MAKNA RINDU SEORANG PERAWI PUISI

Dalam Rindu Seorang Perawi puisi kubaca seluruh isyarat siang dan malam-malam sepi demi memahami arti rindu yang sejati.
kepada gadis jelita, rindu seorang perawi

Demi harapan
kerinduan adalah matahari di musim penghujan
yang dicari dan dinanti hati di antara abu-abunya awan
sebagaimana hujan yang membawa kenangan
matahari juga semestinya menjaga harapan

Demi fatamorgana
kerinduan adalah laut yang tak pernah henti kuselami
yang sangat bisa menenggelamkanku sampai mati
selama di sana, seluruh hati kubawa
agar tetap bisa bernapas dengan harapan di dalamnya
bagaikan fatamorgana rindu meminta temu
terkadang malah memberi sembilu
bagaimanapun yang kuinginkan tetap kamu

Demi kehidupan
kerinduan adalah pohon yang dirawat dan dijaga dengan segala hal tentangmu
akarnya adalah kepercayaan dan harapan yang kuat
batang dan tangkainya adalah kesabaran yang kokoh
daun-daunnya adalah kasih yang sayang rimbun
buahnya adalah kebahagiaan yang manis
sebab disiram dengan doa-doa yang suci lagi ikhlas
sebagaiman kehidupan kerinduan layak diperjuangkan

Demi senja
kerinduan adalah rasa yang terjaga mengangkasa
terbentang di antara dua raga yang saling berdoa
mendoakan yang dirindukan agar tetap bahagia
bagaikan senja yang mempertemukan siang dan malam dalam jingga
rindu juga akan mempertemukan dua hati dalam doa

Dalam rindu seorang aku
kutemukan kamu

Banjarbaru, 30 April 2018

 

USIA MAWAR DANDELION PUTIH

Separuh purnama bulan sulung di purna usia
kerlipmu kerap menyempurna nyanyi cahaya-cahaya kata
Kuhapal lukisanmu yang cokelat dan merambat
kukenal jalanmu yang sungai dan nyaris usai
adalah bahagiamu pada do’a-do’a yang kuucap

Selamat mengulang kembang tenang
Selamat memutari kembali usia diri

Semarang, Januari 2019

 

PESAN MEMUALLAFI WAKTU

Hikayat yang enggan diselesaikan
oleh riuh yang berharap pulang
mengulang cerita secara riang benderang
ketika dirayu sepi yang datang bertandang
tanpa alang-alang

Waktu telah mengharamkan kata-kata kembali, pulang, dan sejenisnya
bagi dirinya sendiri dan bagimu yang mencoba memahaminya

Dihirup semua kekesalannya yang disunyikan ajaran-ajaran ranum keheningan
sudah sepantasnya ia bergeser menjauh dari langkah kaki yang sejengkal malam itu
menuju mata kata-kata yang sering dituding hingga kering

Sayangnya keimanannya pada waktu terlampau
kuat berakar, riuh kepak sayap kupu-kupu
bahkan tak mampu membuatnya ragu-ragu pun malu-malu
pun sekadar belagu

Semarang, 2 November 2018

SEBUAH PESAN

Matahari waktu itu pemalu
dan dititipkannya pada hujan pesan yang perempuan itu tulis
untuk seseorang entah siapa
pesan tentangnya yang memohon sapa
atau meminta ketenangan rasa yang tercerabut dalam hati
tak pasti

Matahari waktu itu masih enggan mengadu
dan hujan telah sempurna menyampaikan
kepada lelaki penyair mimpi sebuah pesan sederhana
dari seseorang yang entah bagaiman menuliskannya
pesan yang selalu dijawab seadanya
pesan yang dibaca dan mungkin ditulis tanpa rasa
sandiwara sepi tak berarti
dalam makna-makna mati

Pesan itu muak berharap
atas tujuannya ditulis dan dimakna
lantas diadukannya pada matahari dan hujan
kekecewaanya terhadap orang-orang yang bahkan tak mengenal diri
memaki dalam sandiwara hati
duri-duri pedih perih

Hujan berhenti mengandung kata
perempuan itu enggan meneruskan isi hatinya dimakna
matahari pergi
lelaki itu tak peduli

Banjarbaru, 19-Desember-2016

Facebook Comments