak dini,” ujarnya.

Slogan Muhayya Fair tahun ini “Muhayya Bisa, Muhayya Be the Best, Muhayya Lillahita‘ala”—menjadi gaung utama dalam seluruh rangkaian kegiatan. Anak-anak mengikuti lomba mewarnai, tahfiz, fashion show, dan drumben untuk kategori TK dan vokal grup serta cerdas cermat untuk kategori SD. Panitia menyiapkan sejumlah stan yang menampilkan karya siswa dan produk dari beragam sponsor yang terlibat.

Reyhan Rahman, Kepala SD Muhammdiyah Hajjah Nuriyah menerangkan tujuan kegiatan. “Kami menargetkan anak-anak agar tentunya bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan, di ruang ini mereka bisa belajar, bukan hanya menulis dan membaca, namun juga berkarya” terangnya. “Alhamdulillah peserta yang mengikuti rangkaian lomba mencapai ratusan, sangat ramai,” tambahnya.

Di usia SD yang sudah mencapai sebelas tahun, ia mengucapkan syukur dan konsisten menargetkan pelayanan pendidikan terbaik untuk anak-anak di Banjarbaru. “Yang paling kami utamakan adalah menjaga amanah kualitas pendidikan. Semakin tahun, peningkatan murid baru semakin ramai. Tujuan kami bukan hanya menerima murid, namun juga menghasilkan lulusan terbaik sesuai keinginan masyarakat dalam hal kompetensi dan akhlak dalam keinginan orang tua,” tutup pria yang saat itu memakai songkok hitam dan jas formal.

Selama kegiatan berlangsung, suasana sekolah dipenuhi antusiasme. Para siswa tampak berpindah dari satu stan ke stan lainnya, beberapa bermain dengan teman sebaya, sementara lainnya menyaksikan rangkaian acara di panggung utama. Guru dan panitia memastikan aktivitas berjalan tertib, sekaligus mendorong anak-anak untuk tetap berani mencoba.

Pihak sekolah menyampaikan bahwa Muhayya Fair akan terus menjadi agenda rutin sebagai wadah pembelajaran karakter, kreativitas, dan kompetisi sehat bagi siswa sejak usia dini di Kota Banjarbaru.(red)