Hadapi dengan senyuman
Semua yang terjadi biar terjadi
Hadapi dengan tenang jiwa
Semua kan baik-baik saja

LAGU Dewa 19 itu sepertinya tepat menggambarkan apa yang sedang dialami Ahmad Dhani, pencipta lagu itu sendiri, yang kini menjalani vonis 1.5 tahun penjara.

Bagaimanapun, Ahmad Dhani adalah seorang musisi besar Indonesia dan akan melegenda seperti Rhoma Irama. Banyak yang menilai dia seorang yang genius dalam bidangnya itu—sampai kemudian, perjalanan hidup membawanya pada beberapa kontroversi.

Masuk dunia rekaman dengan album perdana bertitel Dewa 19 (1992)—karena waktu itu usia personel yang beranggotakan Ahmad Dhani Munaf, Erwin Prasetya, Wawan Juniarso, Andra Ramadhan, dan Ari Lasso (Ari), rata-rata 19 tahun. Single pertama lagu “Kangen” pun langsung hits. Tentunya lagu yang bercerita tentang sepasang kekasih yang jauh terpisah pulau ini menjadi pengobat rindu mereka yang sedang berada di perantauan, khususnya para mahasiswa yang sedang berkuliah jauh—sama tenarnya ketika zaman bapak-emak atau kakek-nenekmu Tommy J. Pisa mempopulerkan lagu “Di Batas Kota Ini”.

Kualitas musik yang baik, lirik puitis, serta vocal Ari yang jernih, dengan cepat Ahmad Dhani membawa band yang dimotorinya ini melejit. Begitu juga ketika vokalis berganti ke Once, Ahmad Dhani dengan tembang-tembangnya selalu memberikan suara dan warna baru dalam industri musik Indonesia.

Lalu tibalah pada suatu masa, mungkin Ahmad Dhani bosan, dia melakukan beberapa hal yang mungkin patut disesalkan oleh fansnya. Setidaknya asyikasyik mencatata ada empat (4) hal yang mungkin patut (atau mungkin juga tidak perlu) disesali itu.

Sebelum membahas itu, barangkali memang wataknya orang genius, mereka seringkali dilanda kegelisahan dan kebosanan meski sudah berada pada puncak dari apa yang bisa dicapai dan tak mungkin dicapai orang lain. Dan inilah kiranya yang dialami Ahmad Dhani.

Pertama, yang patut (tidak) disesali, dia memasuki dunia politik yang penuh oli. Di sinilah kemudian dia banyak mengundang kontroversi lewat ucapan atau cuitannya. Dan tak pelak lagi dia mau tidak mau berlepotan oli dan juga melepotkan oli ke pihak lain. Dan seperti kita tahu, akhirnya apa yang terjadi sekarang ini. Dia terpenjara.

Kedua, dia menghabiskan semua rambut gondrongnya hingga plontos—sungguh ini penampilan yang nggak ngerock abis, dan sangat disesalkan. Bukan berarti kepala botak itu tidak bisa keren, tetapi dia sama sekali tidak cocok dengan kepala mulus tanpa sehelai benang, eh.. rambut, begitu. Coba simak video-video klip saat dia masih berambut panjang, yang bahkan pernah dia kepang dua. Asyikasyik menduga, kepalanya digunduli begitu lantaran Dhani suka dengan terapi bekam hingga ke kepalanya.

Ketiga, dan ini mungkin tidak saja disesali, namun sekaligus bikin ngiri, Dhani mengawani Mulan Jameela. Bagaimana tidak, Maia, istri pertamanya itu kan sudah bisa dikatakan hampir sempurna; cantik, pandai nyanyi pula. Eh, Dhani malah kepincut sama Mulan yang masih menjadi teman duet nyanyi Maia. Dan bila kita teliti, beberapa lagu Dhani, ada di antara yang menggambarkan bahwa dia ingin mendua—entah, apakah Maia sempat curiga atau tidak sebelumnya. Sebut saja salah satunya, lagu  “Aku Cinta Kau dan Dia.”

Memang, kemunculan Mulan bak bintang terang yang membuat silau siapa saja, dan ingin meraihnya. Dan semua mimpi (yang barangkali mustahil namun indah dikhayalkan) itu kemudian padam, karena Dhani akhirnya memiliki sendiri sang bintang itu. Inilah yang lebih banyak disesalkan, “Mengapa Mulan tidak sama aku..” Jadi, bukan semata karena Dhani meninggalkan Maia, atau kemudian Dhani lebih sibuk dengan urusan politik yang sekarang ini membuatnya dipenjarakan.

Dan keempat, yang terakhir, mengapa Dhani harus terpenjara?—terlepas dia memang pantas atau tidak pantas dipenjara karena ujarannya. Tapi memang…

Bila ketetapan Tuhan
Sudah ditetapkan, tetaplah sudah
Tak ada yang bisa merubah
Dan takkan bisa berubah

…@

Facebook Comments